BANTENRAYA.COM – Walikota Cilegon Robinsar telah memiliki target tahun 2026 nanti pengangguran di Kota Cilegon optimis akan menurun.
Sebelumnya beredar informasi bahwa pengangguran di Kota Cilegon tercatat naik 7,41 persen per Agustus 2025.
Angka tersebut mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun 2024 lalu yang tercatat hanya 6,08 persen.
BACA JUGA: Axis dan Nubia Manjakan Gamers dengan Paket Jumbo 200 GB
Berdasarkan rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten posisi pengangguran di Kota Cilegon menempati urutan ketiga setelah Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Serang.
Berikut urutan data pengangguran yang ada di Kota Cilegon berdasarkan data BPS Provinsi Banten yaitu:
1. Kabupaten Pandeglang 8,80 persen
2. Kabupaten Serang 8,73 persen
3. Kota Cilegon 7,41 persen
4. Kabupaten Lebak 7,30 persen
5. Kota Serang 6,95 persen
6. Kabupaten Tangerang 5,94 persen
7. Kota Tangerang 5,88 persen
8. Kota Tangerang Selatan 4,13 persen
Menanggapi data tersebut, Walikota Cilegon Robinsar mengatakan, dirinya telah menyiapkan berbagai macam strategi untuk menekan angka pengangguran di Kota Cilegon.
Ia mengaku telah berkoordinasi dengan seluruh industri di Cilegon untuk dapat saling membantu dalam penyerapan tenaga kerja dengan memprioritaskan warga Cilegon.
Robinsar juga optimis tahun 2026 mendatang pengangguran di Kota Cilegon akan menurun, dan bisa menempati posisi ke tiga besar penyerapan tenaga kerja terbanyak se-Provinsi Banten.
“Kita sedang berkomunikasi dengan para industri, tahun depan kami bertekad dengan berbagai cara. Kami bertekad tahun depan secara peringkat penyerapan kerja terbanyak ke tiga dari atas,” kata Robinsar kepada awak media usai menghadiri Bimbingan Teknis (Bimtek) kepada para penerima program Beasiswa Cilegon Juare di Aula Diskominfo Cilegon, Selasa 11 November 2025.
Menurutnya, tahun 2026 mendatang banyak potensi proyek yang bisa menjadi peluang lowongan pekerjaan untuk masyarakat Kota Cilegon.
“Tahun depan itu potensi ada, nanti potensi dari industri juga banyak ada dari CAA, Nippon Shikubai dan proyek lain-lain,” terangnya.
Pihaknya juga akan gencar melakukan pelatihan atau tim khusus untuk dapat meningkatkan kemampuan warga Kota Cilegon terutama yang sesuai dengan kebutuhan industri.
“Tinggal penyalurannya akan kita bentuk tim, misalkan butuh welder kita ada, K3 ada, jadi teman-teman industri ketika ada kebutuhan ga perlu cari orang luar,” jelasnya.
Ia meminta kepada para industri di Kota Cilegon untuk dapat memprioritaskan warga Kota Cilegon jika terdapat lowongan pekerjaan.
“Prioritaskan warga Cilegon dulu, tapi kalau orang Cilegon ga ada yang masuk kualifikasi baru cari orang luar,” tuturnya.
Dengan melalui peningkatan investasi dari sektoe industri dapat menjadi salah satu langkag untuk menurunkan angka pengangguran di Kota Cilegon.
“Ya dengan adanya peningkatan investasi ke depan, kami harap dapat mendongkrak angka pengangguran menjadi turun,” harapnya.
Robinsar juga menegaskan kepada seluruh industri yang ada di Kota Cilegon untuk dapat melaporkan loker kepada Disnaker Kota Cilegon.
“Akan kita dorong agar industri dapat melaporkan lowongan pekerjaannya kepada dinas terkait,” pungkasnya.***



















