BANTENRAYA.COM – Perayaan Waisak setiap tahunnya dirayakan umat Budha Indonesia di Candi Borobudur dan Candi Mendut.
Namun, apa sebenarnya yang menjadi sebab dan asal usul perayaan tersebut diadakan di dua Candi Borobudur dan Candi Mendut tersebut.
Lantas, sejak kapan perayaan Waisak diperingati umat Budha dunia dan Indonesia dengan melakukan ritual di kedua Candi Borobudur dan Candi Mendut tersebut.
Diketahui, Candi Mendut dan Candi Borobudur merupakan pusaka tunggal peninggalan zaman Budha nusantara.
Keduanya dipercayai memiliki nilai suci dan mistik bagi umat Budha.
Sejarah Waisak sendiri bermula dari sembahyang umat Budha secara sederhana di vihara. Namun sejak abad ke-19, gerakan modernisasi membuat perayaan ini menjadi lebih luas dan terbuka.
Baca Juga: 11 Tahun Jadi Cita-Cita, Andra Komitmen Bakal Segera Bangun Rumah Singgah di Banten
Dalam sejarahnya, pada Konferensi Persaudaraan Buddhis Sedunia tahun 1950 di Sri Lanka lahirlah Waisak secara resmi ditetapkan sebagai hari kelahiran Buddha oleh komunitas internasional.
Untuk Indonesia, Waisak dan ritualnya dilakukan di Borobudur sejak 1992. Dimana, salah satu rangkaian yang paling meriah adalah pelepasan ribuan lampion ke langit.
Dikutip dari situs Perwakilan Umat Buddha Indonesia Walubi, pada Waisak 2569 awal proses ritual sendiri dimulai dari titik pengambilan Api Dharma di Mrapen Grobogan dan ritula Pensakralan di candi Mendut pada 10 Mei 2025.
Pada 11 Mei 2025 mengambil air berkah di Umbul Jumprit, Temanggung dan Ritual Pensakralan di Candi Mendut.
Selanjutnya, pada 12 mei 2025 ritual dilakukan kirab Waisak berjalan kaki dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur, selanjutnya pada malam melakukan pelepasan lampion, dan doa Bersama detik-detik waisak.
Baca Juga: PPDB Berubah Nama Jadi SPMB, Dindikbud Cilegon Pastikan 4 Jalur Masih Tersedia
Lalu rangkaian acara akan dilanjutkan dengan pelaksanaan Prosesi Pradaksina, yakni ritual mengelilingi Candi Borobudur dalam arah searah jarum jam sebanyak 3 kali. (***)

















