Rabu, 11 Februari 2026
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
Rabu, 11 Februari 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

Software dan Hardware pada Sistem Tertanam

Oleh: Ade Sumaedi, S.T., M.Kom., Dosen Program Studi Sistem Komputer S1 PSDKU Kampus Serang

Administrator Oleh: Administrator
10 Februari 2026 | 06:00
sistem tertanam

Sistem tertanam menurut Ade Sumaedi, ST., M.Kom. (Dok. Pribadi)

Bagikan Ke WhatsAppBagikan Ke FacebookBagikan Ke TwitterBagikan Ke Telegram

BANTENRAYA.COM – Sistem tertanam atau embedded system telah menjadi fondasi utama dalam perkembangan teknologi modern, terutama dalam era digital yang menuntut segala sesuatu berjalan secara otomatis, cepat, dan terintegrasi. Sistem tertanam dapat dipahami sebagai sistem komputer khusus yang dirancang untuk menjalankan fungsi tertentu di dalam sebuah perangkat atau sistem yang lebih besar. Berbeda dengan komputer serbaguna yang digunakan untuk berbagai keperluan, sistem tertanam memiliki tujuan yang spesifik dan terfokus, misalnya untuk mengontrol mesin, membaca data sensor, mengatur proses produksi, atau mengelola komunikasi antar perangkat. Dalam praktiknya, sistem tertanam tidak selalu terlihat secara langsung oleh pengguna, karena biasanya tertanam di dalam perangkat seperti mesin cuci, AC, kamera digital, kendaraan bermotor, peralatan medis, hingga sistem otomasi industri.

Keberadaan sistem tertanam tidak hanya berperan sebagai alat bantu, tetapi telah menjadi komponen inti dalam berbagai sistem kritis. Pada kendaraan modern, misalnya, sistem tertanam mengatur fungsi pengereman, pengapian mesin, pengendalian emisi, serta sistem keselamatan seperti airbag dan ABS. Pada sektor kesehatan, sistem tertanam digunakan dalam alat pemantau detak jantung, mesin ventilator, hingga peralatan diagnostik. Hal ini menunjukkan bahwa sistem tertanam tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan, tetapi juga berkaitan langsung dengan keselamatan dan kualitas hidup manusia. Oleh karena itu, perancangan sistem tertanam harus dilakukan secara cermat dengan mempertimbangkan aspek keandalan, keamanan, serta kemampuan sistem untuk bekerja secara stabil dalam jangka waktu yang panjang.

Karakteristik utama dari sistem tertanam terletak pada sifatnya yang terdedikasi, real-time, serta memiliki keterbatasan sumber daya. Sistem tertanam biasanya dirancang untuk menjalankan satu atau beberapa fungsi tertentu secara terus-menerus tanpa memerlukan interaksi langsung dari pengguna. Selain itu, banyak sistem tertanam yang bekerja dalam kondisi real-time, artinya sistem harus mampu merespons suatu peristiwa dalam batas waktu tertentu. Misalnya, pada sistem kendali suhu, keterlambatan dalam merespons perubahan suhu dapat menyebabkan kerusakan perangkat atau menurunkan kenyamanan pengguna. Keterbatasan sumber daya juga menjadi ciri khas, karena sistem tertanam umumnya menggunakan memori dan daya yang relatif kecil, sehingga menuntut perancangan perangkat lunak yang efisien dan optimal.

BACA JUGA: Cadangan Pangan Pemerintah Daerah Kota Serang Tersisa 71,6 Ton Karena Banyak Permintaan 

Arsitektur Sistem Tertanam

Dari sisi arsitektur, sistem tertanam terdiri atas beberapa komponen utama yang saling terintegrasi. Komponen tersebut meliputi unit pemrosesan, memori, perangkat input-output, serta sistem perangkat lunak. Unit pemrosesan berfungsi sebagai otak sistem yang menjalankan instruksi program. Memori digunakan untuk menyimpan data dan kode program. Perangkat input-output memungkinkan sistem berinteraksi dengan lingkungan, misalnya melalui sensor sebagai input dan aktuator sebagai output. Sementara itu, perangkat lunak bertugas mengatur alur kerja sistem sesuai dengan tujuan perancangan. Keseluruhan komponen ini dirancang dalam satu kesatuan yang kompak dan efisien, sehingga mampu bekerja secara mandiri tanpa memerlukan sistem tambahan.

