BANTENRAYA.COM – Dalam Islam, terdapat beberapa bulan yang diagungkan karena penuh keberkahan dan mulia, salah satunya ialah bulan Rajab.
Bulan Rajab merupakan salah satu bulan yang diagungkan dalam Islam, sehingga bulan Rajab terdapat banyak keberkahan di dalamnya.
Hal ini berkaitan dengan perintah untuk melakukan pahala sebanyak-banyaknya karena pahala akan dilipatgandakan pada bulan Rajab.
Baca Juga: Sinopsis Ikatan Cinta Hari Ini 1 Februari 2022: Reyna Diculik, Pemain Baru Gantikan Irvan?
Menurut Ustadz Abdul Somad ada 4 bulan yang mulia dan cocok untuk memperbanyak amalan yakni bulan Zulqodah, Zulhijjah, Muharram.
Pada bulan Rajab, umat Islam dilarang untuk berbuat zalim, baik pada diri sendiri maupun orang lain.
Inilah bukti kesucian bulan Rajab yang menjadi salah satu dari keempat bulan haram.
Bulan yang berada diujung menuju bulan Ramadan yakni bulan Rajab dan Syaban, dilansir BantenRaya.com dari youtube Taman (Surga.Net).
Sebagian ulama berpendapat puasa di bulan Rajab secara umum lebih utama daripada bulan lainnya yang bukan asyhhurul hurum.
أفضل الشهور للصوم بعد رمضان الأشهر الحرم. وأفضلها المحرم، ثم رجب، ثم الحجة، ثم القعدة، ثم شهر شعبان
Baca Juga: Heboh Ada Bagi-bagi Angpau di Vihara Avalokitesvara Kota Serang, Begini Penjelasan Humas Vihara
Bulan paling utama untuk ibadah puasa setelah Ramadan ialah bulan-bulan yang dimuliakan Allah dan Rasulnya. Yang paling utama ialah Muharram, kemudian Rajab, lalu Dzulhijjah, terus Dzulqa‘dah, terakhir bulan Sya‘ban.
Puasa di bulan Rajab secara umum juga memiliki hikmah mempersiapkan diri menghadapi Puasa Ramadan.
Namun, sekali lagi, tidak ada tuntunan di tanggal-tanggal tertentu melainkan puasa sunnah.
Ustadz Abdul Somad menyebutkan bahwa amalan berpuasa dibulan Rajab akan lebih banyak pahalanya. Bila anda mempunyai tunggakan puasa Ramadan yang belum terbayar maka di bulan Rajab lah anda bisa melakukan puasa qadha.
Baca Juga: Kasus Covid-19 di Banten Melonjak, IDAI Rekomendasikan PTM Diganti PJJ
“Kesempatan yang paling hebat mengganti puasa wajib Ramadan adalah di bulan Rajab,” demikian kata Ustadz Abdul Somad dalam ceramahnya.
“Kalau memang puasa wajib yang harus digantinya banyak mulailah dari awal bulan Rajab, misal puasa qadla di bulan Rajab 10 hari berturut turut,” ujar ustadz kondang tersebut.
“Pasalnya pahala dobel karena bulan Rajab penuh dengan hikmah.
Baca Juga: Beda Omicron dengan Flu Biasa
إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُورِ عِندَ ٱللَّهِ ٱثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِى كِتَٰبِ ٱللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ مِنْهَآ أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا۟ فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ ۚ وَقَٰتِلُوا۟ ٱلْمُشْرِكِينَ كَآفَّةً كَمَا يُقَٰتِلُونَكُمْ كَآفَّةً ۚ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلْمُتَّقِينَ
Artinya: “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” ( Q. S. At Taubah: 36)
Berdasarkan ayat di tersebut, dapat kita ketahui bahwa bulan Rajab memiliki makna yang begitu istimewa bagi umat Islam.
Bulan Rajab untuk tahun 2022 ini akan dimulai pada Rabu 2 Februari 2022, jadi kita bisa lakukan segera untuk melakukan puasa qadla di bulan Rajab, karena pahalanya sangat berlimpah.
