Caption: (Ilustrasi) kegiatan seleksi CASN 2021 yang dilaksanakan pada 24 Oktober 2021 – https://twitter.com/Kemenkumham_NTT
BANTENRAYA.COM – Adanya kasus dugaan kecurangan pada seleksi Calon Aparatur Sipil Negera (CASN) 2021 hangat diperbincangkan public dan sempat jadi trending Twitter pada 31 Oktober 2021 hingga pukul 1300.
Maraknya kasus kecurangan tes CASN 2021 ini membuat ramai warganet terutama bagi pengguna Twitter dengan tagar #BKNSarangMaling .
Ramainya tagar ini tak membuat BKN bungkam. Melalui akun Twitter resmi @BKNgoid, pun mencuit perihal kecurangan saat seleksi CASN 2021 dan meminta untuk mengajukan aduan disertai bukti ke BKN.
“Kamu bisa ajukan pengaduan disertai dengan bukti pengaduan lewat https://lapor.go.id,” dari laman BKN melalu akun Twitter, Minggu 31 Oktober 2021.
Baca Juga: 2021 The Minions Masih Puasa Gelar, French Open Jadi Bidikan
Tak hanya itu, BKN juga menjelaskan bagaimana kriteria laporan kecurangan seleksi CASN 2021 yang akan ditolak, antara lain nilai peserta yang tidak memenuhi kriterteria dan laporan tanpa bukti.
Dalam kasus ini, setidaknya dugaan kecurangan ada di sembilan titik lokasi saat tes CASN di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah dengan modus remote access.
Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Bima Wibisana sebelumnya menjelaskan bahwa pihaknya akan segera mengungkap penyelidikan atas kasus kecurangan seleksi CASN 2021 yang terjadi di Buol, Sulawesi Tengah.
Tim BKN mengklaim sudah melakukan pengawasan dan pengecekan terhadap seluruh PC yang akan digunakan secara ketat.
Akan tetapi, kecurangan masih saja terjadi saat seleksi CASN 2021 ini, dimulai saat melakukan remote rutserv sampai membawa gawai.
Awal mula dari kecurangan seleksi CASN 2021 ini terjadi di beberapa titik lokasi salah satunya di Aula BKPSDM Buol.
Kecurangan ditemukan oleh tim BKN pada 17 September 2021 setelah melihat laporan di media sosial dan pengerjaan SKD yang tidak wajar.
Remote rutserv merupakan salah satu aplikasi untuk menjangkau orang lain di luar titik lokasi kegiatan tersebut untuk membantu peserta mengerjakan SKD.
Setelah kejadian kecurangan pertama terjadi, BKN memutuskan membuat aplikasi menggunakan audit trail dengan pendekatan deteksi fraud berbasis ML (Machine Learning), dengan menggunakan aplikasi tersebut tim BKN menemukan sebanyak 27 peserta yang melakukan kecurangan.
Baca Juga: Pidato Hari Pahlawan, Cocok Dibaca Saat Acara Sekolah, Langsung Dapat Tepuk Tangan Meriah
Namun faktanya lagi-lagi terjadi kecurangan untuk kedua kalinya. Tim BKN kembali mendapatkan laporan dugaan melakukan kecurangan di Kabupaten Enrenkang pada 4 Oktober 2021.
BKN mendapatkan setidaknya data berupa gambar chat, audio, bahkan video terkait kecurangan tersebut. Terkuak, akhirnya melalui analisis ML sebanyak 5 peserta terdeteksi telah melakukan kecurangan.
Tidak hanya terdapat di dua titik lokasi yang melakukan kecurangan.
Beberapa wilayah juga mendeteksi adanya kecurangan dalam seleksi CASN 2021 ini, diantaranya di Kabupaten Mamuju sebanyak 40 orang terdeteksi, BKN Lampung sebanyak 23 orang, Kabupaten Mamasa sebanyak 19 orang, Kabupaten Sidenreng Rappang, Makasar sebanyak 62 orang, Kabupaten Luwu sebanyak empat orang, Kabupaten Buton selatan sebanyak 41 orang, dan tilok Mandiri Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan juga sebanyak 4 orang.***

