Perangkat keras merupakan elemen penting dalam sistem tertanam karena menjadi fondasi fisik tempat seluruh proses komputasi berlangsung. Salah satu komponen utama dalam perangkat keras sistem tertanam adalah mikrokontroler. Mikrokontroler merupakan sebuah chip yang di dalamnya telah terintegrasi unit pemrosesan, memori, serta berbagai periferal input-output. Penggunaan mikrokontroler memungkinkan perancangan sistem yang lebih sederhana, hemat biaya, dan hemat energi. Selain mikrokontroler, terdapat pula mikroprosesor yang biasanya digunakan pada sistem tertanam dengan kebutuhan komputasi lebih tinggi, seperti sistem multimedia atau perangkat jaringan. Perbedaan utama antara mikrokontroler dan mikroprosesor terletak pada tingkat integrasi dan tujuan penggunaannya.

Unit pemrosesan dalam sistem tertanam bertanggung jawab terhadap eksekusi instruksi program. Unit ini dapat berupa CPU sederhana dengan arsitektur tertentu, seperti RISC atau CISC. Pemilihan arsitektur sangat memengaruhi kinerja dan efisiensi sistem. Arsitektur RISC umumnya lebih sederhana dan hemat daya, sedangkan CISC menawarkan kemampuan instruksi yang lebih kompleks. Selain itu, perkembangan teknologi telah melahirkan berbagai arsitektur modern seperti ARM yang banyak digunakan pada sistem tertanam karena menawarkan keseimbangan antara kinerja dan konsumsi daya. Unit pemrosesan ini bekerja dengan kecepatan tertentu yang diukur dalam satuan Hertz, dan kecepatan tersebut harus disesuaikan dengan kebutuhan aplikasi.

BACA JUGA: Incar Karier Global Lewat Beasiswa S2 VU Amsterdam, Mahasiswa Indonesia Punya Peluang Besar

Memori merupakan komponen penting lainnya yang berfungsi menyimpan data dan program. Dalam sistem tertanam, memori biasanya terbagi menjadi memori non-volatile seperti ROM atau Flash untuk menyimpan program, serta memori volatile seperti RAM untuk menyimpan data sementara. Kapasitas memori pada sistem tertanam relatif kecil dibandingkan komputer umum, sehingga pengembang harus mampu mengelola penggunaan memori secara efisien. Penggunaan memori yang tidak optimal dapat menyebabkan sistem menjadi lambat, tidak stabil, atau bahkan gagal berfungsi. Oleh karena itu, pemahaman tentang manajemen memori menjadi salah satu kompetensi penting dalam pengembangan sistem tertanam.

Perangkat input-output memungkinkan sistem tertanam berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Input dapat berupa sensor suhu, sensor cahaya, sensor tekanan, atau tombol. Output dapat berupa LED, motor, relay, layar, atau perangkat aktuator lainnya. Melalui perangkat ini, sistem tertanam mampu membaca kondisi lingkungan dan memberikan respons sesuai dengan logika yang telah diprogram. Misalnya, pada sistem irigasi otomatis, sensor kelembaban tanah digunakan sebagai input untuk menentukan apakah pompa air perlu diaktifkan atau tidak. Proses ini berlangsung secara otomatis tanpa campur tangan manusia.

Power supply atau catu daya menjadi aspek krusial karena menentukan stabilitas dan keberlangsungan operasi sistem tertanam. Sistem tertanam dapat menggunakan sumber daya dari baterai, adaptor, atau sumber listrik langsung. Pemilihan power supply harus disesuaikan dengan kebutuhan daya sistem dan kondisi lingkungan. Pada perangkat portabel, efisiensi energi menjadi faktor utama karena keterbatasan kapasitas baterai. Oleh karena itu, perancangan sistem tertanam harus memperhatikan teknik penghematan daya, seperti penggunaan mode tidur atau pengaturan frekuensi kerja prosesor.

