BANTENRAYA.COM – Tembok Penahan Tanah atau TPT di Sekolah Menengah Pertama atau SMP Negeri 15 Cilegon ambruk pada Sabtu, 31 Januari 2026 pagi sekitar pukul 06.30 WIB.
TPT yang ambruk tersebut diduga akibat tak kuat menahan derasnya arus air hujan yang terjadi di lokasi.
Kepala Bidang SD dan SMP pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon Suhanda membenarkan adanya peristiwa tersebut.
“Itu TPT yang ambruk, menimpa ruang kelas,” kata Suhanda kepada Bantenraya.com pada Sabtu, 31 Januari 2026.
Dikatakan Suhanda, tiga ruang kelas dan toilet mengalami kerusakan.
“Ada ruang kelas 7 dan 9, sama toilet,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, saat peristiwa ambruknya TPT di lokasi sekolah hanya ada penjaga sekolah.
“Karena kejadiannya pagi, ada penjaga sekolah. Tidak ada korban,” tuturnya.
Suhanda menuturkan, TPT tersebut dibangun pada tahun 2024 dan 2025.
“Ada yang dibangun tahun 2024 dan 2025, semuanya ambruk. Penyebabnya kemungkinan karena saat kejadian kebetulan hujan deras,” ucapnya.
Pada pekan depan, kegiatan belajar dan mengajar kelas 7 dan 9 berpindah ke SD Cikuasa 2.
BACA JUGA:Dindikbud Kota Serang Validasi Data Anak Putus Sekolah Hingga Tingkat RT RW
“Sementara kembali ke SD Cikuasa, karena sebelumnya SMP 15 juga belajarnya di SD Cikuasa,” katanya.***

















