BANTENRAYA.COM – Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengakui tidak mudah menjadi menteri untuk semua agama di Indonesia.
Namun menurut Menag Yaqut, tidak mungkin jika semua agama memiliki kementerian dan diurus secara sendiri-sendiri.
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Islam sebagai mayoritas sudah pas, karena mayoritas dan harus memberikan perlindungan kepada semua agama.
Baca Juga: Syair Ini Cocok Untuk Membangun Jiwa Kepahlawanan Anak Muda di Hari Pahlawan
Dikutip Bantenraya.com dari kanal YouTube Deddy Corbuzier program Podcast Close The Door, dikatakan Yaqut, sebagaimana Islam zaman Rasulullah SAW juga tetap melindungi kaum Yahudi dan Nasrani yang ada di Madinah.
“Dalam perjanjian Madinah itu tetap jika Islam sebagai mayoritas memberikan perlindungan kepada Yahudi dan juga Nasrani,” katanya.
Islam, jelas Yaqut, juga tidak boleh semena-mena kepada pemeluk agama lainnya.
Baca Juga: Infused Water Bagus Pakai Buah Kering, Ini Penjelasan dr. Zaidul Akbar
“Jangan mentang-mentang besar seperti Deddy badannya semena-mena. Tapi malah (seharusnya) tugasnya melindungi,” ujarnya.
Yaqut menyatakan, termasuk juga Rasulullah SAW mengajarkan kepada umat Islam jika perbedaan itu adalah sebuah rahmat.
Hal itu ditunjukan sebagaimana Rasulullah SAW mengayomi semuanya.
Baca Juga: Waduh, Dalam Sebulan Banten 155.196 Kali Disambar Petir
“Rasulullah itu sudah pernah menyampaikan, pasti dalam sebuah kaum itu ada perselisihan dan perbedaan. Namun, itu harus dijadikan rahmat,” jelasnya.
Di sisi lain, Yaqut menyampaikan, karena Menag itu jabatan politik, maka siapapun memungikinkan untuk duduk. Sebab, itu hak prerogatif presiden.
“Jika bicaranya mungkin, yah bisa saja (dari agama selain Islam),” pungkasnya. ***

