BACA JUGA: Diteriaki 2 Periode oleh Kader Gerindra Kota Serang, Budi Rustandi: Saya Tidak Pernah Berpikir Untuk 2 Periode

Interface komunikasi memungkinkan sistem tertanam berkomunikasi dengan perangkat lain. Komunikasi dapat dilakukan melalui berbagai protokol, baik secara serial maupun paralel. Protokol komunikasi yang umum digunakan antara lain UART, SPI, I2C, CAN, dan Ethernet. Pemilihan protokol bergantung pada kebutuhan kecepatan, jarak, serta jumlah perangkat yang terhubung. Melalui interface komunikasi, sistem tertanam dapat membentuk jaringan yang memungkinkan pertukaran data secara real-time, sehingga mendukung konsep sistem terdistribusi dan IoT.

Selain perangkat keras, perangkat lunak juga memiliki peran yang sangat penting dalam sistem tertanam. Perangkat lunak menentukan bagaimana sistem bekerja, merespons input, serta mengendalikan output. Firmware merupakan jenis perangkat lunak dasar yang langsung berinteraksi dengan perangkat keras. Firmware biasanya ditanamkan langsung ke dalam memori non-volatile dan jarang diubah. Di atas firmware, terdapat sistem operasi tertanam atau RTOS yang berfungsi mengatur penjadwalan tugas, manajemen memori, serta komunikasi antar proses. Penggunaan RTOS sangat penting pada sistem yang membutuhkan respons real-time dan memiliki banyak tugas yang berjalan secara bersamaan.

Bahasa pemrograman yang digunakan dalam sistem tertanam umumnya adalah bahasa tingkat rendah seperti C atau C++. Bahasa ini dipilih karena memberikan kontrol penuh terhadap perangkat keras serta menghasilkan kode yang efisien. Selain itu, terdapat pula bahasa tingkat tinggi seperti Python atau Java yang mulai digunakan pada sistem tertanam modern dengan kemampuan komputasi lebih besar. Pemilihan bahasa pemrograman harus mempertimbangkan kebutuhan kinerja, kemudahan pengembangan, serta ketersediaan pustaka pendukung.

Integrated Development Environment atau IDE mempermudah proses pengembangan perangkat lunak sistem tertanam. IDE menyediakan berbagai fitur seperti editor kode, compiler, debugger, serta simulator. Dengan menggunakan IDE, pengembang dapat menulis, menguji, dan memperbaiki program secara lebih efisien. Proses debugging sangat penting karena kesalahan kecil pada sistem tertanam dapat menyebabkan sistem tidak berfungsi atau memberikan hasil yang tidak sesuai.

Driver perangkat keras berfungsi sebagai penghubung antara perangkat lunak dan perangkat keras. Driver memungkinkan sistem operasi atau aplikasi berkomunikasi dengan perangkat fisik tanpa harus mengetahui detail teknis perangkat tersebut. Dengan adanya driver, pengembang dapat lebih fokus pada pengembangan logika aplikasi tanpa harus menangani langsung detail komunikasi perangkat keras. Hal ini meningkatkan efisiensi dan modularitas dalam pengembangan sistem.

Protokol komunikasi dalam sistem tertanam tidak hanya mencakup komunikasi antar perangkat fisik, tetapi juga komunikasi dalam jaringan. Pada era IoT, sistem tertanam sering kali terhubung dengan server melalui protokol seperti MQTT, HTTP, atau CoAP. Protokol ini memungkinkan pertukaran data secara efisien dan aman. Melalui jaringan, data yang dikumpulkan oleh sistem tertanam dapat dianalisis untuk berbagai keperluan, seperti pemantauan, prediksi, dan pengambilan keputusan.

Implementasi sistem tertanam dapat ditemukan di berbagai sektor kehidupan. Pada sektor perumahan, sistem tertanam digunakan dalam konsep rumah pintar. Lampu otomatis, sistem keamanan, pengatur suhu, dan perangkat hiburan merupakan contoh penerapan sistem tertanam yang meningkatkan kenyamanan dan efisiensi energi. Pengguna dapat mengontrol perangkat melalui aplikasi smartphone, sehingga memberikan fleksibilitas dan kemudahan dalam pengelolaan rumah.

