BANTENRAYA.COM – Sebuah Rumah tahan gempa yang dibangun Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di di Kampung Pasir Tariti, Kelurahan Muara Ciujung Timur, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, selesai dibangun.
Rumah tahan gempa dengan nilai Rp500 juta ini diharapkan menjadi ajang edukasi sekaligus dicontoh oleh masyarakat untuk mengantisipasi kerusakan lebih parah saat terjadi gempa.
Agar nyaman dikunjungi masyarakat, maka tepat disampung Rumah tahan gempa disediakan lahan parkir yang cukup luas.
Asisten Daerah (Asda) II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Lebak, Ajis Suhendi kepada Banten Raya membenarkan, bila proses pembangunan rumah tahan getaran gempa yang akan menjadi percontohan bagi masyarakat Lebak, kini telah rampung, serta tinggal menunggu penyerahan asetnya dari BRIN ke Pemkab Lebak.
Baca Juga: Sepanjang 2021, Pemohon Kartu Kuning ke Dinas Tenaga Kerja Lebak Capai 9.699 Orang
“Penyerahan asetnya, kemungkinan secepatnya, sehingga dibulan Januari 2022, Pemkab sudah bisa membuka kunjungan untuk mengedukasi rumah percontohan tersebut,”ujar Ajis, kemarin.
Ditambahkannya, agar bisa diimplementasikan oleh masyarakat, maka rumah percontohan tahan getaran gempa tersebut dibangun dua lantai, serta jenisnya minimalis, diatas tanah seluas 7×7 M2.
“Dengan jenis rumah yang minimalis, serta berlantai dua, maka biaya pembuatannya bisa terjangkau. Bahkan pihak BRIN sendiri hanya menghabiskan biaya Rp 500 juta dengan hasil bangunan rumah yang memuaskan dan tampak terlihat modern,” kata Ajis.
Rahmat Senoaji, warga Rangkasbitung yang mengaku ingin sekali memiliki rumah tahan getaran gempa, mengatakan akan segera melihat langsung, untuk mempertanyakan tekhnik pembangunan rumah percontohan tersebut.
Baca Juga: Minum Ramuan Ini Darah Tinggi Stabil, Maag, Kolesterol, dan Asam Urat Minggat Kata dr Zaidul Akbar
“Kalau sudah dibuka, serta diperbolehkan Pemkab, maka saya akan secepatnya datang ke rumah tahan getaran gempa tersebut,”kata Rahmat.***



















