Kamis, 26 Februari 2026
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
Kamis, 26 Februari 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

Teks Khutbah Jumat Edisi Ramadhan, Tentang: Keutamaan Malam Lailatul Qadar dan Tanda-tandanya

Rafly Putra Amy Ramadhan Oleh: Rafly Putra Amy Ramadhan
20 April 2022 | 16:23
Teks Kultum Ramadhan Singkat Tentang: Lailatul Qadar

Ilustrasi suasana Lailatul Qadar Freepik/jcomp

Bagikan Ke WhatsAppBagikan Ke FacebookBagikan Ke TwitterBagikan Ke Telegram

BANTENRAYA.COM – Inilah teks khutbah Jumat edisi Ramadhan tentang keutamaan malam Lailatul Qadar dan tanda-tandanya.

Tak terasa bulan Ramadhan semakin berpenghujung, yang dimana di 10 hari terakhir Ramadhan terdapat malam Lailatul Qadar.

Seperti kalian ketahui Lailatul Qadar adalah malam yang bebas dari keburukan, malam keselamatan dan berkah.

Baca Juga: 7 Ucapan Selamat Hari Jadi Kabupaten Bandung ke-381, Cocok Dibagikan di Media Sosial

Penasaran dengan isi teks khutbah Jumat edisi Ramadhan tentang keutamaan malam Lailatul Qadar dan tanda-tandanya? Simak artikel ini sampai selesai.

Dikutip Bantenraya.com dari berbagai sumber, Berikut ini adalah teks khutbah Jumat edisi Ramadhan tentang keutamaan malam Lailatul Qadar dan tanda-tandanya:

Baca Juga: 13 Link Twibbon Hari Kartini 2022 Gratis, Terbaru, Keren, dan Tersedia Caption

Khutbah Pertama

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنَّ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا وَرَسُوْلِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى ا للهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَتَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا ، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

أَمَّا بَعْدُ

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala atas segala nikmat dan karunia-Nya kepada kita yang tiada batasnya. Hanya karena rahmat-Nya semata kita bisa hadir dengan mudah, aman dan selamat di masjid ini, untuk melaksanakan kewajiban ibadah shalat Jumat.

Shalawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi kita yang mulia, Muhammad ﷺ, keluarganya, para sahabatnya dan kaum Muslimin yang senantiasa mengikuti sunnah beliau ﷺ dengan penuh keikhlasan dan kesabaran.

Tak lupa kami mengingatkan jamaah shalat Jumat sekalian, juga diri kami pribadi, agar senantiasa berusaha semaksimal kemampuan yang kita miliki untuk bertakwa kepada Allah Ta’ala di mana pun kita berada.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Surat Al-Qadar surat nomor 97 ayat 1-5

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ – ١

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam qadar.

وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ – ٢

Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?

لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ – ٣

Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.

تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ – ٤

Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan.

سَلٰمٌ ۛهِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ ࣖ – ٥

Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.

Kita sangat akrab dengan surat ini, bahkan sebagian besar dari kita mungkin sudah hafal luar kepala. Surat ini menerangkan adanya lailatul qadar.

Lailah artinya malam hari, sedangkan al-Qadr artinya asy-syaraf wat ta’zhim, kemuliaan dan keagungan. Al-Qadr juga memiliki makna at-taqdir wal qadha’, ketetapan dan keputusan.

Dinamakan dengan Lailatul qadar, malam kemuliaan, karena ia merupakan malam yang mulia dan agung yang pada malam tersebut Allah menetapkan berbagai perkara penuh hikmah yang akan terjadi dalam satu tahun. Lailatul qadar ini terbatas waktunya, yaitu sampai terbit fajar shubuh.[i]

Lailatul qadar memiliki banyak keutamaan dan barokah. Malam kemuliaan ini datang hanya setahun sekali, di setiap bulan Ramadhan, pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, terutama di malam yang ganjil.

Hal ini berdasarkan sejumlah hadits, di antaranya hadits Nabi ﷺ yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim,”Carilah lailatul qadar di sepuluh malam terakhir pada bulan Ramadhan.” [Muttafaq ‘alaih]

Dan kemungkinan terjadi pada malam -malam yang ganjil lebih besar daripada malam-malam yang genap, berdasarkan hadits Nabi ﷺ yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari,

“Carilah lailatul qadar pada malam yang ganjil pada akhir dari bulan Ramadhan.”