BACAJUGA:

wemos

Mikrokontroler Wemos dan Sensor Suhu DHT22 Sebagai Alat untuk Mengontrol dan Memonitoring Suhu Ruangan Berbasis Internet of Things

10 Februari 2026 | 06:30
konservasi pohon langka

FPLI Gandeng Lintas Generasi untuk Ikut Aksi Nyata Konservasi Pohon Langka di Gunung Tilu Kuningan Jawa Barat

2 Februari 2026 | 17:32
penyiaran

Menagih Kembali Revisi UU Penyiaran

27 Januari 2026 | 12:10
mahasiswa

Mahasiswa Teknik Lingkungan Nilai AMPAL Banten Tidak Fokus Bahas Dampak Lingkungan

17 Januari 2026 | 17:40

Pada sektor industri, sistem tertanam menjadi tulang punggung otomasi produksi. Mesin-mesin produksi dikendalikan oleh sistem tertanam yang mampu bekerja secara presisi dan konsisten. Penggunaan sistem tertanam dalam industri meningkatkan produktivitas, mengurangi kesalahan manusia, serta meningkatkan keselamatan kerja. Selain itu, sistem tertanam memungkinkan pengumpulan data produksi secara real-time yang dapat digunakan untuk analisis kinerja dan perencanaan strategi.

Pada sektor komersial, sistem tertanam digunakan dalam berbagai layanan, seperti mesin ATM, sistem parkir otomatis, perangkat kasir, dan sistem logistik. Keberadaan sistem tertanam mempercepat proses layanan dan meningkatkan akurasi data. Dalam dunia bisnis yang kompetitif, efisiensi dan kecepatan menjadi faktor penting, sehingga sistem tertanam menjadi investasi strategis bagi banyak perusahaan.

Meskipun menawarkan banyak manfaat, implementasi sistem tertanam juga menghadapi berbagai tantangan. Tantangan utama meliputi keterbatasan sumber daya, kompleksitas integrasi, serta masalah keamanan. Keterbatasan sumber daya menuntut pengembang untuk merancang sistem yang efisien dari segi penggunaan memori dan daya. Kompleksitas integrasi muncul ketika sistem tertanam harus berinteraksi dengan berbagai perangkat dan protokol yang berbeda. Sementara itu, masalah keamanan menjadi semakin penting seiring meningkatnya konektivitas sistem tertanam dengan jaringan internet.

Di sisi lain, sistem tertanam juga menawarkan peluang besar. Perkembangan teknologi sensor, jaringan, dan kecerdasan buatan membuka peluang baru dalam pengembangan sistem tertanam yang lebih cerdas dan adaptif. Sistem tertanam masa depan tidak hanya mampu menjalankan fungsi dasar, tetapi juga mampu belajar dari data dan menyesuaikan perilaku sesuai dengan kondisi lingkungan. Hal ini membuka potensi besar dalam bidang kesehatan, transportasi, energi, dan berbagai sektor lainnya.

Dalam konteks pendidikan, pemahaman tentang sistem tertanam menjadi kompetensi penting bagi mahasiswa dan praktisi teknologi. Melalui kegiatan perancangan dan perakitan proyek, peserta didik dapat memahami secara langsung bagaimana teori diterapkan dalam praktik. Proses perancangan proyek melibatkan analisis kebutuhan, pemilihan komponen, serta perancangan arsitektur sistem. Setelah itu, dilakukan perakitan perangkat keras dan pengembangan perangkat lunak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan.

Tahap pemrograman kode menjadi inti dari proses pengembangan sistem tertanam. Pada tahap ini, pengembang menulis logika program yang menentukan perilaku sistem. Program kemudian diunggah ke perangkat dan diuji untuk memastikan bahwa sistem bekerja sesuai dengan harapan. Proses pengujian sangat penting untuk mendeteksi kesalahan dan memastikan keandalan sistem. Jika ditemukan masalah, dilakukan perbaikan dan pengujian ulang hingga sistem berfungsi dengan baik.

