BANTENRAYA.COM – Pada akhir tahun 2025, Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas menyampaikan refleksi untuk menghadapi tantangan pemerintahan pada tahun 2026.
Najib Hamas mengatakan, atas nama pemerintah Kabupaten Serang mengapresiasi kepada seluruh pihak baik jajaran Organisasi Perangkat Daerah atau OPD, Kecamatan dan kemudian pemerintahan desa yang telah menjalankan tata pemerintahan.
“Dan juga stakeholder masyarakat para tokoh organisasi ormas sebagainya, bahwa kami mengucapkan terima kasih atas kolaborasi yang positif dengan seluruh unsur atas berjalannya tata pemerintahan,” ujarnya, Rabu 31 Desember 2025.
Walaupun kepemimpinannya bersama Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah baru mencapai tujuh bulan, tetapi berkomitmen membentuk pondasi awal untuk memasuki 2026.
“Oleh karenanya dengan proses perjalanan kolaborasi 2025 ini menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang sudah memberikan support secara keseluruhan,” katanya.
BACA JUGA: Aset Kantor BPBD Kabupaten Serang Ogah Diberikan ke Pemkot Serang
Najib juga menyampaikan permohonan maaf apabila ada hal yang belum sesuai dengan harapan karena pada proses transisi butuh kerja sama dan keikhlasan dari semua pihak.
“Kemampuan fiskal APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) 2025 berbeda dengan kekuatan fiskal sebelumnya, ada penurunan dana transfer ke daerah,” katanya.
Politis Partai Kesejahteraan Sosial atau PKS itu mendorong, pada tahun 2026 supaya semua OPD dan unsur pelayanan masyarakat bisa meningkatkan semangat dan berinovasi.
“Inovasi untuk bagaimana meningkatkan pelayanan prima. Walaupun kemampuan fiskal ini berkurang.Tapi ini bagian dari semangat yang harus kita bina terus,” paparnya.
Ia mengungkapkan, kolaborasi menjadi kunci pemerintah Kabupaten Serang bersama seluruh unsur untuk memperkuat peran pemerintah pada tahun 2026.
BACA JUGA: Fraksi PKS Berikan Catatan Kritis Kinerja Pemprov Banten, Soroti Pertambangan di Kabupaten Serang
“Kami sangat optimis bahwa kalau kolaborasi ini tetap bisa berjalan, kita kuat dan kondusif. Maka 2026 ini menjadi suasana yang lebih baik dari pada hari ini,” tuturnya.
Pihaknya juga menyampaikan apresiasi terhadap buruh yang bisa menjaga ketertiban dan kondusifitas selama proses penetapan upah minimum Kabupaten/kota (UMK).
“Kemudian berkenaan dengan penyelenggaraan pelantikan PPPK paruh waktu, ini menjadi motivasi kita semua agar pelayanan di masyarakat semakin meningkat,” ungkapnya.
Ia berharap, segala kekurangan di tahun 2005 bisa dijadikan pelajaran supaya bisa menjalankan tata pemerintahan di tahun 2026 yang lebih baik.
“Kita bisa sama-sama minimalisir untuk penguatan pelayanan masyarakat di 2026. Kata kuncinya, kolaborasi dan keikhlasan bekerja sama semua pihak,” ungkapnya.***

















