Senin, 2 Maret 2026
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
Senin, 2 Maret 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

Mempercakapkan Social Enterprise

M Hilman Fikri Oleh: M Hilman Fikri
22 Mei 2022 | 20:46
De-generasi Petani: Sorotan Sosial-Politik

Riswanda PhD. Dokumentasi pribadi.

Bagikan Ke WhatsAppBagikan Ke FacebookBagikan Ke TwitterBagikan Ke Telegram

Oleh: Riswanda

Terma social enterprise, sering disebut juga dengan perusahaan sosial atau bisnis sosial, saat ini riuh rendah diperbincangkan.

Menggunakan frasa Riswanda (2022), sedikit banyak perbincangan berkisar persoalan bagaimana ‘menyambung daya tahan sosial selepas pandemi’? Mengapa, seberapa jauh dan menurut lensa pandang mana pertanyaan ini dapat terjawab? Kesempatan, pekerjaan dan sekaligus kebanggaan, menjadi irisan tersendiri saat Kita membicarakan jalinan dari tiang ide berbisnis dengan terpenuhinya tanggung jawab sosial.

BACAJUGA:

Banjir Regulasi, Budaya Kotak Centang, lalu Gosip Kacang?

Banjir Regulasi, Budaya Kotak Centang, lalu Gosip Kacang?

8 Mei 2023 | 18:41
De-generasi Petani: Sorotan Sosial-Politik

Kembali membicarakan IKN

27 September 2022 | 17:41
De-generasi Petani: Sorotan Sosial-Politik

RUU PRT, Lalai Anasir Perlindungan Anak

14 September 2022 | 09:43
De-generasi Petani: Sorotan Sosial-Politik

Makna Emotif Penataan Kebijakan Sosial

20 Agustus 2022 | 15:49

Bisa seperti itu? Karena memang pada dasarnya konsepsi social enterprise justru terletak pada dengan cara apa re-investasi hasil keuntungan berbisnis didorong ke arah perubahan sosial.

Salah satu contoh persilangan orientasi keuntungan dan orientasi sosial dapat dilihat dari 64,5 persen dati total UMKM dipangku oleh kaum perempuan (BPS 2021).

Investasi sosial memberi arsiran peran perekonomian sekaligus pembangunan. Artinya, pembacaan social enterprise, meskipun jangan sampai hanya diartikan sebagai proyek sosial senyampang saja, membuka kesempatan baru memboyong kelompok-kelompok tertentu di dalam masyarakat yang selama ini mungkin terpinggirkan dari angkatan kerja pada umumnya.

Energi komunitas melalui social enterprise berkontribusi 1.91 persen, atau 19,4 millar rupiah, dari GDP Indonesia (British Council-UNESCAP 2018).

Melalui kajian yang sama (PLUS 2018), mencatat 75 persen pemrakarsa social enterprise berada di usia 18-44 tahun, dimana 46 persen mayoritas berusia 25-24 tahun. Maknanya? Millenials tertarik memasuki ekosistem bisnis dinamis dimana arah pekerjaan demi mendapatkan penghasilan, ditunjang peluang membuktikan kebermanfaatan keahlian yang dimiliki.

Kebanggaan bekerja, bahkan kebesarhatian menciptakan lapangan kerja di bidang usaha tertentu, menjadi penanda capaian kordial hadirnya social enterprise.

Karena memang semestinya tolak ukur penjabaran sebuah bisnis sosial termasuk adanya misi sosial, atau setidaknya misi kepedulian lingkungan — yang juga dapat diartikan sebagai lingkungan sosial (social enviro).
Dimana karakteristik lainnya ditandai oleh kemandirian bisnis berjalan, juga pemilik memiliki kendali penuh terhadap kedua misi tadi. Kenapa mesti seperti itu? Sebab kendali ini memberi keleluasaan wirausahawan sosial, katakanlah begitu, untuk memutuskan re-investasi sebagian keuntungan bisnis mereka demi kepentingan tujuan sosial — yang sedari awal menjadi marwah pendirian usaha.

Pekerjaan rumah selanjutnya, bagi penggiat social entreprise adalah mengenalkan model bisnis mereka ke publik.

Bermunculan ragam platform bisnis senada saat ini. Salah satu contoh kreatif berjiwa milenial, sebut saja Bladu (belajar langsung dapat uang).

Membawa martabat pendidikan dan pelatihan vokasi ke jejaring kerja berkebutuhan nyata, yaitu menghasilkan pendapatan. Dan sepertinya masih banyak lagi bertebaran penggagas-penggagas lain Nusantara.

