BANTENRAYA.COM – SDIT Al Muhajirin Cilegon menyelenggarakan kegiatan Pesantren Ramadan 1447 Hijriyah pada Senin-Rabu, 9 hingga 11 Maret 2026.
Pada puncak acara, Rabu, 11 Maret 2026, kegiatan dirangkaikan dengan buka puasa bersama serta Masa Bimbingan Iman dan Takwa atau Mabit sebagai bagian dari program pembinaan karakter murid.
Rangkaian lain pada momen ini berupa bakti sosial untuk anak yatim dan dhuafa di lingkungan sekolah serta donasi untuk Palestina.
Hadir pada kesempatan itu, pengurus yayasan Al-Muhajirin, perwakilan orang tua murid, para alumni, serta pendongeng nasional yang turut memberikan kontribusi dalam rangkaian acara.
Kehadiran para tamu undangan menjadi bentuk dukungan terhadap komitmen sekolah dalam membangun generasi yang beriman dan berakhlakul karimah.
BACA JUGA: Tiga Bulan Anggaran Sekolah Gratis Belum Dibayar, Dindikbud Banten Dinilai Tidak Profesional
Selama pelaksanaan Pesantren Ramadan, para siswa mengikuti berbagai materi keislaman yang disesuaikan dengan jenjang kelas.
Kepala SDIT Al Muhajirin Ubay Fahmi mengatakan, materi yang disampaikan dalam Pesantren Ramadan meliputi penguatan akhlak, pemahaman tentang keutamaan ibadah puasa, praktik ibadah yang benar, serta pembiasaan tilawah Al-Qur’an.
“Seluruh guru berperan aktif sebagai pembimbing dan pemateri guna memastikan kegiatan berjalan secara efektif dan edukatif,” katanya.
Ubay menjelaskan, Pesantren Ramadan merupakan agenda rutin yang bertujuan menanamkan nilai-nilai keislaman secara komprehensif kepada peserta didik.
“Ramadan menjadi momentum strategis untuk memperkuat karakter, kedisiplinan, serta semangat beribadah murid sejak usia dini,” ucapnya.
BACA JUGA: Sekolah Swasta di Kabupaten Serang Bakal Buka Pelayanan Adminduk
Rangkaian kegiatan semakin bermakna dengan dilaksanakannya buka puasa bersama yang melibatkan siswa, guru, tenaga kependidikan, serta para tamu undangan sebagai bentuk penguatan spiritual sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga sekolah.
Dalam kegiatan Mabit, para alumni SDIT Al-Muhajirin Cilegon turut memberikan materi khusus kepada siswa kelas VI. Materi tersebut berfokus pada motivasi belajar, persiapan menghadapi jenjang pendidikan selanjutnya, serta pentingnya menjaga iman dan akhlak di masa remaja.
“Keterlibatan alumni diharapkan dapat menjadi inspirasi sekaligus teladan bagi para siswa,” ujar Ubay.
Sementara itu, pendongeng nasional yang diundang juga menyampaikan materi kepada siswa kelas I hingga kelas VI melalui metode dongeng edukatif yang sarat dengan pesan moral dan nilai-nilai Islami.
“Alhamdulillah, dongeng yang interaktif disambut antusias oleh para siswa,” tutur Ubay.
BACA JUGA: Sekolah Swasta di Kabupaten Serang Bakal Buka Pelayanan Adminduk
Melalui pelaksanaan Pesantren Ramadan, buka puasa bersama, dan Mabit, Ubay menyampaikan bahwa SDIT Al-Muhajirin Cilegon menegaskan komitmennya dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kokoh dalam iman dan takwa.***

















