BANTENRAYA.COM – Pemerintah Desa Pamengkang, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, membudidaya 1.000 ekor bebek sebagai program ketahanan pangan (Ketapang) desa.
Walaupun sempat dikelola oleh pihak desa namun saat ini budidaya dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Berkah Sentosa Jaya.
Bendahara Desa Pamengkang Saprani mengatakan, budidaya bebek pernah dilaksanakan pada tahun 2022 sebagai langkah untuk melakukan pemberdayaan masyarakat.
“Program ketapang dengan budidaya bebek ini dimulai sejak tahun 2022, kemudian tahun 2023 kita pelihara kerbau. Pada tahun 2024 kita tidak ada pemberdayaan, karena fokus kita pembangunan fisik,” ujarnya, Rabu 25 Februari 2026.
Dari 1.000 ekor bebek yang dibudidayakan itu, terbagi menjadi 500 ekor bebek petelur dan 500 ekor bebek pedaging.
BACA JUGA : Sate Bebek Cibeber Makanan Khas Kota Cilegon Jadi Warisan Budaya Nasional
“Budidaya bebek baru kita mulai lagi. Kalau kerbau sekarang ada satu dan dipelihara oleh warga, ketika sudah panen itu kita ambil lagi. Untuk perawatannya setiap sebulan sekali diperiksa,” katanya.
Saprani menuturkan, beberapa ekor bebek juga meninggal saat terjadinya bencana banjir pada awal Januari yang lalu.
“Kita baru mulai lagi tapi terkena banjir jadi bebeknya pada mati. Karena bebek petelur itu sensistif saat musim hujan jadi belum bisa bertelur,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, telur bebek yang dihasiilkan nantinya akan diserahkan kepada warga yang memproduksi telur asin yang ada di desanya.
“Karena masyarakat kita banyak yang membuat telur asin, jadi kita enggak cukup sulit memasarkannya. Jadi roda ekonomi yang ada di desa juga bisa berputar,” paparnya.
Pihaknya juga sering menggelar pelatihan pembuatan telur asin dan budidaya bebek supaya masyarakat tertarik untuk mengembangkan usahanya.
BACA JUGA : Pondok Makan Nong Viny, Sate Bebek Khas Cibeber yang Wajib Dicoba Saat ke Cilegon
“Karena masyarakat sekarang tahunya bebek yang dikelola itu milik kepala desa padahal bukan. Makanya kita gelar pelatihan supaya mereka tertarik bisnis budidaya bebek,” tuturnya.
Sekretaris BUMDes Berkah Sentosa Jaya Safei mengatakan, saat ini telur bebek yang dihasilkan 20 butir perharinya karena belum memasuki usia produkstif.
“Per hari 20 telurnya, dan kalau musim hujan mulai menurun kaena bebeknya masih belajar bertelur. Kita masih menuggu usia produktifnya,” ujarnya. (***)















