BANTENRAYA.COM – Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 36 Lebak tahun akademik 2025/2026 mulia memasuki tahap Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Sekolah rakyat atau SRT 36 Lebak sendiri merupakan sekolah rakyat jenjang SD hingga SMP. Ada 100 murid yang menjadi peserta didik di SRT 36, masing-masing ialah SMP berjumlah 75 siswa dan SD 25 siswa.
Khusus sekolah rakyat jenjang SD, rata-rata usia siswa yang mengikuti kegiatan MPLS ialah berumur 8 hingga 9 tahun. Meski masih sangat kecil, mereka diklaim bisa beradaptasi dan mandiri ketika diwajibkan tinggal di asrama.
Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Lebak, Lela Gifty Cleria memastikan pengawasan peserta didik di sekolah rakyat ketika proses kegiatan belajar mengajar dimulai akan dilakukan sebaik mungkin.
BACA JUGA : 9 Siswa dari Sekolah Rakyat Menengah Atas 33 Tangerang Selatan Mengundurkan Diri
“Walaupun masih SD, anak-anak juga sudah mandiri kok. Apalagi pengawasan dari seluruh pihak juga akan dilakukan maksimal. Para orang tua juga percaya ke pihak sekolah,” kata Lela kepada Banten Raya pada Selasa (30/9).
Lela mengungkapkan, kegiatan MPLS ini juga menjadi ajang pengenalan siswa terhadap sekolah rakyat sebelum memasuki proses belajar. Ia juga menyebut Balai Latihan Kerja (BLK) Disnaker yang digunakan lokasi sementara sekolah rakyat sudah siap.
“Guru, tendik dan lainnya sudah siap. Tinggal menunggu beroperasi saja. Tapi itu keputusan pemerintah pusat,” terang dia.
Adapun kriteria calon siswa yang terpilih ialah berasal dari keluarga tidak mampu yang termasuk dalam desil 1 atau miskin ekstrim dan desil 2 atau miskin. Adapun peserta terpilih diseleksi berdasarkan data yang diberikan Kementerian Sosial.
“Kami menerima data calon siswa dari Kemensos berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN),” tuturnya.
BACA JUGA : Sekolah Rakyat Jenjang SD di Lebak Minim Peminat, Orang Tua Ungkap Kekhawatirannya
Bupati Lebak, Hasbi Asyidiki Jayabaya menekankan pentingnya dukungan orang tua terhadap anak-anak yang harus berpisah dalam menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat.
“Berpisah dari orang tua tentu bukan hal mudah, dan mungkin menimbulkan rasa khawatir. Namun, orang tua tidak perlu cemas. Sekolah Rakyat ini menjadi salah satu konsen Presiden dan Kementerian Sosial dalam upaya menghapus kemiskinan ekstrem melalui pendidikan,” kata Hasbi. (***)
















