BANTENRAYA.COM – Tarif parkir di Kawasan Wisata Banten Lama dinilai terlalu mahal dan mencekik leher pengunjung.
Besaran tarif parkir di Kawasan Wisata Banten Lama itu bahkan tiga kali lipat dibandingkan dengan tarif parkir resmi berdasarkan Peraturan Daerah tentang Retribusi Daerah.
Tarif mahal ini terjadi pada kantung parkir yang berada dekat dengan Puskesmas Kasemen.
Baca Juga: Resep Rahasia Shin Tae Yong Bisa Tekuk Myanmar 3-1, Lawan Selanjutnya di Semifinal Adalah …
Lokasinya berada di sebelah selatan Banten Lama.
Dahulu lokasi itu merupakan persawahan yang kemudian diurug menjadi warung dan kantung parkir.
Mahalnya parkir kendaraan itu disampaikan oleh Imam, salah satu pengunjung Banten Lama asal Kabupaten Pandeglang. Dia mengatakan, Ketika berkunjung ke Banten Lama pada Senin, 16 Mei 2022 dia diminta membayar Rp10 ribu.
Baca Juga: Disdukcapil Kota Cilegon Minta Ketua RT dan RW Data Warga Pendatang Baru
Sebelum memberikan uang tersebut, dia sempat bernegosiasi agar uang parkir tidak semahal itu. Namun, petugas parkir yang tidak mengenakan seragam itu tetap ngotot dia harus membayar Rp10 ribu per mobil.
“Saya sudah nawar mau kasih Rp5 ribu tapi tukang parkir tetap enggak mau,” kata Imam, Senin, 16 Mei 2022.
Baca Juga: Prediksi Spoiler One Piece 1050: Luffy Mengalahkan Kaido Menjadi Yonko Baru!
Imam mengaku bahkan saudaranya sempat berbicara kepada petugas parkir dengan menggunakan bahasa Jawa Serang (Jaseng) agar dapat membayar parkir lebih murah.
Namun tetap saja dia tidak mendapatkan potongan dan harus tetap membayarkan Rp10 ribu.
“Tetep aja maunya Rp10 ribu,” kata Imam.
Baca Juga: Teror Wanita Berpakaian Serba Putih Ternyata Tidak Hanya Satu Orang, Faktanya…
Akhirnya dengan terpaksa dia menyerahkan uang Rp10 ribu untuk parkir. Imam menuturkan, dia sebenarnya tidak masalah bila harga parkir sebesar itu disertai dengan karcis resmi dari pemerintah daerah atau pengelola Banten Lama.
Namun yang terjadi adalah tukang parkir mematok harga parkir seenaknya dengan tarif mahal tanpa ada karcis sebagai bukti sah.
Baca Juga: 32 Twibbon Hari Kebangkitan Nasional 2022, Unik dan Keren Bisa Dibagikan di Semua Sosial Media
“Kalau parkirnya legal kan harusnya ada karcisnya, ini enggak ada apa namanya?” katanya.
Hal yang sama disampaikan Yani, pengunjung Banten Lama yang lain. Dia mengtakan, tarif parkir Rp10 ribu per mobil sangat mahal mengingat Banten Lama bukanlah tempat wisata komersial. Banten Lama merupakan area milik pemerintah di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI yang pengelolaannya dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Banten.
Baca Juga: Teks Khutbah Gerhana Bulan, Ternyata Waktu Mustajab untuk Berdoa kepada Allah SWT
“Kalau tempatnya punya pemerintah masa tarifnya kayak di swasta,” katanya.
Yani mengatakan, para pengelola parkir tidak semestinya mamanfaatkan momen libur untuk mengeruk keuntungan pribadi dan mengorbankan pengunjung.
Menurutnya, tarif parkir Rp5 ribu masih lebih wajar ketimbang Rp10 ribu yang dia nilai sangat mahal.
Baca Juga: Wanita Berpakaian Serba Putih Minta Maaf, Ternyata Kelakuannya Sudah Satu Tahun Lebih
Karena itu dia meminta pemerintah daerah segera menertibkan parkir ini agar agar tidak semena-mena terhadap pengunjung. Juga agar tidak ada kebocoran PAD yang seharusnya masuk ke pemerintah daerah.
Sementara itu, berdasarkan penelurusan dokumen yang dilakukan Banten Raya, berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kota Serang Nomor 2 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Perda Nomor 13 Tahun 2011 tentang Retribusi Daerah disebutkan bahwa tarif parkir khusus bagi mobil penumpang yang memiliki 1-8 tempat duduk adalah Rp3.000 per kendaraan.
Baca Juga: Wanita Berpakaian Serba Putih Mengaku Lakukan Aksi Karena Terlilit Utang 11 Aplikasi Pinjol
Bahkan, tarif untuk mobil bus besar dengan kapasitas tempat duduk 26 tempat duduk ke atas saja tarif parkirnya hanya Rp10 ribu per kendaraan.
Dihubungi secara terpisah, Kepala UPTD Pengelolaan Prasarana Perhubungan Dinas Perhubungan Kota Serang Umar Hamdan tidak dapat dikonfirmasi.
Nomor yang bersangkutan dalam kondisi tidak aktif. Pesan yang dikirimkan kepadanya melalui WhatsApp juga belum dibalas. ***

