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Lailatul qadar benar-benar malam yang sangat istimewa, sehingga Nabi Muhammad ﷺ menghasung para sahabatnya untuk mencarinya di sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.

Beliau bukan sekedar menyuruh, namun menjadi contoh yang sempurna dalam kesungguhan memaksimalkan ibadah di 10 malam terakhir di bulan Ramadhan.

Hal ini sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari ‘Aisyah Ummul Mukminin, istri Nabi ﷺ

أنَّ النبيَّ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ كانَ يَعْتَكِفُ العَشْرَ الأوَاخِرَ مِن رَمَضَانَ حتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ، ثُمَّ اعْتَكَفَ أزْوَاجُهُ مِن بَعْدِهِ

”Bahwa Nabi ﷺ dahulu senantiasa melakukan i’ikaf di sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan hingga Allah mewafatkannya. Kemudian para istrinya beri’tikaf setelah beliau wafat.” [Hadits riwayat Al-Bukhari 2026 dan Muslim 1172]

Nabi ﷺ sangat sungguh-sungguh menghidupkan sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan. Hal ini sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dari ‘Aisyah Ummul Mukminin radhiyallahu ‘anha,

كانَ النبيُّ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ إذَا دَخَلَ العَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ، وأَحْيَا لَيْلَهُ، وأَيْقَظَ أهْلَهُ

”Nabi ﷺ apabila sudah memasuki sepuluh malam terakhir Ramadhan , beliau mengencangkan sarungnya (sangat sungguh-sungguh dalam ibadah, pent), menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya.” [Hadits riwayat Al-Bukhari 2024].

Lantas apa saja keistimewaan atau keutamaan dari lailatul qadar? Keistimewaannya banyak dan keutamaannya sangat besar, yaitu:

Al-Quran diturunkan pada malam lailatul qadar.

Allah Ta’ala berfirman,

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ – ١

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam qadar. [Al-Qadr: 1]

Pada malam lailatul qadar Allah Ta’ala menentukan takdir apa saja yang akan yang terjadi pada satu tahun ke depan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

فِيْهَا يُفْرَقُ كُلُّ اَمْرٍ حَكِيْمٍۙ – ٤

Pada (malam itu) dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah,

اَمْرًا مِّنْ عِنْدِنَاۗ اِنَّا كُنَّا مُرْسِلِيْنَۖ – ٥

(yaitu) urusan dari sisi Kami. Sungguh, Kamilah yang mengutus rasul-rasul, [Ad-Dukhan: 4-5].

Para ulama menerangkan, pada malam lailatul qadar Allah Subhanahu wa Ta’ala menentukan takdir seluruh makhluk dalam satu tahun. Ini takdir yang kedua, karena Allah Ta’ala telah menentukan takdir segala sesuatu lima puluh ribu tahun sebelum menciptakan semua makhluk.

Ditulislah yang hidup dan yang mati, yang selamat dan binasa, yang bahagia dan sengsara, yang mulia dan hina. Semua yang Allah kehendaki pada satu tahun ke depan ditulis pada saat lailatul qadar ini. [Tafsir Ibnu Jarir 16/480 dan Tafsir ibnu Katsir 4/469]

Lailatul Qadar adalah malam yang diberkahi.

Allah Ta’ala berfirman,

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةٍ مُّبٰرَكَةٍ اِنَّا كُنَّا مُنْذِرِيْنَ – ٣

Sesungguhnya Kami menurunkannya pada malam yang diberkahi. ) Sungguh, Kamilah yang memberi peringatan. [Ad-Dukhan: 3]

Ibadah pada saat lailatul qadar nilainya melebihi ibadah selama seribu bulan.

Allah Ta’ala berfirman,

لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ – ٣

Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. [Al-Qadar: 3]

Ibadah di saat lailatul qadar lebih utama di sisi Allah daripada ibadah selama seribu bulan yang tidak ada lailatul qadarnya. Seribu bulan itu setara dengan 83 tahun 4 bulan. [Tafsir Ibnu Katsir 4/442]

Pada malam itu Jibril dan para malaikat turun dengan membawa kebaikan serta barokah.

