BANTENRAYA.COM – Cuitan atau narasi Turunkan Jokowi hingga Goodbye Jokowi diduga ditunggangi.
Cuitan Turunkan Jokowi hingga Goodbye Jokowi dibentuk untuk membangun ketakutan atas rencana aksi mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM) SI.
Fakta dibalik ramainya cuitan Turunkan Jokowi hingga Goodbye Jokowi dibongkar pendiri Drone Emprit Ismail Fahmi.
Baca Juga: Contoh Materi Kultum Ramadhan Singkat Tentang: Hadits Menyegerakan Berbuka Puasa
Melalui akun Twitternya di @ismailfahmi, Ia menuliskan, menjelang demo 11 April 2022 yang akan dilakukan mahasiswa, di media sosial berkembang narasi ‘Jokowi Turun’
“Dengan tagar #TurunkanJokowi dan #GoodbyeJokowi, seolah-oleh itu adalah tuntutan mahasiswa,” ujarnya.
Ia menduga tuntutan Turunkan Jokowi hingga Goodbye Jokowi adalah dari ‘penunggang demo mahasiswa’.
Baca Juga: Link Live Streaming Pertandingan Tinju Azka Corbuzier vs Paris Pernandes, Siapa yang Akan Kalah?
Ismail Fahmi mengungkapkan, dari analisis di atas jelas bahwa tuntutan ‘Jokowi Turun’ ini berasal dari sebuah klaster yang secara intensif mengangkat tagar.
Tagar itu disertai meme, poster, dan video yang mendorong dan mendukung rencana aksi demo mahasiswa, namun dengan narasi yang berbeda dengan narasi mahasiswa.
“Top influencer klaster ini antara lain: @cybsquad_,@PecanduKretek, @Android_AK_47, @akunkelima212, dan @abu_waras,” katanya.
Baca Juga: Daftar Besaran Gaji ke 13 dan THR ASN 2022 Tanpa Tukin, Cair Bulan Ini Hingga Juli
Lebih lanjut dipaparkannya, gambar yang paling banyak dishare adalah sebuah poster ajakan Turunkan Jokowi, yang mencatut nama BEM SI, diposting oleh @Android_AK_47
“Meski postingan sudah dihapus, namun datanya masih bisa diambil Drone Emprit,” tuturnya.
“Emosi yang dibangun oleh klaster ini adalah ‘fear’ atau ‘ketakutan’. Bahwa demo 11 April 2022 nanti akan mengerikan sehingga Jakarta harus ditutup,” ujarnya. ***



















