BANTENRAYA.COM – Pemerintah Kanada kembali membuka kesempatan emas bagi mahasiswa Indonesia melalui program Global Affairs Canada bertajuk Canada-ASEAN Scholarships and Educational Exchanges for Development atau SEED-2.
Program ini menyasar mahasiswa S1, S2, dan S3 dari negara-negara ASEAN untuk menjalani studi singkat maupun riset jangka pendek di berbagai universitas di Kanada pada tahun akademik 2026–2027.
Program SEED-2 dirancang untuk mendukung implementasi Agenda 2030 dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Selain memperkuat kapasitas akademik mahasiswa, inisiatif ini juga bertujuan mengurangi kemiskinan di kawasan ASEAN serta mempererat hubungan masyarakat Kanada dan Indo-Pasifik.
Durasi program berlangsung antara empat hingga delapan bulan. Penerima beasiswa akan mendapatkan pendanaan sebesar 10.200 dolar Kanada untuk empat bulan, 12.700 dolar Kanada untuk lima bulan, dan 15.900 dolar Kanada untuk delapan bulan.
BACA JUGA : Berprestasi, Mahasiswa Unsera dapat Penghargaan
Dana tersebut mencakup biaya visa atau izin studi, tiket pesawat, asuransi kesehatan, biaya hidup, transportasi darat, hingga buku dan perlengkapan studi.
Program ini berbasis kolaborasi antarperguruan tinggi. Artinya, mahasiswa Indonesia tidak dapat mendaftar secara langsung.
Aplikasi harus diajukan oleh universitas di Kanada melalui sistem MyEduCanada, setelah ada kerja sama resmi dengan kampus asal di Indonesia.
Biaya kuliah di kampus tujuan juga harus dibebaskan melalui skema tuition waiver.
Mahasiswa yang ingin mendaftar wajib merupakan warga negara ASEAN dan terdaftar penuh waktu di perguruan tinggi asal.
Kandidat tidak boleh memiliki status kewarganegaraan atau permanen residen Kanada, serta belum pernah menerima beasiswa dari Pemerintah Kanada sebelumnya dalam program serupa.
BACA JUGA : Brunei Beri Beasiswa Penuh Tahun 2026–2027, Mahasiswa Indonesia Segera Merapat
Batas waktu pengajuan aplikasi oleh perguruan tinggi Kanada ditetapkan hingga 24 Maret 2026. Peserta yang lolos seleksi akan diberangkatkan mulai 1 Agustus 2026 hingga paling lambat 1 Februari 2027.
Bagi mahasiswa yang bercita-cita memperluas jejaring internasional dan terlibat dalam riset berdampak global, kesempatan ini patut dimanfaatkan. (***)
