Apresiasi kebijakan patut diberikan atas kehadiran mereka sebetulnya, lebih lagi jika capaian bisnis mereka mampu menjadi penyaman di sela gerah kenyataan liberalisasi dan kapitalisme.

Mengutip semboyan Presidensi G20 Indonesia, ‘Recover together, recover stronger’. Semoga saja semboyan ini tidak gugup di tataran implementasi.

Melainkan mendorong wirausahawan sosial dan mereka yang juga tertarik dan berpotensi mengikuti, untuk mampu berbisnis dalam berbagai-bagai kondisi, merubah masalah menjadi peluang, mendaratkan wacana menjadi aksi, dengan pasti menyertakan kemaslahatan sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Apresiasi kebijakan apa yang patut dijadikan sorotan? Semisal, target ‘100 kawasan Sains dan Teknologi’. Target luar biasa yang semestinya bisa menunjang wirausahawan sosial eksisting, plus membangkitkan minat insan berdaya juang aksi dan kreatif lain dengan peluang peningkatan kapasitas bisnis berteknologi di kawasan tersebut.

Jangan sampai hanya menghasilkan 100 bangunan megah bertampilan tekno namun berkegiatan kosong. Dan lebih perlu diwaspadai lagi jangan sampai hanya menghasilkan ahli-ahli wacana dan pakar debat kusir berjam-jam dengan hasil nyaris nol.

Lalu bagaimana baiknya? Agar social enterprise tidak berujung menjadi lembaga caritas penuh spekulan yang diam-diam meraup keuntungan pribadi, pengkristalan literasi Sustainable Development Goals harus lebih ditekankan.

Misi sosial tidak harus selalu bicara bantuan kesejahteraan dan kemanusiaan berbumbu asli kemalasan kerja keras, bukan? Misi sosial pada social enterprise juga dapat berkutat di ranah cetak biru dan eksekusi pembangunan green growth program.

Soko gurunya adalah kebijakan ramah lingkungan, yang saat ini ditempatkan sebagai sorotan utama perencanaan pembangunan nasional.

Transisi Indonesia menuju green economy sepertinya harus lebih ditekankan lagi aspek penerapannya di ragam sektor, termasuk ranah social enterprise.

Ditambah Pemerintah Indonesia saat ini menempatkan green growth economy sebagai skala prioritas. Terutama menghadapi tantangan climate change.

Keterkaitannya, kenapa tidak kajian kebencanaan, ketanggapan wilayah rawan bencana, ikut menjadi garda depan arah capaian misi social enterprise.

Penulis adalah Akselerator Kebijakan, Associate Professor di Bidang Analisis Kebijakan

Editor: Administrator
Tags: RiswandaSocial EnterpriseSorotan Riswanda
Previous Post

Menikah Hari ini! Potret Pernikahan Maudy Ayunda Jadi Sorotan

Next Post

Mantan Wagub Banten Andika Hazrumy Didaulat Menjadi Ketua IKA Unpas Korda Banten

Related Posts

Banjir Regulasi, Budaya Kotak Centang, lalu Gosip Kacang?
Kampus

Banjir Regulasi, Budaya Kotak Centang, lalu Gosip Kacang?

8 Mei 2023 | 18:41
De-generasi Petani: Sorotan Sosial-Politik
Sorotan Riswanda

Kembali membicarakan IKN

27 September 2022 | 17:41
De-generasi Petani: Sorotan Sosial-Politik
Sorotan Riswanda

RUU PRT, Lalai Anasir Perlindungan Anak

14 September 2022 | 09:43
De-generasi Petani: Sorotan Sosial-Politik
Sorotan Riswanda

Makna Emotif Penataan Kebijakan Sosial

20 Agustus 2022 | 15:49
De-generasi Petani: Sorotan Sosial-Politik
Sorotan Riswanda

Melampaui Perbahasan Stunting

2 Agustus 2022 | 09:53
De-generasi Petani: Sorotan Sosial-Politik
Sorotan Riswanda

Hal Ihwal Desain Kesejahteraan Publik

20 Juli 2022 | 06:17
Load More

Popular

  • israel

    Israel akan Panggil 70.000 Tentara, Sesuai Hadist soal Pasukan Dajjal!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Arti Kalimat ‘Nyawit Nih Orang’ yang Banyak Digunakan di Media Sosial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lantik 7 Pejabat Tinggi Pratama dan Administrator, Sekda Kota Serang: Dukung Visi Misi Walikota dan Wakil Walikota

