BANTENRAYA.COM – Gubernur Banten Andra Soni meminta sekolah Cahaya Madani Banten Boarding School (CMBBS) yang merupakan sekolah unggulan milik Pemprov Banten tidak hanya menjadi sekolah bagi anak pejabat.
CMBBS menurutnya harus menjadi sekolah bagi masyarakat yang berprestasi, terutama yang tidak mampu agar bisa mengejar mimpi.
Hal itu disampaikan Andra saat menyampaikan pidato perdananya dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Banten, Selasa (4/3/2025).
Baca Juga: Walikota Serang Budi Rustandi Bagi-bagi Paket Sembako Murah, Realisasikan Program 100 Hari Kerja
Andra mengatakan, dia ingin mengembalikan CMBBS yang merupakan sekolah unggulan sebagai sekolah yang disediakan untuk anak berbakat, anak cerdas, dan anak terpilih dari seluruh wilayah Provinsi Banten.
Tidak seperti sekarang, CMBBS menjadi sekolah elitis karena di sana bersekolah anak-anak pejabat. Sementara anak-anak kurang mampu tidak bisa bersekolah di sana.
“Kami ingin mengembalikan CMBBS kepada khittahnya, yaitu sekolah anak-anak berbakat, anak-anak cerdas, anak-anak terpilih dari Provinsi Banten. Tidak lagi menjadi sekolahnya anak pejabat,” kata Andra.
Baca Juga: Pidato Perdana Sebagai Gubernur Banten, Andra Soni Tegaskan Komitmen Tidak akan Korupsi
Andra menyatakan, dia ingin memperbanyak sekolah unggulan seperti CMBBS. Dia berpikir satu sekolah CMBBS tidaklah cukup.
Karena itu, dia memimpikan ada beberapa sekolah semacam CMBBS di beberapa daerah.
Adapun sekolah model yang ingin ditiru adalah seperti sekolah Insan Cendekia di Kota Tangerang Selatan.
Baca Juga: Andra Soni Bakal Launching Sekolah Gratis untuk Masyarakat, Termasuk Sekolah Swasta di Banten
“Kita harus contoh sekolah seperti Insan Cendekia Tangerang Selatan,” katanya.
Dengan cara seperti ini, Andra berharap anak-anak Banten bisa menjadi manusia unggulan sehingga bisa kuliah dan mengejar cita-cita di universitas-universitas terbaik di Indonesia dan dunia.
Sehingga di masa yang akan datang akan lebih banyak orang-orang penting dan berpengaruh lahir dari Banten.
Baca Juga: Tunggu Sinkronisasi Hingga Mei, Bantuan Sosial dan Program OPD Kota Cilegon Tertunda
Dia mencontohkan Kapolda Banten yang berasal dari Pandeglang. Atau mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Taufiq Rahman Ruki yang berasal dari Lebak.
“Insya Allah suatu hari kita akan banyak lihat anak-anak Banten seperti Kapolda Banten yang berasal dari Pandeglang atau seperti Pak Taufik Rohman Ruki mantan Ketua KPK yang berasal dari Lebak,” ujarnya.
Andra juga mengajar agar semua elemen mendorong dan mendukung terlaksananya program makan bergizi gratis di Provinsi Banten yang merupakan program Prabowo-Gibran.
Baca Juga: 21 ASN Diperiksa Kejati Banten Terkait Korupsi Sampah Tangsel Tahun 2024 Senilai Rp75 Miliar
Presiden Prabowo menyampaikan seluruh anggaran yang diperlukan untuk mendukung program makan bergizi gratis akan ditanggung APBN.
Sementara APBD yang telah mengalokasikan untuk makan bergizi gratis akan digunakan untuk memperbaiki sekolah, dan memperbaiki sanitasi lingkungan.
Hal ini dilakukan untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) yang ada di Provinsi Banten.
Baca Juga: Tiga Bulan Jadi Buronan, Pelaku Pencurian Sound System Cafe di Jawilan Ditangkap Polisi
Program makan bergizi gratis ini, kata Andra, akan dikawinkan dengan program sekolah gratis yang menjadi visi misi dirinya bersama dengan Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah.
Program sekolah gratis akan berlaku pada SMA. SMK, dan SKh yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Banten.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Lukman mengatakan, untuk program sekolah gratis pihaknya sudah menyiapkan anggaran untuk mendukung program tersebut.
Baca Juga: Harapan Gubernur Banten Andra Soni, Usai Dewi-Iing Resmi Menjabat Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang
Dia mengungkapkan, anggaran yang telah disiapkan untuk program sekolah gratis mencapai Rp100 miliar lebih.
Anggaran tersebut, kata Lukman, akan menjadi dana pengganti SPP di sekolah. Berdasarkan rencana, pencairan anggaran akan dilakukan setiap tiga bulan sekali. ***

















