BANTENRAYA.COM – Lalu lintas hewan ternak melalui Pelabuhan Merak dari Jawa ke Sumatera atau Sumatera ke Jawa anjlok.
Penurunan pengiriman hewan ternak antar pulau lantaran dampak dari penyakit mulut dan kuku (PMK) yang mewabah.
Saat ini, wabah PMK pada hewan ternak sedang merebak di beberapa wilayah di Indonesia.
Baca Juga: Link Download Cerita Sewu Dino SimpleMan Terlengkap Bentuk PDF, Bisa Diunduh Gratis
Hewan yang terserang wabah PMK sendiri seperti sapi, kerbau, kambing, domba, kuda, rusa, gajah, maupun babi.
Diketahui, ada enam daerah yang telah dilarang mengirim hewan ke luar daerah akibat wabah PMK yakni Gresik, Sidoarjo, Lamongan, Mojokerta, Aceh Tamiang dan Aceh Timur.
Kepala Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Cilegon Arum Kusnila Dewi mengatakan, kewaspadaan penularan PMK dilakulan Balai Karantina Pertanian Cilegon.
Baca Juga: TERLENGKAP! Cerita Asli Sewu Dino dari SimpleMan, Kisah Santet 1000 Hari Keluarga Atmojo dan Kuncoro
Meskipun tidak ada wabah PMK pada hewan, pihaknya tetap melakukan pemeriksaan hewan yang melalui Pelabuhan Merak.
“Untuk mengatasi ini semua (PMK), kami rutin melakukan pemeriksaan fisik maupun secara detail mulut dan kaki,” kata Arum ditemui saat Rapat Koordinasi Kewaspadaan dan Penanganan PMK di Kantor Balai Karantina Pertanian Cilegon, Rabu, 18 Mei 2022.
“Jika memang hewan terjangkit PMK bisa dilihat ciri fisiknya, di dalam mulut, lidah, maupun tenggorokannya seperti cacar,” imbuhnya.
Baca Juga: Lengkap! Link Nonton One Piece Episode 1018, Generasi Baru Vs Dua Kaisar
Dikatakan Arum, pengawasan lalu lintas hewan dan tumbuhan sesuai dengan Undang-undang 21 tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan.
Semua hewan yang dilalulintaskan melaluo Pelabuhan Merak diawasi.
Selain itu, juga dilakukan penyemprotan terhadap hewan ternak yang melalui Pelabuhan Merak baik dari Jawa ke Sumatera maupun dari Sumatera ke Jawa.
Baca Juga: Empat Wisatawan Asal Pandeglang Terseret Ombak di Pantai Cibobos, Dua Orang Hilang
“Karantina Pertanian Cilegon tidak mengeluarkan sertifikat bagi hewan ternak dari daerah yang sudah dinyatakan di lock down lalu lintas hewannya. Namun, sejauh ini belum ada temuan di Karantina Pertanian Cilegon,” terang Arum.
Arum menjelaskan, belum adanya temuan hewan ternak PMK di Karantina Pertanian Cilegon lantaran sudah adanya skrining dari instansi terkait di masing-masing daerah yang mengirimkan hewan ternak.
“Lalu lintas hewan ternak di Pelabuhan Merak sertifikasi dari Jawa ke Sumatera atau Sumatera ke Jawa sehari lebih dari 100 ekor, saat ini paling belasan ekor malah kadang tidak ada pengiriman dalam sehari,” ungkapnya.
Baca Juga: Dea OnlyFans Ngaku Hamil di Tengah Proses Hukum, Polisi: Tidak Memengaruhi
Terpisah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Cilegon Eva Syarifah mengatakan, pihaknya melakukan sosialisasi kepada peternak untuk menghindari kerugian bagi peternak. Saat ini, belum ada obat bagi hewan ternak yang terjangkit PMK.
“Jika hewan ternak terjangkit PMK dampak ekonomoninya besar, peternak bisa rugi,” tuturnya.
“Selain itu, dengan lock down bagi hewan ternak, kebutuhan daging di Cilegon bisa kekurangan, karena Cilegon daerah konsumen daging bukan produsen,” paparnya.
Baca Juga: 5 Daerah di Banten Tak Lagi Ditemukan Kasus Covid-19
Eva menambahkan, jumlah peternak sapi, kerbau, kambing, domba, di Cilegon total sekitar 500 orang. Populasi hewannya mencapai sekitar 8.000 ekor.
“Kita sudah kr lapangan ke peternak-peternak mengawasi itu. Di Cilegon potensinya, tinggi karena lalu lintas hewan Jawa Sumatera melalui Cilegon,” paparnya. ***



















