BANTENRAYA.COM – Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah mengimbau kepada para orang tua untuk membatasi penggunaan gadget pada anak untuk meminimalisir dampak negatifnya.
Imbauan itu disampaikan Bupati Serang saat menghadiri kegiatan pesantren Ramadan ramah anak yang diikuti oleh puluhan siswa dari berbagai lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kabupaten Serang, di Aula TB Suwandi, Setda kabupaten Serang, Kamis 5 Maret 2026.
Zakiyah mengatakan, pembatasan penggunaan gadget tersebut merupakan pendidikan karakter yang harus dilaksanakan oleh orangtua terhadap anaknya.
BACA JUGA: Arema FC Vs Bali United, Singo Edan Bertekad Kalahkan Serdadu Tridatu Demi Perbaiki Rekor Pertemuan
“Sekarang transformasi begitu pesat. Maka tadi saya imbau kepada para orang tua murid untuk menjaga anak-anaknya dan membatasi durasi penggunaan gadget kepada anak,” ujarnya .
Wanita yang juga sebagai Bunda Paud itu menjelaskan, konten yang dilihat oleh anak juga harus diawasi dengan serius supaya tontonan yang dilihat berkualitas dan berdampak positif.
“Karena ini anak usia dini, maka Kita harus betul-betul maksimal mengawasi. Kemudian lakukan interaksi sesering mungkin dengan anak sehingga anak tidak merasa kehilangan kasih sayang,” katanya
BACA JUGA: Siap-Siap War Tiket! Ini Tata Cara Daftar Program Mudik Gratis Dari Aplikasi Cilegon Juare
Zakiyah menuturkan, pesantren Ramadan ramah anak tersebut merupakan kegiatan perdana Pemkab Serang bersama Yayasan Pendidikan Muslimat Nadhlatul Ulama untuk membangun karakter yang baik dan Islami pada anak.
“Materi yang disampaikan pasti banyak kaitannya dengan pembentukan karakter yang baik, menjaga akhlakul karimah, terus mereka juga diajarkan amaliah untuk tata cara beribadah dan budi pekerti yang baik,” jelasnya.
Ketua Pelaksana Pesantren Ramadan Ramah Anak Titin Prihatini mengatakan, kegiatan tersebut sudah berjalan sejak 2 Maret 2026 dengan 17 rangkaian kegiatan.
“Mudah-mudahan kegiatan ini membawa keberkahan terutama untuk anak-anak usia dini di Kabupaten Serang. Ramadan tidak menjadi kendala untuk sama-sama belajar kemudian lepas dari gadget dalam satu hari ini,” ujarnya.
Pihaknya juga akan berupaya melaksanakan arahan Bupati Serang untuk memberikan batas kepada anak-anak dalam bermain gadget ketika berada di lingkungan sekolah.
“Sesuai dengan arahan Bupati tadi bahwa bahaya gadget itu harus pelan-pelan kita hindari. Kami dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Alhamdulillah sinergitasnya cukup tinggi,” katanya. ***















