BANTENRAYA.COM – Lebaran Idul Adha 1446 Hijriah atau 2025 Masehi berdasarkan ketentuan dari pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) itu akan jatuh besok pada Jumat, 6 Juni 2025.
Pada peringatan Lebaran Idul Adha, umat Muslim akan menjalankan Sholat Ied dan Ibadah Kurban.
Akan tetapi, pada momen Lebaran Idul Adha 1446 Hijriah atau 2025 Masehi yang dilaksanakan umat muslim kali ini akan jatuh pada hari Jumat.
Timbul pertanyaan apakah tetap menjalankan Sholat Jumat setelah Sholat Idul Adha?
Dikutip Bantenraya.com dari Instagram @bimasislam yang mengunggah informasi seputar ketentuannya apakah tetap sholat jumat apabila Lebaran Idul Adha di hari Jumat.
“Kalau Idul Adha bertepatan dengan hari Jumat, apakah Sholat Jumat masih wajib?” tulis Instagram @bimasislam.
Baca Juga: Bakal Dihadiri Langsung Walikota dan Wakil Walikota Cilegon, Dindikbud Segera Luncurkan ULD
Dalam hadits, kita mendapati keringanan atau rukhshah atas kewajiban Sholat Jumat bagi orang pedalaman yang menghadiri pelaksanaan Sholat Ied di kota pada pagi hari.
Hadits rukhshah ini diriwayatkan oleh Zaid bin Arqam;
قال: صَلَّى الْعِيْدَ ثُمَّ رَخَصَ فِي الْجُمْعَةِ، فَقَالَ: مَنْ شَاءَ أَنْ يُصَلِّيَ فَلْيُصَلِّ
Artinya:
“Rasulullah menjalankan Sholat Ied kemudian memberikan keringanan (rukhshah) perihal tidak mengikuti Sholat Jumat. Rasulullah kemudian bersabda, ‘Siapa yang ingin shalat Jumat, silakan!” (HR Ahmad, Abu Dawud, An-Nasa’i, Ibnu Majah, Ad-Darimi, Ibnu Khuzaimah, dan Al-Hakim).
Baca Juga: Kades Mander Diduga Tipu Pedagang Sapi, Ingkar Pelunasan Pembayaran 16 Ekor Sapi dari NTB
Berdasarkan hadits ini, ulama dari Mazhab Syafi’i kemudian berpendapat bahwa agama memberikan keringanan bagi penduduk pedalaman yang telah bersusah payah menghadiri pelaksanaan Sholat Ied pada pagi hari untuk kembali ke kediaman mereka di pedalaman.
Bagi mereka yang tinggal di pedalaman yang telah menjalankan Sholat Ied di kota tersebut tanpa perlu kembali lagi untuk mengikuti Sholat Jumat pada siang harinya.
إذا وافق يوم العيد يوم جمعة وحضر أهل القرى الذين يبلغهم لصلاة العيد وعلموا أنهم لو انصرفوا لفاتتهم الجمعة فلهم أن ينصرفوا ويتركوا الجمعة في هذا اليوم على الصحيح المنصوص في القديم والجديد وعلى الشاذ عليهم الصبر للجمع
Baca Juga: Kreatif! SDN Ketileng 2 Kota Cilegon Manfaatkan Botol Plastik dan Minyak Jelantah Bernilai Uang
Artinya:
“Bila hari Ied berbarengan dengan hari Jumat-sementara penduduk pedalaman yang sampai kepada mereka untuk shalat id itu menghadiri Sholat Ied serta mereka mengerti bila bergeser ke pedalaman (kembali) akan luput dari Sholat Jumat-maka mereka boleh bergeser sejak pagi dan boleh meninggalkan shalat Jumat pada hari tersebut menurut pendapat shahih yang tersebut nashnya pada qaul qadim dan jaded. Tetapi menurut qaul syadz yang tidak umum, mereka wajib bersabar menahan diri untuk menghadiri gabungan keduanya (Sholat Ied dan Jumat),” (Imam An-Nawawi, Raudhatut Thalibin wa ‘Umdatul Muftin, [Beirut, Darul Fikr: 2005 M/1425-1426 H], juz II, halaman 9-10).
Adapun pandangan Mazhab Syafi’i ini tentang hal ini juga dapat kita temukan dari keterangan Imam As-Sya’rani berikut ini:
Baca Juga: Film Warkop DKI Kartun Nostalgia Komedi Satir Khas Dono Kasino Indro, Ada Samsul hingga Gehu
ومن ذلك قول الشافعي إذا وافق يوم العيد يوم جمعة فلا تسقط صلاة الجمعة بصلاة العيدعن أهل البلد بخلاف أهل القرى إذا حضروا فإنها تسقط عنهم ويجوز لهم ترك الجمعة والإنصراف
Artinya:
“Salah satunya adalah pendapat Imam As-Syafi’i, ‘Jika hari Id berbarengan dengan hari Jumat, maka kewajiban shalat Jumat tidak gugur dari penduduk kota dengan sebab pelaksanaan shalat id. Lain halnya dengan penduduk pedalaman, bila mereka menghadiri shalat Id, maka kewajiban shalat Jumat gugur dari mereka. Mereka boleh meninggalkan Jumat dan bergeser menuju kediaman mereka di pedalaman’” (Imam As-Sya’rani, Al-Mizanul Kubra, [Beirut, Darul Fikr: 1981 M/1401 H], juz I, halaman 202).
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa bagi mereka yang tinggal di pedalaman atau pedesaan yang jauh ke kota harus menempuh waktu yang lama diperbolehkan untuk tidak melaksanakan Sholat Jumat.
Tapi bagi mereka yang tinggal di perkotaan dan mudah menemukan Masjid untuk melaksanakan Sholat Jumat itu kembali kepada hukumnya menjadi wajib.
Demikianlah, penjelasan seputar apakah tetap Sholat Jumat di momen Lebaran Idul Adha 2025. ***



