Simulasi proyek prototipe memungkinkan pengembang untuk menguji sistem dalam lingkungan virtual sebelum diterapkan secara nyata. Simulasi membantu mengurangi risiko kegagalan dan menghemat biaya pengembangan. Selain itu, simulasi juga memungkinkan eksplorasi berbagai skenario tanpa harus merakit ulang perangkat keras. Setelah sistem terbukti stabil, prototipe dapat dikembangkan lebih lanjut atau diterapkan pada skala yang lebih besar.

Secara keseluruhan, sistem tertanam merupakan bidang yang sangat penting dan terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi. Integrasi antara perangkat keras dan perangkat lunak memungkinkan terciptanya sistem otomatis yang efisien, andal, dan adaptif. Meskipun menghadapi berbagai tantangan, peluang yang ditawarkan oleh sistem tertanam sangat besar dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam tentang konsep, arsitektur, serta implementasi sistem tertanam menjadi kunci dalam menghadapi era digital yang semakin kompleks dan terhubung. Dari beberapa penjelasan diatas kita bisa mempelajari lebih lanjut melalui Buku Referensi yang sudah berhasil punulis publikasi: https://www.gemilangpress.com/product/software-dan-hardware-pada-sistem-tertanam/ & https://youtu.be/Q-5ziDiUOfA.

Editor: Burhanudin Raya Rambani
Tags: embedded systemhardwareIoTsistem tertanamsoftware
Previous Post

4 Kain Asal Indonesia ini Terkenal di Dunia Hingga Jadi Warisan Budaya

Next Post

Mikrokontroler Wemos dan Sensor Suhu DHT22 Sebagai Alat untuk Mengontrol dan Memonitoring Suhu Ruangan Berbasis Internet of Things

Related Posts

wemos
Opini

Mikrokontroler Wemos dan Sensor Suhu DHT22 Sebagai Alat untuk Mengontrol dan Memonitoring Suhu Ruangan Berbasis Internet of Things

10 Februari 2026 | 06:30
konservasi pohon langka
Opini

FPLI Gandeng Lintas Generasi untuk Ikut Aksi Nyata Konservasi Pohon Langka di Gunung Tilu Kuningan Jawa Barat

2 Februari 2026 | 17:32
penyiaran
Opini

Menagih Kembali Revisi UU Penyiaran

27 Januari 2026 | 12:10
mahasiswa
Opini

Mahasiswa Teknik Lingkungan Nilai AMPAL Banten Tidak Fokus Bahas Dampak Lingkungan

17 Januari 2026 | 17:40
pemuda
Opini

Isra Miraj, Pemuda dan Islam Berkemajuan

16 Januari 2026 | 21:22
Pemuda Kota Serang Minta SPMB Harus Ada Perbaikan Karena Banyak Warga Mengeluh
Opini

Peringatan Air Berulang di Kota Serang

13 Januari 2026 | 17:27
Load More

Popular

  • Suasana Pasar Blok F, Kota Cilegon yang akan dijadikan kawasan bebas rentenir. DisperindagKota Cilegon siapkan funding untuk pinjaman para pedagang.(Uri/Bantenraya.com)

    Disperindag Kota Cilegon Siapkan Pasar Blok F Jadi Kawasan Bebas Rentenir, Bakal Kerja Sama Lembaga Funding

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Suami Agnes Jennifer Diduga Kembali Selingkuh, Begini Respon Sang Selebgram

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Arti Kalimat ‘Nyawit Nih Orang’ yang Banyak Digunakan di Media Sosial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Jengah! Warga Bojonegara Ancam Blokade Seluruh Tambang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Persik Kediri Vs PSIM Yogyakarta, Macan Putih Lagi Ganas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sambut Bulan Ramadhan 2026, Ratusan Siswa SMP-SMK Karya Pembangunan Ikuti Ziarah Akbar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Maman Mauludin 2 Bulan Dikabarkan Tak Masuk Kerja, Kabag Adpem Kota Cilegon Tak Berkomentar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Persis Solo FC Vs Madura United FC, Laskar Sambernyawa Bertekad Jaga Rekor di Manahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 9 Resolusi Pendidikan Tahun 2026 Diluncurkan: Dindikbud Realisasikan Kota Serang Cerdas, Berbudi dan Peduli

