BANTENRAYA.COM – Suasana penuh haru dan kebanggaan menyelimuti momen peluncuran buku antologi berjudul “Untuk Ayah Dengan Cinta”, karya tulis para santri kelas IX SMP Nurul Madaany.
Peluncuran ini menjadi lebih istimewa karena bertepatan dengan pengumuman kelulusan siswa kelas IX tahun ajaran 2024/2025, menjadikan kegiatan ini tak hanya bernilai literer, tetapi juga emosional.
Antologi tersebut berisi kumpulan tulisan para santri yang menuangkan persepsi mereka terhadap sosok ayah.
Baca Juga: Pernah Tak Mampu Beli Docmart, Gubernur Banten Kini Bangga Pakai Sepatu Buatan UMKM
Acara peluncuran, yang dikemas dalam format Peluncuran dan Bincang Buku, dihadiri oleh orang tua santri, dewan guru, para siswa, serta tamu dari sekolah-sekolah sekitar.
Pembicara utama dalam kegiatan ini adalah Ibu Sri Sugiastuti, M.Pd., seorang pegiat literasi nasional sekaligus pendiri penerbit PMA—pihak yang menerbitkan buku tersebut.
Dalam sesi bincang buku, beliau menyampaikan apresiasi atas semangat menulis para santri.
Baca Juga: Inilah 6 Pekerja yang Masuk Daftar Sasaran Program 3 Juta Rumah, Subsidi Cicilan Mulai Rp300 Ribu
“Menulis adalah bentuk keberanian untuk menyampaikan isi hati. Hari ini, santri Nurul Madaany menunjukkan bahwa pesantren pun bisa melahirkan penulis masa depan,” ungkap Sri Sugiastuti dengan penuh semangat.
Peluncuran buku secara resmi dibuka oleh KH. Abdullah Al Hadad, M.Sy., Pimpinan Pesantren Nurul Madaany.
Beliau menekankan bahwa literasi berperan penting dalam pembentukan karakter siswa.
Baca Juga: Iip Makmur Gunakan Dana Pribadi untuk Perbaikan Jalan Rusak di Lebak
“Karakter tidak hanya dibangun lewat pelajaran formal dan kitab kuning, tetapi juga melalui kegiatan menulis yang jujur dan reflektif. Buku ini menjadi cerminan cinta dan penghargaan santri terhadap sosok ayah mereka,” ujarnya.
Tak ketinggalan, Ketua Yayasan Podiumm, Bapak Agus Sutisna, M.Si., juga menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan ini.
“Kami melihat kegiatan ini sebagai langkah nyata dalam menumbuhkan rasa cinta terhadap sastra dan keluarga. Ini adalah pondasi penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tapi juga penuh empati,” ucapnya.
Baca Juga: Isu Eksodus Pejabat Pandeglang ke Pemprov Banten Berhembus Kencang, Ini Kata Dimyati Natakusumah
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Pengawas SMP Sub Rayon 3, Bapak Adun Ibrahim, yang turut memberikan penghargaan atas inisiatif yang dilakukan pihak sekolah dan para santri.
“Kegiatan ini menunjukkan bahwa pembelajaran di sekolah, khususnya di pesantren, tidak hanya berfokus pada akademik, tapi juga pada pembinaan karakter. Tulisan-tulisan ini adalah bentuk konkret dari pendidikan yang menyentuh hati.”
Pipit Piharsih, seorang pegiat literasi sekaligus pembimbing dalam proses penulisan buku ini, juga menyampaikan kesannya terhadap proses yang telah dilalui para santri.
“Setiap tulisan lahir dari proses yang tidak mudah. Para santri menulis dengan ketulusan, meski dengan keterbatasan. Inilah yang membuat buku ini begitu berarti,” ungkap Pipit penuh haru.
Acara ditutup dengan momen emosional berupa pengumuman kelulusan siswa kelas IX oleh Kepala SMP Nurul Madaany, Ust. Muhamad Abdulhak, S.Pd.
Suasana berubah menjadi haru biru saat nama-nama siswa dipanggil satu per satu, disambut oleh pelukan hangat, senyum bangga, dan air mata bahagia dari para orang tua.
Baca Juga: Latih Pidato dalam Tiga Bahasa, SMA Muhammadiyah Cilegon Siapkan Siswa Jadi Pemimpin Masa Depan
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa literasi bukan sekadar urusan kata dan tulisan, melainkan media untuk membentuk karakter, mengenal diri, dan menyampaikan rasa cinta kepada sosok paling berarti: ayah. ***


















