BANTENRAYA.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten melaporkan kebocoran data para guru di Kabupaten Tangerang ke Polda Banten.
“Saya sudah perintahkan Kepala BTIKP (Balai Teknologi Informasi Komunikasi dan Pendidikan-red) untuk koordinasi dengan Direktorat Cyber Polda Banten untuk melacak siapa yang mengunggah,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten Tabrani, Kamis (4/11).
Tabrani menuturkan, dari hasil penelusuran pihaknya telah mengetahui siapa oknumyang mengunggah data tersebut sehingga bebas diakses publik.
Baca Juga: Semasa Hidup, Vanessa Angel Pernah Dilamar Cucu Proklamator Soekarno
Selanjutnya yang bersangkutan akan dilakukan pemanggilan untuk dimintai keterangan secara persuasif.
“Apakah ada unsur kesengajaan atau ketidakpahaman teknologi,” katanya.
Tabrani menegaskan, Dindikbud akan menggali keterangan terduga pengunggah data para guru tersebut.
Baca Juga: Segera Ambil Kode Penukaran Higgs Domino Island 5 November 2021
Jika ada unsur kesengajaan maka pihaknya akan melimpahkannyake Polda Banten. Jika ada unsur ketidakpahaman, pihaknya akan tetap memberikan sanksinya.
Meski demikian, Tabrani tak mengungkap siapa terduga pengunggah yang berhasil terlacak tersebut.
“(Sejauh) belum ada yang menghubungi saya terkait itu (kebocoran data guru di Tangerang),’ ungkapnya.
Baca Juga: Dihantam Avanza, Tiga Warga Berboncengan Naik Motor di Lebak Tewas Seketika
Sekretaris Dindikbud Banten M. Taqwim mengatakan, pihaknya sudah meminta Tito Istainto, Kepala Balai Teknologi, Informasi dan Komunikasi Pendidikan Dindikbud Banten untuk membuat laporan ke Polda Banten.
“Laporan ini juga untuk mengetahui motif dari bocornya data pegawai di lingkungan Dindikbud Banten,” kata Taqwim.
Mantan Kepala Bidang Kelembagaan dan Ketenagaan pada Dindikbud Banten ini mengaku mendapatkan informasi kebocoran data tersebut dari pers yang meminta konfirmasi.
Baca Juga: Tsunami Terjang Pantai Gopek, Puluhan Warga Karangantu Terluka
Pihaknya kemudian melakukan penelusuran dan melacak motif kebocoran data tersebut, apakah human eror atau motif kriminal.
“Hal terpenting saat ini adalah memberikan pengamanan dan perlindungan kepada pegawai di lingkungan Dindikbud Banten, agar data tersebut tidak disalahgunakan. Saya belum tanya kembali ke Pak Tito, karena urusan ini kami serahkan kepada Pak Tito sebagai Kepala Balai TIK pada Dindikbud Banten,” ungkapnya.
“Karena Pak Tito bersama dengan penyidik Polda Banten yang paham, mesti berbuat bagaimana untuk mengamankan data yang sempat bocor tersebut,” sambung Taqwim.
Baca Juga: PSU 9 Perumahan di Kota Serang Kini Jadi Milik Pemkot
Salah seorang guru di Kabupaten Tangerang mengaku, sudah merasakan dampak dari tersebarnya data dirinya di internet.
Pihaknya menerima sejumlah telepon yang menawarkan sejumlah produk.
“Ini banyak yang menelepon saya menawarkan produk dan lainnya,” tuturnya.
Baca Juga: Infused Water Bagus Pakai Buah Kering, Ini Penjelasan dr. Zaidul Akbar
Seperti diketahui, data guru aparatur sipil Negara (ASN) di Kabupaten Tangerang diduga bocor di internet.
Bahkan, dokumen berformat digital yang berisi data pribadi itu dapat diunduh secara bebas.
Penelusuran Banten Raya, data tersebut bisa diunggah di tautan v*./documents/format-data-pembuatan-rekening-pdf-***
1. Terdapat 815 nama yang diduga guru di Kabupaten Tangerang, diantaranya dari SMKN 5 Kabupaten Tangerang dan SMKN 1 Kabupaten Tangerang. ***


















