BANTENRAYA.COM – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), menyalurkan bantuan dan menghadirkan layanan kesehatan langsung bagi warga terdampak bencana di wilayah yang terisolir, di Aceh Tamiang.
Kegiatan ini melibatkan dosen, mahasiswa serta tenaga medis FKIK Untirta yang secara sigap memberikan pelayanan medis dasar, pemeriksaan kesehatan, serta edukasi mengenai kesehatan lingkungan dan pencegahan penyakit pasca bencana.
Dekan FKIK Untirta, Omat Rachmat, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian sivitas akademika FKIK terhadap masyarakat yang membutuhkan, khususnya di daerah dengan akses terbatas akibat dampak bencana.
BACA JUGA: Belum Setaun Menjabat, Gerindra Sudah Kembali Dukung Budi Rustandi Jadi Walikota Serang 2 Periode
FKIK Untirta Berikan Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil di Aceh Tamiang
Ia menjelaskna, FKIK Untirta melaksanakan pelayanan kesehatan bagi ibu hamil yang terdampak bencana di Aceh Tamiang.
Salah satunya adalah memberikan pelayanan USG untuk memantau kondisi kehamilan sekaligus memastikan tubuh kembang janin dalam batas aman.
“Pelayanan dilakukan melalui koordinasi erat dengan kepala dusun, kepala desa setempat serta Bidan Lela dan Bidan Epi yang mendampingi kesehatan ibu dan anak di wilayah tersebut,” katanya, kemarin.
BACA JUGA: Fulbright US–ASEAN Beri Pendanaan Riset Isu Strategis Global Cocok untuk Dosen dan Profesional
Omat berharap, kehadiran Tim FKIK Untirta bersama tenaga kesehatan local dapat memperkuat jejaring layanan kesehatan di desa tersebut, sehingga warga terdampak tetap mendapatkan akses layanan kesehatan yang prima meski berada di wilayah dengan akses yang cukup sulit.
“Sebanyak 100 warga lebih meninkmati layanan kesehatan yang dilaksanakan oleh Tim FKIK Untirta, dengan keluhan ternayak batuk dan pilek,” ujarnya. ***


