Baca Juga: Sepakat Bakal Undang Mantan ke Pernikahan, Venna Melinda dan Ferry Irawan Ungkap Alasannya
Inilah 4 amalan yang bisa dilakukan di Bulan Rajab diantaranya sebagai berikut;
1. Doa memasuki bulan rajab
Doa memasuki bulan Rajab seperti dianjurkan Rasulullah SAW adalah:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Allâhumma bârik lanâ fî rajaba wasya‘bâna waballighnâ ramadlânâ
Baca Juga: Begini Kasarnya Kata-Kata Customer Gojek di Cirebon yang Menyebabkan Digeruduk Ojol
Artinya: Duhai Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan.
الله في الفردوس قصرا مد بصره
“Nabi Muhammad saw bersabda, siapa yang melapangkan kesulitan seorang mukmin di bulan Rajab, maka Allah Ta’ala akan memberikan istana di surga Firdaus seluas pandangan matanya.”
Hadirnya bulan rajab yang menyapa hamba merupakan isyarat dan kesempatan agar setiap hamba meningkatkan seluruh amalnya termasuk di dalamnya bersedekah.
2.istigfar
Bulan rajab disebut “syahr al-istigfar”, maka perbanyaklah istigfar di bulan ini, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Baca Juga: Bilang Goblog dan Beri Bintang Satu, Warga Cirebon Ini Digeruduk Ratusan Ojol
Rajab artinya ‘mencurahkan,’ karena pada bulan rajab, Allah Ta’ala mencurahkan rahmat-Nya kepada umat-Nya. Setiap manusia mempunyai salah dan khilaf, maka perbanyaklah memohon ampun di bulan ini.
Diriwayatkan oleh Ibn Abi Hatim dari ibn Zaid, firman Allah Ta’ala, “janganlah kalian berbuat zalim terhadap diri sendiri di bulan haram,” maksudnya adalah perbuatan maksiat dan meninggalkan ketaatan.
3. Bersedekah
Salah satu jalan yang ditempuh oleh “para salik” untuk mencapai kemuliaan adalah bersedekah. Namun yang paling utama adalah memilih waktu yang mulia untuk bersedekah. Dan salah satu bulan yang mulia untuk memperbanyak amal soleh termasuk bersedekah adalah Bulan Rajab.
Baca Juga: Ribut-ribut SDIT Tak Liburkan Murid Saat Imlek, Begini Isi Obrolan Orang Tua dengan Kepala Sekolah
قال النبي صلى الله عليه وسلم : من تصدق في رجب باعده الله من النار كمقدار غراب طار فرخا حتى مات هرما
“Nabi Muhammad saw bersabda, siapa yang sedekah di bulan Rajab maka Allah Ta’ala menjauhkan dirinya dari neraka sejauh jarak terbang seekor burung elang yang terbang dari kecil hingga mati.”
4.Memperbanyak selawat
Memperbanyak baca shalawat kepada Rasulullah SAW di bulan Rajab berganjar tambahan pahala di sisi Allah SWT.
Baca Juga: Kabar Duka! Mantan Ketua PWI Pusat Margiono Meninggal Dunia?
Hal ini seperti dijelaskan Syeikh Usman bin Hasan Al Khaubari dalam Durratun Nashihin.
Pada kitab tersebut, Syeikh Usman menukil hadis yang menjelaskan perbincangan Rasulullah SAW dengan Malaikat Jibril.
Pada malam Mi’raj, saya melihat sungai yang airnya lebih manis dari madu, lebih dingin dibanding salju, lebih wangi dibanding minyak misik.
Kemudian saya bertanya kepada Malaikat Jibril, untuk siapa ini?’ Jibril menjawab, ‘Untuk orang yang membaca shalawat kepadamu di bulan Rajab.
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. al-Ahzab/33: 56).
Nah setelah memasuki bulan Rajab jangan kita sia-sia kan puasa yang disarankan salah satunya puasa diawal Rajab dan juga puasa sunnah Ayyamul Bidh.***




















