BANTENRAYA.COM – Diperkirakan 30 persen atau setara 105 ton sampah di Kota Serang numpuk tak terangkut setiap hari.
Ini terjadi sejak adanya gejolak penyetopan angkutan sampah yang dilakukan oleh masyarakat di Kelurahan Cilowong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang.
Kepala UPT Pengolahan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang Askolani mengatakan, sebelum ada penyetopan oleh warga Jakung, pihaknya bisa mengangkut sampah dari Kota Serang kurang lebih 300-350 ton per hari.
Baca Juga: Jalan Bergelombang di Tol Tangerang-Merak Jadi Penyebab Kecelakaan, Polda Banten: Membahayakan!
Namun sejak adanya penyetopan mobil sampah oleh warga Jakung, pihaknya terpaksa harus membuang sampah pada malam hari hingga dini hari.
“Sejak ada penyetopan, kita baru bisa buang ke TPSA Cilowong sekitar pukul 21.00 sampai subuh sekitar 04.00,” ujar Askolani dihubungi Banten Raya via ponselnya, Minggu 24 Oktober 2021.
Akibatnya, kata dia, sampah di beberapa tempat pembuangan sampah (TPS) di Kota Serang tidak terangkut ke TPSA Cilowong. Beberapa TPS itu di antaranya TPS Cipocok Jaya, TPS Terminal Cipocok Jaya, TPS Kaligandu, dan TPS Kepandean.
Baca Juga: Walikota Syafrudin Malam-Malam Resmikan Jalan
“Yang tidak terangkut kurang lebih ada 20-30 persen sampah,” ucap dia.
Askolani sangat mengakui bahwa pengangkutan pada malam hari hingga dini hari kurang efektif. Sebab selain faktor kelelahan, para pekerjanya pun terpaksa harus lembur hingga dini hari.
“Boleh membuang tapi malam hari. Sebetulnya kerja malam hari kan gak efektif. Kasihan juga buat para kerja karena malam hari kan waktunya istirahat tapi memang kondisinya seperti ini mau tidak mau harus bersabar,” katanya.
Baca Juga: Liverpool Hancurkan MU di Old Traffod 0 – 5, Ole Langsung Dipecat?
Kepala Bidang Pengolahan Sampah DLH Kota Serang Rafiudin berharap persoalan penyetopan sampah ini segera berakhir, sehingga pihaknya bisa kembali normal membuang sampah ke TPSA Cilowong.
“Tinggal besok keputusannya seperti apa. Kami berharap besok hasil rapat antara warga dengan Pak Walikota di Pemkot, sudah ada kesepakatan bersama, sehingga pengangkutan sampah bisa dilakukan mulai pagi hari lagi,” kata Rafiudin. ***



















