BANTENRAYA.COM – Usai mengalami banjir 1 bulan sebanyak 2 kali, Lurah Cibeber, Kecamatan Cibeber, melakukan program gotong royong setiap Jumat.
Kelurahan Cibeber menjadi salah satu wilayah yang rawan terkena banjir, karena wilayahnya yang dekat dengan Sungai Cibber.
Sejak banjir sebanyak 2 kali dalam 1 bulan pada awal Januari 2026 ini, pemukiman di Kelurahan Cibeber tekena dampak banjir karena luapan sungai.
BACA JUGA: Gunung Anak Krakatau Masuk Level Waspada, Wisatawan dan Pendaki Dilarang Dekat Kawah
Lurah Cibeber Tb Nasrullah mengatakan, dalam melakukan pencegahan dan mengantisipasi bencana banjir tak terulang lagi kedepannya, pihaknya mengambil langkah baru.
Salah satunya akan melakukan gotong royong secara rutin di lingkungan masyarakat Kelurahan Cibeber setiap hari Jumat.
“Awalnya satu bulan sekali, tapi karena banjir terus jadi setiap Jumat kita rutin gotong royong,” katanya kepada Banten Raya, Minggu 18 Januari 2026.
Dikarenakan musim hujan yang masih terus terjadi, maka pihaknya secara rutin melaksanakan agenda gotong royong.
“Karena kemarin banjir dan cuaca masih musim hujan, jadi sekarang rutin seminggu sekali, sebelumnya sebulan sekali,” terangnya.
Melalui program gotong royong dapat meminimalisir banjir di lingkungan masyarakat Cibeber, dan air akan mengalir dengan lancar.
“Kalau sudah dinormalisasi air akan mengalir dengan lancar, jadi ga banjir. Minimal rutin pembersihan lingkungan ya,” ujarnya.
Ia menuturkan, seluruh wilayah di Kelurahan Cibeber rutin melaksanakan gotong royong dari pihak Rt dan Rw.
“Gotong royong ini agenda rutin dari Rt dan Rw ya, pihak kelurahan dan TNI juga ikut membantu,” tuturnya.
Adapun terkait tanggul jebol di Sungai Cibeber pada pekan lalu, dirinya tak mengetahui jebol tersebut akan jebol.
“Ga ada tanda-tanda mau jebolnya, karena hujan deras, dan diluar dugaan juga,” jelasnya.
Menurutnya, bencana banjir tak bisa sepenuhnya menyalahkan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon.
“Ga bisa menyalahka pemerintah, ada faktor alam, faktor manusia juga. Mungkin ada juga yang buang sampah sembarangan, atau air kiriman,” tandasnya.
Sementara itu, Saidah Warga Lingkungan Sambirata Cibeber menyampaikan keluhan yang sama karena selalu menjadi terdampak banjir.
“Banjirnya se-dada orang dewasa, sudah 20 tahun tinggal di sini, kena banjir terus, jarang tersentuh bantuan juga,” ucapnya.
Ia mengaku, dirinya lelah membersihkan rumahnya pasca banjir yang kotor dan merapihka barang-barangnya.
“Kalau musim hujan gini khawatir banjir, langsung beresin barang-barang biar ga kena air banjir,” ungkapnya.
Perabotan rumahnya seperti tv, kulkas, lemari, mesin cuci, menjadi rusak karena air banjir yang terus menggenang.
Ia berharap, Pemerintah Kota Cilegon dapat meninggikan tembok di sekitar sungai supaya tak lagi terjadi banjir.
“Tolong bantu kami pak bu supaya ga kena banjir terus, tembok sungainya ditinggin lagi atau cara apapun itu biar kalau meluap ga kena rumah warga,” harapnya. ***

















