BANTENRAYA.COM – 10 hari kedua di bulan Ramadhan memiliki keutamaan sebagai magfiroh atau ampunan dari Allah SWT.
Kaum muslim pada 10 hari kedua Ramadhan juga dianjurkan untuk memperbanyak amalan istigfar dan doa memohon ampunan dari Allah SWT.
Bahkan, beberapa hari di 10 hari kedua Ramadhan juga menjadi awal terdapat lailatul qadar.
Baca Juga: Siap-siap! Tak Hanya Pertamax, Pemerintah Indikasikan Pertalite dan Solar Ikut Naik
Sebab, pada 17 Ramadhan Allah menurunkan wahyu Alquran sebagai petunjuk manusia kepada Nabi Muhammad SAW.
Berbagai keutamaan tersebut bisa dijadikan referensi sebagai kultum bagi para ustadz.
Dikutip Bantenraya.com dari islam.nu.or.id disebutkan, seseorang bisa melakukan amalan doa di bulan Ramadhan, terutama saat 10 hari kedua.
Baca Juga: TERNYATA MUDAH! Cara Membuat SKCK Online untuk Pendafatarn Rekutmen Bersama BUMN 2022
Salah satu doa yang khas dibaca dan dianjurkan dalam bulan suci ini adalah perbanyak memohon ampunan, sebagaimana salah satu doa berikut:
اَللَّهُمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيْمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فاَعْفُ عَنَّا
Artinya, ”Wahai Allah Sesungguhnya Engkau maha pengampun serta suka mengampuni, maka ampunilah aku.”
Baca Juga: Tips dari Polisi Bagi Masyarakat Jika Bertemu Begal, Plis Jangan Dibunuh Begalnya!
Doa itu juga dianjurkan dibaca agar seseorang bisa mendapatkan keutamaan malam lailatul qadar yang dimulai pada 10 hari ke dua Ramadhan, terutama saat tanggal ganjil di bulan Ramadhan.
Sementara rujukan dalil yang bisa dipakai yakni sebagaimana diriwayatkan Ibnu Khuzaimah.
Rasulullah saw bersabda dalam salah satu haditsnya:
أَوَّلُ شَهْرِ رَمَضَانَ رَحْمَةٌ، وأَوْسَطُهُ مَغْفِرَةٌ، وَآخِرَهُ عِتْقٌ مِنَ النَّارِ
Baca Juga: Kasus Kecelakaan di Banten Didominasi Pelajar dan Mahasiswa
Artinya, “Awal Bulan Ramadhan adalah rahmat, pertengahannya ampunan, dan akhirnya pembebasan dari api neraka.” (Ibnu Khuzaimah).
Kendati begitu sebagian ulama menilai hadis tersebut lemah atau dhaif.
Meski demikian, hadits dhaif yang menjelaskan fadha’ilul a’mal atau keutamaan amal ibadah seperti keutamaan bulan puasa di atas, para ulama membolehkan untuk disampaikan ke publik dan diamalkan.
Baca Juga: MULAI CAIR! Begini Cara Cek Penerima BLT Minyak Goreng Rp300.000, Berikut Langkah-langkahnya
Terlebih yang terpenting adalah hadist tersebut tidak berkaitan tentang akidah.
Seperti menjelaskan keesaan Allah atau tentang hukum syariat seperti hukum shalat, puasa, dan lain sebagainya. ***
Kultum 10 hari kedua Ramadhan berlomba meraih ampunan Allah, (Pixabay/Pixels)



















