BANTENRAYA.COM – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akhirnya angkat bicara usai kebijakan pendidikan barak militer bagi anak-anak dan remaja berperilaku khusus dilaporkan ke Komnas HAM.
Dedi Mulyadi dilaporkan oleh sejumlah orang tua siswa yang mengaku kurang sepakat dengan kebijakan tersebut.
Lewat video yang diunggah di akun Instagramnya di @dedimulyadi71, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa ia menerima semua bentuk kritik, termasuk tuduhan pelanggaran hak asasi manusia.
“Saya yakin seluruh kritik, saran, dan pelaporan itu didasarkan pada concern dan keberpihakan pada anak-anak dan remaja di Jawa Barat,” ujar Dedi.
Diketahui, program barak militer ini sebelumnya diluncurkan sebagai alternatif pendidikan dan pembinaan bagi anak-anak yang dinilai memiliki perilaku menyimpang atau membutuhkan pendekatan khusus.
Namun, tak sedikit pihak yang menilai pendekatan ini terlalu keras dan bisa melanggar prinsip-prinsip perlindungan anak.
Baca Juga: Bertahun-tahun Terabas Jalan Rusak demi Sekolah, Pelajar di Cigeulis Ngeluh Motor Gampang Rusak
Dedi menyampaikan, dirinya tak menampik jika adanya perbedaan pandangan. Ia menganggap wajar bila program pemerintah menuai respons beragam. Sebagai pemimpin, katanya, semua kritik adalah bagian dari risiko.
Menurut Dedi, hingga saat ini sudah banyak anak yang didaftarkan langsung oleh orang tuanya ke Dinas Pendidikan kabupaten, kota, maupun provinsi untuk mengikuti program tersebut.
Namun, jumlah pendaftar yang meningkat membuat pelaksanaannya perlu ditopang banyak pihak.
Baca Juga: Perkiraan Daftar Pemain Squid Game Season 3, Ada Lee Jung jae dan Lee Byung hun
“Agar tugas pemprov dan gubernur, wali kota, bupati ringan, saya sangat berharap bapak dan ibu untuk menerima anak-anak ini, (silakan) dididik, diarahkan dengan pola yang dimiliki bapak ibu semua yang jauh lebih baik dibanding dengan pola yang kami miliki,” kata Dedi.
Ia juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai elemen masyarakat untuk menampung dan membina anak-anak tersebut.
Tak terbatas hanya pada lembaga pendidikan, tapi juga rumah pribadi, yayasan, hingga kantor pengacara.
Baca Juga: Series Duren Jatuh Episode 7B Full Movie di WeTV: Sinopsis, Link Nonton Full Movie serta Jam Tayang
“Yang tinggal di Depok selesaikan yang di Depok, yang tinggal di Bekasi selesaikan yang di Bekasi, yang tinggal di Kota Bandung selesaikan yang di Kota Bandung,” tuturnya.
“Tugas akan selesai manakala ditanggung secara bersama,” ujarnya.***



















