BANTEN RAYA.COM – Sekolah Sepakbola Surya Bakti Kota Cilegon membuat terobosan dengan mendatangkan pelatih yang merupakan mantan pemain nasional dan pernah bermain di klub papan atas seperti Persija dan Persijap Jepara.
Langkah ini diambil agar anak asuhnya lebih bagus kualitasnya lantaran dibimbing pelatih yang sudah kenyang makan asam garam di kompetisi sepakbola Liga di Indonesia.
Wakil Kepala SSB Surya Bakti Muhammad Ilham Putra Aditya mengatakan pihaknya menjalin keja sama dengan Johan Juansyah yang merupakan mantan pemain sepakbola nasional dan klub besar di Indonesia yang kini tinggal di Cilegon.
“Kami bersyukur Johan Juansyah mau bekerja sama untuk melatih anak-anak. Ini suatu kemajuan karena jika anak-anak dilatih oleh mantan pemain sepakbola yang berpengalaman maka mereka kelak bisa berkembang menjadi pemain profesional,” katanya.
Ia menambahkan, Johan menjadi pilihan sebab dirasa pengalaman sebagi pemain tidak diragukan lagi. Untuk bisa bermain di klub besar seperti Persija atau Persijap jepara tentunya tidak mudah karena harus mempunyai kualitas permainan bagus.
BACA JUGA : Dua Pertandingan El Clasico Manjakan Pecinta Sepakbola Akhir Pekan Ini
“Semoga ke depannya pemain semakin berkembang menjadi pemain profesional yang nantinya bisa membanggakan Surya Bakti, Kota Cilegon hingga Banten dikancah sepakbola nasional,” imbuh dia.
Sementara itu, Pelatih Kepala Surya Bakti Johan Juansyah saat dikonfirmasi mengaku bergabung menjadi kepala pelatih sebab ingin menularkan ilmu yang didapat untuk pemain usia muda. Harapan dirinya kelak dari Cilegon ini muncul pemain terbaik yang bisa memperkuat tim besar di BRI Super atau di Liga.
“Saya ingin membangun sepakbola di Cilegon dengan pengalaman yang saya dapat. Saya ingin muncul pemain terbaik dari Surya Bakti yang bisa embus ke level nasional,” kata Johan.
Ia mengatakan untuk pelajaran yang diberikan yakni teknik dasar untuk pemain seperti umpan dan mengiring bola. Umpan sangat pentinga lantaran jika cara mereka memberikan umpan tidak tepat maka bisa mengakibatkan permainan menjadi mudah dibaca lawan dan merugikan tim.
BACA JUGA : Liga Askot Serang Jilid Kedua Diikuti 46 Tim, Jembatan untuk Cetak Prestasi Sepakbola
“Untuk usia 10 hingga 12 tahun memang masih sepakbola fun. Namun dari sini saya terus memberikan latihan dasar yang konsisten sehingga seiring bertambah umur maka kemampuan yang dimiliki mereka semakin meningkat dibandingkan sebelumnya,” tutup dia. (***)















