BANTENRAYA.COM – Pelaksana tugas atau Plt Sekretaris Daerah atau Sekda Kota Cilegon Ahmad Aziz Setia Ade Putra meminta industri untuk turut bertanggungjawab dalam penanganan banjir.
Salah satu yang diduga menjadi penyebab banjir yakni soal pagar industri, saluran air dan tentu rencana pembangunan Long Water Storage atau LWS.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon banjir besar melanda 21 kelurahan di 6 kecamatan di Kota Cilegon yakni Kecamatan Jombang dengan merendam 1.691 rumah atau kepala keluarga (KK), Kecamatan Purwakarta rendam 200 rumah atau KK, Kecamatan Ciwandan 800 rumah atau KK, Kecamatan Cilegon 182 rumah atau KK, Citangkil 153 rumah atau KK, Kecamatan Cibeber 2.293 rumah atau KK.
BACA JUGA: Jangan Lagi Ada Banjir, Mahasiswa Minta Perumahan dan Industri di Cilegon Wajib Sediakan Tandon
Jumlah jiwa yang menjadi korban banjir sendiri total mencapai 12.533 jiwa di 21 kelurahan 6 kecamatan di Kota Cilegon.
“Ini rapat lanjutan Satgas Penanggulangan Banjir. Saya minta industri ini jangan saling lempar lagi,” jelasnya, Kamis 22 Januari 2026.
Rapat lanjutan, ujar Aziz, fokus terhadap normalisasi saluran di industri, penyelesaian soal pagar dan juga LWS.
“Ini tentu jadi tanggungjawab beberapa perusahaan yang ada di wilayah hilir. Kami minta hadir dan menyaksikan,” ujarnya.***

