Allah Ta’ala berfirman,

تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ – ٤

Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan.

BACAJUGA:

Ilutrasi tema materi kultum Ramadhan 2026. (Pexels/Thirdman)

Cek 10 Tema Materi Kultum Ramadhan 2026 Ringan Mudah Dihafal, Tingkatkan Kualitas Ibadah di Bulan yang Penuh Berkah

26 Februari 2026 | 17:31
ibu hamil

Hukum Mengerjakan Puasa Ramadan Bagi Ibu Hamil, Cek Ketentuannya di Sini

26 Februari 2026 | 17:14
LAZISNU

LAZISNU Serahkan Laporan Berkala dalam Rapat Pleno PCNU Kabupaten Pandeglang Masa Khidmat 2024-2029

26 Februari 2026 | 17:01
ramadan

Cek 5 Rekomendasi Ide Kegiatan Bulan Suci Ramadan 2026 di Sekolah, Dijamin Menarik dan Bermanfaat

26 Februari 2026 | 16:43

Turunnya para malaikat pada saat lailatul qadar ke bumi dengan membawa kebaikan, barokah, rahmat dan maghfirah.

Lailatul qadar adalah malam yang penuh keselamatan.

Allah Ta’ala berfirman,

سَلٰمٌ ۛهِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ ࣖ – ٥

Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar. [Al-Qadar: 5]

Lailatul qadar adalah malam yang bebas dari gangguan dan keburukan. Di dalamnya banyak dilakukan ketaatan dan amal kebaikan dalam segala jenisnya. Di malam itu banyak yang selamat dari siksa sehingga lailatul qadar adalah keselamatan secara keseluruhan.[ii]

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Lailatul qadar tidak bisa dipastikan hari H-nya. Isyarat waktu yang diberikan Nabi ﷺ paling gamblang adalah pada malam ganjil di 10 malam terakhir bulan Ramadhan.

Hanya saja tidak bisa dipastikan pada malam tertentu karena para ulama mengatakan turunnya lailatul qadar itu setiap tahun berpindah-pindah dari satu malam ganjil ke malam ganjil lainnya sebagaimana diterangkan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al – Utsaimin rahimahullah.[iii]

Namun, ada tanda-tanda malam lailatul qadar yang bisa dikenali berdasarkan berbagai hadits yang shahih mengenai hal ini. Di antara tanda-tanda lailatul qadar adalah sebagai berikut:

Matahari terbit keesokan harinya dengan sinar tidak menyilaukan.

Berdasarkan hadits Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu, dia berkata,”Sesungguhnya Nabi ﷺ mengabarkan bahwa di antara tanda-tanda lailatul qadar adalah

أنَّهَا تَطْلُعُ يَومَئذٍ لا شُعَاعَ لَهَا

”Matahari terbit pada pagi harinya tanpa sinar yang menyilaukan mata.” [Hadits riwayat Muslim 762]

Malamnya cerah dengan hawa yang tidak panas tidak pula dingin

Berdasarkan hadits Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma

ليلةُ القدْرِ ليلةٌ سمِحَةٌ ، طَلِقَةٌ ، لا حارَّةٌ ولا بارِدَةٌ ، تُصبِحُ الشمسُ صبيحتَها ضَعيفةً حمْراءَ

”Malam lailatul qadar adalah malam yang mudah, cerah, tidak panas, tidak dingin. Keesokan paginya matahari terbit sinarnya lembut (tidak menyilaukan) dan kemerahan.”

[Hadits riwayat Ath-Thayalisi (2802), Ibnu Khuzaimah (2192), dan Al-Uqaili (2146). Syaikh Al-Albani menyatakan sebagai hadits shahih dalam Shahih Al-Jami’ no. 5475]

Bulan muncul pada malam lailatur qadar seperti separuh nampan makanan.

Berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Muslim

عن أبي هرير رضي الله عنه قال تَذَاكَرْنَا لَيْلَةَ القَدْرِ عِنْدَ رَسولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ، فَقالَ: أَيُّكُمْ يَذْكُرُ حِينَ طَلَعَ القَمَرُ وَهو مِثْلُ شِقِّ جَفْنَةٍ؟

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dia berkata,”Kami saling mengingatkan tentang lailatul qadar di dekat Rasulullah ﷺ , lalu Rasulullah ﷺ bersabda,”Siapakah di antara kalian yang ingat ketika bulan muncul seperti separuh nampan makanan?” [Hadits riwayat Muslim no. 1170]

Inilah riwayat-riwayat yang shahih tentang tanda-tanda malam lailatul qadar.

Ada sejumlah tanda lailatul qadar yang disebutkan oleh sebagian ahli ilmu namun tidak ada asal yang jelas dan tidak sah berasal dari Nabi ﷺ . Di antaranya:

Pepohonan merunduk hingga sampai menyentuh tanah kemudian kembali ke posisi semula.

Air laut yang asin berubah menjadi manis pada malam lailatul qadar.

Anjing tidak menggonggong pada malam itu.

Malaikat turun dan mengucapkan salam kepada kaum Muslimin.

Semua ini dan yang lainnya, tidak ada asalnya dan tidak terbukti ada riwayat dari Nabi ﷺ meskipun disebutkan oleh salah seorang ahli ilmu.[iv]

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيْرًا بَصِيْرًا، تَبَارَكَ الَّذِيْ جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوْجًا وَجَعَلَ فِيْهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيْرًا. أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وأَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وُرَسُولُهُ الَّذِيْ بَعَثَهُ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا، وَدَاعِيَا إِلَى الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيْرًا

اللهم صل و سلم على هذا النبي الكريم و على آله و أصحابه و من تبعهم بإحسان إلى يوم الدين. أما بعد

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Bila kita disunnahkan untuk mencari lailatul qadar secara serius, lantas bagaimana caranya agar Allah Ta’ala memudahkan kita untuk mendapatkannya?

Ada beberapa hal yang perlu dilakukan yang diharapkan bisa memudahkan untuk mendapatkan lailatul qadar, yaitu:

Berdoa secara tekun dan sungguh-sungguh, memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar bisa mendapati lailatul qadar.

Agar lebih mudah terkabul doanya, maka harus diperhatikan waktu-waktu mustajab, adab berdoa dan sebab-sebab dikabulkannya doa, serta menjauhi berbagai penghalang dikabulkannya doa.

Semua ini bisa dipelajari di berbagai buku yang ditulis para ulama atau website Islam yang kredibel di internet.

Mencari lailatul qadar di sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan terutama pada malam-malam ganjilnya.

Bila mampu dan tidak ada halangan, sebaiknya melakukan i’tikaf di masjid agar bisa lebih fokus dan semangat dalam mencari lailatul qadar.

Walaupun i’tikaf bukan syarat untuk mendapatkan lailatul qadar, namun ini sunnah yang agung nilainya, sehingga tidak layak diabaikan begitu saja mengingat hanya datang setahun sekali.

Bersungguh-sungguh dalam menghidupkan malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan dengan berbagai ketaatan, misalnya berdzikir, membaca al-Quran, istighfar, shalawat atau melaksanakan shalat sunnah.

Bagi yang sanggup begadang untuk ibadah, dianjurkan untuk melakukannya, namun ini bukan syarat untuk mendapatkan lailatul qadar. Imam Al-Hafizh Al-‘Iraqi (806 H) dalam kitab Thorhu At-Tatsrib (4/161) mengatakan,

”Yang dimaksud menghidupkan malam lailatul qadar bukanlah menghidupkan malam penuh tanpa istirahat. Akan tetapi cukup sebagian kecil malam saja, seperti orang yang bangun untuk shalat tahajjud dan sebelumnya telah tidur.

Atau, dengan hanya shalat tarawih bersama jamaah, atau shalat isya’ dan shubuh secara berjamaah, seperti yang telah dijelaskan dalam hadits Utsman tersebut.”