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkot Cilegon Siapkan 50 Bus Mudik Gratis, Pendataran Segera Dibuka Via Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pensiunnya Kepala Distan Banten Agus Tauchid Jadi Momentum Evaluasi Ketahanan Pangan Banten

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ingin Fokus Mengabdi Jadi Guru Alasan Agus Irawan Mundur dari Bakal Calon Ketua KONI Kabupaten Serang 2026 -2030

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbaikan Jalan Akses Mudik Cilegon Hanya Tambal Sulam, H-10 Diklaim Selesai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Banyak yang Mengundurkan Diri, Pemprov Banten Buka Ulang Pendaftaran Mudik Gratis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bocoran Kode Voucher Shopee 3 Maret Big Ramadan Sale 2026, Banjir Promo dan Diskon!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mitra Strategis Pemerintah, Pengurus Dewan Masjid Indonesia Kota Serang Periode 2026-2031 Dilantik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Petugas Dapur SPPG Yayasan Sukaratu 6, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, memperlihatkan selembar surat cinta dari siswa yang terselip dalam ompreng MBG, Rabu 11 Februari 2026. (Dokumentasi Bantenraya.com)

Selipkan Pesan di Ompreng MBG, Peserta Didik di Pandeglang Request Menu: Minta Nasi Goreng hingga Ayam

12 Februari 2026 | 05:00
SMAN 1 Cimarga

Pengakuan Siswi SMAN 1 Cimarga yang Ikut Mogok Sekolah, Bukan Dukung Siswa Merokok tapi……

18 Oktober 2025 | 12:16
Pemprov Banten kembali membuka pendaftaran mudik gratis

Banyak yang Mengundurkan Diri, Pemprov Banten Buka Ulang Pendaftaran Mudik Gratis

24 Februari 2026 | 14:42
Kabupaten serang PT PWI

Sempat Produksi Sepatu di Kabupaten Serang, PT PWI 1 Bakal Bangkit Buka Usaha Baru di Cikande

2 Februari 2026 | 17:11

Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional, Bjb Backup Total Pembiayaan UMKM

Asooooy… Kepala Desa akan Diajak Studi Banding ke Korea dan China

Seluruh Ospek di Kampus Diputuskan Digelar Online, Termasuk di Banten

Mudik Resmi Dilarang, Efektif 24 April

Capiton Foto Kepala Disparpora Kota Serang Zeka Bachdi diwawancarai wartawan di Setda Pemkot Serang, Senin 2 Maret 2026. (Harir Baldan/Bantenraya.com)

Pemkot Serang Bakal Jadikan Paralayang Wisata Unggulan Baru di Kota Serang

2 Maret 2026 | 14:56
Ilustrasi beasiswa Canada-ASEAN Scholarships and Educational Exchanges for Development (SEED-2). (Freepik.com/ TravelScape)

Beasiswa SEED-2 Buka Jalan Kolaborasi Kampus Indonesia-Kanada

2 Maret 2026 | 14:48
Pelanggan Cotton Home ID saat menerima produk sprei dan bad cover untuk hampers lebaran. (Dok/pribadi)

Hampers Sprei dan Bad Cover Jadi Peluang Bisnis di Kota Serang, Pengerajin Kebanjiran Orderan

2 Maret 2026 | 14:41
KIP

Kemdiktisaintek: Anggaran KIP Kuliah Terus Meningkat

2 Maret 2026 | 13:33

Tag

2022 Andra Soni ASN banjir Banten BRI Brigadir J BRI Super League Cilegon drakor drama Korea Film Harga Tiket Helldy Agustian Indonesia Jadwal jadwal tayang Kabupaten Lebak kabupaten serang Kota Cilegon Kota Serang Lebak link nonton link twibbon lowongan kerja Pandeglang Pemkot Cilegon pemkot serang Pemprov Banten pilkada Preman Pensiun 6 Preman Pensiun 7 profil provinsi banten Ramadhan Robinsar serang sinopsis spoiler spoiler sub indo Timnas Indonesia Twibbon UMKM viral
Banten Raya

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda

Nomor ID Pers : 26666 | Status Pendataan : Terverifikasi Faktual | Sertifikat : 1393/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Digital Banten Raya
  • Ecommerce Banten Raya
  • Siding Banten Raya
  • Share Banten Raya

Ikuti Kami

  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda