BANTEN RAYA. COM – Prestasi membanggakan ditorehkan oleh atlet taekwondo Kota Serang saat mengikuti kejuaraan Taekwondo MBW International Taekwondo Championship yang dilaksanakan di GOR N9 Indoor Stadium, Negeri Sembilan, Malaysia, 15 hingga 17 Agustus 2025. Atlet Kota Serang ini berhasil membawa pulang dua medali emas dan 2 medali perunggu.
Atlet yang membawa pulang medali emas yakni Muhammad Reynard yang turun di kelas kyorugi dan Almeera Syafieqa Ramadhiani yang turun di kelas kyorugi female. Sementara itu medali perak diraih Gerardo Arryan Nababan yang turun di kelas kyorugi dan Valerio Febriant Evan di kelas kyorugi.
Keempat atlet ini adalah atlet binaan klub Taekwondo Fighter and Fun asal Kota Serang. Sebelum berlaga di Malaysia atlet tersebut berlatih maksimal untuk meraih prestasi.
Kepala Pelatih Club Taekwondo Fighter and Fun Ananda Amelia mengatakan prestasi yang luar biasa yang di toreh oleh adik-adik atlet, kejuaraan ini diikuti oleh 11 negara dengan total kurang lebih 280 atlet. Tentunya persaingan ketat sebab ada belasan negara yang mengirimkan atlet terbaik untuk kejuaraan ini.
Baca Juga: Dishub Kabupaten Serang Tambah Fungsi Terminal, Tak Melulu Soal Lalu Lalang Kendaraan
“Alhamdulillah juga kami membawa atlet empat, dan semua atlit membawa pulang medali ke Indonesia khususnya Kota Serang itu 2 emas dan 2 perak masing-masing di kategori kyorugi,”ujarnya dalam rilis yang dikirimkan ke Banten Raya.
Klub ini ikut kejuaraan di Malaysia lantaran kata Ananda agar atlet junior ini memiliki pengalaman dan jam terbang yang baik. Ini juga tentunya dalam keikut sertaan ini salah satu program dari klub untuk mempersiapkan agar atletnya bisa bersaing di ajang nasional dan internasional.
“Keberhasilan ini tak lepas dari dukungan penuh orang tua atlet dan pihak yang memberi motivasi, Kami berharap prestasi ini memicu semangat generasi muda Kota Serang untuk berani bermimpi dan berjuang mengharumkan nama Indonesia khususnya Kota Serang di dunia. Mereka masih berusia muda belasan tahun dan merentas jalan menuju prestasi dunia,” tutup dia. (***)



















