BANTENRAYA.COM– Pemerintah Desa Terate, Kecamatan Kramatwatu menggeluti usaha budidaya ikan nila merah sebagai program ketahanan pangan.
Budidaya ikan nila merah tersebut dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Cipta Karya Terate untuk menciptakan perputaran ekonomi di desa.
Direktur BUMDes Cipta Karya Terate Ari Maulana mengatakan, budidaya ikan nila sudah dijalani sejak September 2025 dengan membuat 19 jaring apung.
BACA JUGA: Masjid Agung Kota Cilegon Siapkan Fasilitas Iktikaf 10 Hari Terakhir Ramadan
“Mulai proses pekerjaan Agustus 2025 dan mulai budidaya September 2025. Kurang lebih ada 12 ribu ekor ikan nila merah yang kami budidayakan,” ujarnya, Selasa 3 Maret 2026.
Dalam membudidayakan ikan nila merah tersebut, pengelola BUMDes sangat memperhatikan kebutuhan makanan dan kadar air yang tepat dan sehat.
“Kami mencoba mengelola ikan ini dengan begitu teliti, mulai dari pemberian pakan, perawatan, dan panen kita perhatikan dengan baik. Ini dilakukan supaya hasilnya benar-benar bagus,” katanya
Pihaknya juga mencoba berinovasi untuk mengembangkan budidaya melalui sistem bioflok untuk mengurangi beban biaya pakan yang dinilai sangat tinggi.
“Karena sistem tradisional ini kebutuhan pakannya sangat tinggi akhirnya kami mempelajari sistem bioflok. Kita uji coba sistem bioflok ini yang dikelola oleh masyarakat, jika berhasil kita akan tiru,” jelasnya.
Selain membudidayakan ikan nila, BUMDes Cipta Karya Terate juga membuka usaha di bidang penyaluran tenaga kerja dengan sistem outsourcing.
“Kita juga ada unit jasa usaha dan perdagangan, ini unit baru dan kita bekerja sama dengan salah satu perusahaan swasta yang ada disekitar Desa Terate,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Desa Terate Khotibul Umam menjelaskan, BUMDes Cipta Karya Terate memiliki dua unit usaha yang sedang dikembangkan yakni bidang ketahanan pangan dan bidang jasa, usaha, dan perdagangan.
“Yang baru berjalan dengan baik itu di bidang ketahanan pangan, kita akan coba merancang strategi untuk menjalankan bidang usaha yang kedua itu,” ujarnya. (andika) ***















