BANTENRAYA.COM – Pengamat Ekonomi Banten Bambang Dwi Suseno menilai, dampak buruk dari deflasi yang berkelanjutan dapat menyebabkan resesi ekonomi, atau penurunan ekonomi yang cukup lama.
Pada awal 2025, Banten mengalami deflasi sebesar 1,05 persen. Deflasi ini menunjukkan adanya penurunan harga barang dan jasa secara umum, yang dapat disebabkan oleh beberapa faktor utama.
Salah satu faktor yang berkontribusi terjadinya deflasi adalah penurunan permintaan konsumen.
Baca Juga: 100 Hari Kerja Robinsar-Fajar Wajib Wujudkan Janji Sembako Murah, Pengamat: Jangan Jadi Blunder!
Meskipun deflasi dapat memberikan keuntungan bagi konsumen dalam jangka pendek dengan harga barang yang lebih murah.
Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menjadi indikasi lemahnya pertumbuhan ekonomi.
“Jika dibiarkan berlarut-larut, deflasi dapat menyebabkan menurunnya investasi, meningkatnya pengangguran, dan berpotensi membawa ekonomi ke dalam resesi,” ujar Bambang saat dikonfirmasi Bantenraya.com, Selasa 4 Februari 2025.
Baca Juga: Sudah Fix, Pelantikan Robinsar-Fajar 20 Februari di Istana Negara
Kondisi ini, kata Bambang disebabkan karena masyarakat mungkin menunda belanja karena ekspektasi bahwa harga akan terus menurun.
Selain itu, daya beli yang melemah akibat faktor ekonomi makro, seperti pengurangan pendapatan atau meningkatnya tingkat pengangguran, turut memperburuk kondisi ini.
Hal lain yang membuat deflasi terjadi karena kelebihan pasokan juga menjadi penyebab utamanya.
Baca Juga: Awas Denda! Cek Panduan Lengkap Cara Lapor Pajak Bisnis Online di Indonesia Tahap per Tahap
Produksi barang dan jasa yang lebih tinggi dibandingkan permintaan menyebabkan harga mengalami penurunan.
“Distribusi yang lebih lancar atau peningkatan efisiensi produksi juga dapat meningkatkan jumlah barang di pasar, sehingga menekan harga lebih lanjut,” paparnya.
Faktor lainnya adalah penguatan nilai rupiah terhadap mata uang asing. Jika rupiah menguat, harga barang impor menjadi lebih murah, yang pada akhirnya berdampak pada penurunan harga secara keseluruhan di dalam negeri.
Baca Juga: Cara Daftar Subsidi Tepat Gas LPG 3 Kg Pertamina untuk Kebutuhan Rumah Tangga
“Selain itu, penurunan harga komoditas utama, seperti pangan dan energi, juga mempengaruhi tingkat inflasi secara keseluruhan, berkontribusi pada terjadinya deflasi,” katanya.
Untuk mengatasi deflasi ini, pemerintah dan sektor swasta perlu mengambil langkah-langkah strategis.
Pertama, meningkatkan stimulus ekonomi dengan cara pemerintah dapat meningkatkan belanja negara, khususnya dalam proyek infrastruktur, guna menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya beli masyarakat.
Baca Juga: Magang Generasi Bertalenta BUMN Masih Dibuka untuk Mahasiswa Aktif, Cara Pendaftaran Sangat Mudah
“Memberikan subsidi atau insentif bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mendorong produksi dan konsumsi,” ungkap Bambang.
Kedua, bisa dilakukan dengan menstimulasi konsumsi masyarakat dengan mendorong program bantuan sosial atau insentif pajak bagi masyarakat.
Hal itu perlu dilakukan agar daya beli meningkat dan mengadakan program diskon atau cashback untuk meningkatkan minat belanja masyarakat.
Baca Juga: Warga Cigeulis Pandeglang Dibuat Heboh Usai Temuan Mayat Bayi di Kebun, Begini Kondisinya
“Ketiga, dengan cara meningkatkan Investasi dan Daya Saing Industri, Memberikan insentif pajak bagi investor agar tetap menanamkan modal di Banten, mempermudah regulasi usaha dan investasi agar lebih banyak perusahaan beroperasi di daerah tersebut,” kata Bambang.***

