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Budi Rustandi Tertibkan Peminta Sumbangan Masjid di Tengah Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trending
  • Comments
  • Latest
SMAN 1 Cimarga

Pengakuan Siswi SMAN 1 Cimarga yang Ikut Mogok Sekolah, Bukan Dukung Siswa Merokok tapi……

18 Oktober 2025 | 12:16
Kabupaten serang PT PWI

Sempat Produksi Sepatu di Kabupaten Serang, PT PWI 1 Bakal Bangkit Buka Usaha Baru di Cikande

2 Februari 2026 | 17:11
matahari cilegon

Gedung Eks Matahari Lama Cilegon Mulai Dibersihkan, Bakal Jadi Gedung UMKM

8 Januari 2026 | 18:36
Forum Honorer Kota Serang

Forum Honorer Serang Nilai Pelantikan 3.800 PPPK Paruh Waktu sebagai Pelecehan Martabat Pekerja

22 Oktober 2025 | 22:25

Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional, Bjb Backup Total Pembiayaan UMKM

Asooooy… Kepala Desa akan Diajak Studi Banding ke Korea dan China

Seluruh Ospek di Kampus Diputuskan Digelar Online, Termasuk di Banten

Mudik Resmi Dilarang, Efektif 24 April

Pekerja memperbaiki lampu Royal Baroe di Kota Serang. Pemprov Banten mendorong perusahaan menaikkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional tahun 2026. (Doni Kurniawan/ Bantenraya.com)

Pemprov Banten Benci Standar K3 yang Hanya Formalitas, Perusahaan Jangan Pertaruhkan Nyawa Karyawan

11 Februari 2026 | 06:00
Kondisi truk tambang yang hilir mudik di Jalan Bojonegara, Kabupaten Serang melanggar ketentuan jam operasional, Selasa 10 Februari 2026. (Uri/Bantenraya.com)

Kepgub Pembatasan Jam Oprasional Truk Tambang Tak Efektif, Jalan Bojonegara Tetap Macet Krodit

11 Februari 2026 | 05:00
Walikota Serang Budi Rustandi (tengah) saat mengecek normalisasi irigasi DI Cibanten di Lingkungan Calung, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Serang, Kota Serang, Selasa 10 Februari 2026. (Dokumentasi Prokopim Setda Kota Serang)

Kawal Normalisasi Irigasi Cibanten, Budi Rustandi Ungkap Kondisi Sebelumnya yang Amburadul

10 Februari 2026 | 21:22
Suasana Peluncuran ZMart dan Z-Auto oleh Baznas Cilegon di halaman Setda Kota Cilegon, Selasa 10 Februari 2026. (Tia/Bantenraya.com)

Mau Dapat Bantuan ZMart dan Z-Auto adri Baznas Cilegon? Cek Kriteria Calon Penerima di Sini

10 Februari 2026 | 20:56

Tag

2022 Andra Soni ASN banjir Banten BRI Brigadir J BRI Super League Cilegon drakor drama Korea Film Harga Tiket Helldy Agustian Indonesia Jadwal jadwal tayang Kabupaten Lebak kabupaten serang Kota Cilegon Kota Serang Lebak link nonton link twibbon lowongan kerja Pandeglang Pemkot Cilegon pemkot serang Pemprov Banten pilkada Polisi Preman Pensiun 6 Preman Pensiun 7 profil provinsi banten Ramadhan Robinsar serang sinopsis spoiler sub indo Timnas Indonesia Twibbon UMKM viral
Banten Raya

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda

Nomor ID Pers : 26666 | Status Pendataan : Terverifikasi Faktual | Sertifikat : 1393/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Digital Banten Raya
  • Ecommerce Banten Raya
  • Siding Banten Raya
  • Share Banten Raya

Ikuti Kami

  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda