BANTENRAYA.COM – Setiap perusahaan wajib memberikan tunjangan hari raya atau THR sebelum hari raya atau Lebaran kepada pekerja atau buruhnya.
Kewajiban itu diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan dan Peraturan Menteri Ketengakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.
Lalu kapan dan berapa besaran THR yang wajib diberikan perusahaan kepada pekerja/buruh?
Baca Juga: 10 Amalan Sunnah yang Dapat Dilakukan saat Ramadhan, Tidak Begitu Berat
Dikutip bantenraya.com dari Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor M/6/HK.04/IV/2021 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2021 Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan, bahwa THR wajib dibayarkan tujuh hari sebelum hari raya.
Sementara besaran THR dihitung berdasarkan masa kerja dan besaran upah.
Jika pekerja/buruh mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih diberikan 1 bulan upah.
Baca Juga: Bacaan Surat Al Ma’un, Disertai Latin Beserta Terjemahnya
Sedangkan bagi pekerja/buruh yang masa kerjanya kurang dari 12 bulan diberikan secara proporsional sesuai dengan perhitungan masa kerja dibagi 12 bulan dikali satu bulan upah.
“Bagi pekerja/buruh yang bekerja berdasarkan perjanjian kerja harian, jika
pekerja/buruh telah mempunyai masa kerja 12 bulan atau lebih, upah satu bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima dalam 12 bulan terakhir. Jika pekerja/buruh mempunyai masa kerja kurang dari 12 bulan, upah satu bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima tiap bulan selama masa kerja,” bunyi angka 1 dan 2 pada point c SE THR yang ditandatangani Manaker Ida Fauziyah itu. ***


