Yang dimaksud hadits Utsman yaitu hadits yang diriwayatkan dari Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ, beliau bersabda,

”Siapa saja yang shalat isya’ secara berjamaah maka ia seperti orang yang menghidupkan setengah malamnya. Dan siapa saja yang shalat shubuh secara berjamaah maka seolah dia telah shalat semalam penuh.” [Hadits riwayat Muslim no. 1049]

Walau memang sebagian ulama berpendapat bahwa seseorang tidak disebut sebagai orang yang menghidupkan malam jika tidak bangun sepanjang malam atau sebagian besar malam. Di antara ulama yang berpendapat seperti ini adalah Imam Al-Kirmani.”[v]

Rasulullah ﷺ sendiri memang tidak tidur di sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan. Beliau betul-betul begadang untuk ibadah di 10 malam tersebut, bukan hanya malam ganjil.

Ini berdasarkan penjelasan Syaikh Alawi bin Abdul Qadir As-Saqqaf saat menjelaskan hadits dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha tentang maksud “dan menghidupkan malamnya”.

Bagi yang mampu seperti Nabi ﷺ , itu yang paling ideal karena dia pasti akan bertemu dengan lailatul qadar meskipun tidak tahu malam yang keberapa karena dia senantiasa siaga.[vi]

Bagi yang tidak mampu, bisa begadang dengan melakukan berbagai ibadah di malam – malam ganjilnya saja juga tidak mengapa.

Bila masih tidak mampu begadang, maka seperti yang dijelaskan Imam al-Iraqi tadi, yaitu menghidupkan sebagian malam dengan shalat tahajud atau ikut tarawih berjamaah atau minimal shalat Isya dan shubuh berjamaah. Wallahu a’lam.

Baca Juga: Jokowi Resmikan Bandar Udara Trunojoyo, di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur

Demikian teks khutbah Jumat edisi Ramadhan tentang keutamaan malam Lailatul Qadar dan tanda-tandanya.***

Editor: Administrator
Previous Post

Kejari Serang Geledah Tiga Kantor di Pemkot Serang

Next Post

5 Puisi Memperingati Hari Kartini 21 April 2022, Syair Menyentuh Hati Kaum Perempuan

Related Posts

Ilutrasi tema materi kultum Ramadhan 2026. (Pexels/Thirdman)
Nasional

Cek 10 Tema Materi Kultum Ramadhan 2026 Ringan Mudah Dihafal, Tingkatkan Kualitas Ibadah di Bulan yang Penuh Berkah

26 Februari 2026 | 17:31
ibu hamil
Nasional

Hukum Mengerjakan Puasa Ramadan Bagi Ibu Hamil, Cek Ketentuannya di Sini

26 Februari 2026 | 17:14
LAZISNU
Nasional

LAZISNU Serahkan Laporan Berkala dalam Rapat Pleno PCNU Kabupaten Pandeglang Masa Khidmat 2024-2029

26 Februari 2026 | 17:01
ramadan
Nasional

Cek 5 Rekomendasi Ide Kegiatan Bulan Suci Ramadan 2026 di Sekolah, Dijamin Menarik dan Bermanfaat

26 Februari 2026 | 16:43
our universe
Nasional

Spoiler Drakor Our Universe Episode 8 Sub Indo: Tae Hyung Khawatir Kondisi Woo Joo

26 Februari 2026 | 16:04
FIFA
Nasional

FIFA Series 2026: Ajang Pembuktian Pelatih Anyar Timnas Indonesia John Herdman

26 Februari 2026 | 15:41
Load More

Popular

  • Pemprov Banten kembali membuka pendaftaran mudik gratis

    Banyak yang Mengundurkan Diri, Pemprov Banten Buka Ulang Pendaftaran Mudik Gratis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengisian 6 Pejabat Eselon II Pemkot Cilegon Setelah Mutasi Eselon III dan IV

