BANTENRAYA.COM – Beberapa waktu lalu telah terjadi promosi Candi Borobudur yang bikin gaduh di Media Sosial (Medsos).
Video promosi yang menampilkan perempuan mengenakan kebaya dan berlatar belakang Candi Borobudur tersebut sindir ibadah dalam agama Islam.
Perempuan dalam video yang berlatar Candi Borobudur tersebut menyindir ibadah umat Islam, Haji dan Umroh.
Baca Juga: Terbaru! Harga Tiket Dufan Ancol 2025, Liburan Semakin Seru Bersama Orang Tersayang
“Orang-orang mah ke tanah sucinya kudu bayar puluhan juta kadang sampai antri kita mah modal Rp1.000.000 udah bolak balik,” kata perempuan yang mengenakan kebaya promosikan Candi Borobudur.
Dikutip Bantenraya.com dari Instagram @medsos_rame pada Sabtu, 7 Juni 2025 seputar iklan promosi Candi Borobudur yang sindir Haji dan Umroh.
“Iklan Promosi Candi Borobudur Sindir Haji dan Umroh, MUI: Jangan Senggol Agama Lain,” tulis Instagram @medsos_rame.
Dengan adanya kejadian tersebut, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis memperingatkan pihak-pihak yang membuat iklan promosi Candi Borobudur.
Pasalnya, iklan yang beredar di Medsos tersebut menyindir ibadah dalam agama Islam, yakni ibadah Haji dan Umrah.
Melalui unggahan akun X @cholilnafis, dirinya menyoroti iklan yang mempromosikan Candi Borobudur dengan wanita yang mengenakan pakaian kebaya.
Baca Juga: Melalui Program Pecak, Polres Serang Damaikan Kasus Pengeroyokan di Kragilan
KH. Cholil mempertanyakan mengapa anak-anak disuruh mengucapkan kata-kata bernada sindiran terhadap agama lain.
“Ini ko istilahnya umrah ya, yang disuruh ngomong anak-anak,” ujarnya.
Dirinya kemudian mempersilahkan bagi siapa pun untuk mempromosikan wisata ke Candi Borobudur, tapi jangan menyinggung agama lain.
Baca Juga: TAMAT! Jadwal Tayang ONE High School Heroes Episode 7 dan 8, Lengkap dengan Link Nonton Sub Indo
“Mau wisata ke Borobudur atau Sungai silahkan suka-suka. Tapi juga jangan menyenggol agama lain yang puluhan juta umrah maupun yang antri Haji ya suka-suka aja,” tambahnya.
Dirinya menyebut bahwa kebebasan beragama itu dilindungi di Indonesia, akan tetapi semuanya harus kembali kepada Pancasila.
Video yang mempromosikan Candi Borobudur kemudian viral di Medsos dan berbagai netizen kemudian menanggapi di kolom komentar.
Baca Juga: Dijamin Aman! 4 Tips Menyimpan Daging Kurban Idul Adha Supaya Tak Cepat Busuk
“Cuma AI kan?” tanya @zas*** dalam komentar.
Karena adanya video yang membandingkan ibadah umat Islam yang lebih mahal, netizen menyebut bahwa tingkahnya itu dapat mencari perkara.
“Wah.. Nyari perkara nih,” kata @ibn*** dalam komentar. ***

