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Terapkan WFA Mudik dan Balik Lebaran 2026, Pegawai Pemkot Cilegon Bisa Mudik 16 Hari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tegakkan SE Bupati, Satpol PP Kabupaten Serang Sisir Rumah Makan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nilai Gaji Guru PPPK Paruh Waktu Pemkab Serang Belum Ada Hasil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Arti Kalimat ‘Nyawit Nih Orang’ yang Banyak Digunakan di Media Sosial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkot Cilegon Siapkan 50 Bus Mudik Gratis, Pendataran Segera Dibuka Via Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tingkatkan Pelayanan, RJI Banten Resmikan Kantor Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dindikbud Kota Serang Segera Bentuk Satgas Perlindungan Guru Kota Serang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tukang Ojek Pangkalan Pandeglang Gugat Pemprov Banten Minta Ganti Rugi Rp 100 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Petugas Dapur SPPG Yayasan Sukaratu 6, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, memperlihatkan selembar surat cinta dari siswa yang terselip dalam ompreng MBG, Rabu 11 Februari 2026. (Dokumentasi Bantenraya.com)

Selipkan Pesan di Ompreng MBG, Peserta Didik di Pandeglang Request Menu: Minta Nasi Goreng hingga Ayam

12 Februari 2026 | 05:00
SMAN 1 Cimarga

Pengakuan Siswi SMAN 1 Cimarga yang Ikut Mogok Sekolah, Bukan Dukung Siswa Merokok tapi……

18 Oktober 2025 | 12:16
Pemprov Banten kembali membuka pendaftaran mudik gratis

Banyak yang Mengundurkan Diri, Pemprov Banten Buka Ulang Pendaftaran Mudik Gratis

24 Februari 2026 | 14:42
Kabupaten serang PT PWI

Sempat Produksi Sepatu di Kabupaten Serang, PT PWI 1 Bakal Bangkit Buka Usaha Baru di Cikande

2 Februari 2026 | 17:11

Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional, Bjb Backup Total Pembiayaan UMKM

Asooooy… Kepala Desa akan Diajak Studi Banding ke Korea dan China

Seluruh Ospek di Kampus Diputuskan Digelar Online, Termasuk di Banten

Mudik Resmi Dilarang, Efektif 24 April

Walikota Serang Budi Rustandi menunjukkan dokumen bukti pembayaran gaji ratusan guru PPPK paruh waktu kepada sejumlah wartawan di Setda, Pemkot Serang, Kamis 26 Februari 2026. (Harir Baldan/Bantenraya.com)

Budi Rustandi Tegaskan Pemkot Serang Tidak Zalim, Gaji Ratusan Guru PPPK Paruh Waktu Telah Dibayar

26 Februari 2026 | 21:32
PT ASDP telah merilis perkiraan puncak arus mudik pada musim mudik Lebaran 2026. (Uri/Bantenraya.com)

Ada WFA, Puncak Arus Mudik di Pelabuhan Merak Diprediksi Terjadi 2 Hari di Tanggal Ini

26 Februari 2026 | 21:00
Petani di Desa Pegadingan, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang sedang memanen sayuran jenis kangkung di lahan miliknya, Kamis 26 Februari 2026. (Andika/Bantenraya.com)

Yuk Mampir ke Desa Pegadingan Kabupaten Serang, Tempatnya Penghasil Sayuran Berkualitas

26 Februari 2026 | 20:30
Ilustrasi Kartu kepesertaan BPJS Kesehatan. (Dokumentasi Dinkes Provinsi Banten)

BPJS Kesehatan PBI Non Aktif Bakal Dicek Ulang

26 Februari 2026 | 20:15

Tag

2022 Andra Soni ASN banjir Banten BRI Brigadir J BRI Super League Cilegon drakor drama Korea Film Harga Tiket Helldy Agustian Indonesia Jadwal jadwal tayang Kabupaten Lebak kabupaten serang Kota Cilegon Kota Serang Lebak link nonton link twibbon lowongan kerja Pandeglang Pemkot Cilegon pemkot serang Pemprov Banten pilkada Preman Pensiun 6 Preman Pensiun 7 profil provinsi banten Ramadhan Robinsar serang sinopsis spoiler spoiler sub indo Timnas Indonesia Twibbon UMKM viral
Banten Raya

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda

Nomor ID Pers : 26666 | Status Pendataan : Terverifikasi Faktual | Sertifikat : 1393/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Digital Banten Raya
  • Ecommerce Banten Raya
  • Siding Banten Raya
  • Share Banten Raya

Ikuti Kami

  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda