BANTENRAYA.COM – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menggelar pertemuan virtual dengan Tenaga Kerja Indonesia atau TKI.
Dalam obroral itu ada warga yang meminta Ganjar Pranowo untuk menambah istri alias kawin lagi.
Mendengar permintaan untuk kawin lagi dari warganya itu, Ganjar Pranowo kaget dan lebih memilih untuk tidak melalukannya.
Baca Juga: Pemilu Digelar 2024, Nasdem Kabupaten Lebak Sudah Panaskan Mesin Partai dari Sekarang
Dikutip Bantenraya.com dari Instagram @ganjar_pranowo, awalnya Ganjar Pranowo menyapa ratusan warganya yang berprofesi sebagai TKI di negeri orang.
Dalam video itu, salah satu TKI yang ada di Amerika Serikat Indra yang berasal dari Cilacap, meminta Ganjar kawin lagi dan dinilai sang gubernur masih gagah dan ganteng.
Hal itu dilontarkan setelah Indra menolak dihadiahi sepeda usai berhasil menjawab pertanyaan Ganjar soal pengasingan Presiden Soekarno.
Baca Juga: Cara Turunkan Berat Badan Secara Drastis Tanpa Ramuan dan Olahraga Ala Dr. Zaidul Akbar
“Lah dapat sepedah. Istri lagi pak dan istri dua. Jadi karena bapak Ganjar ganteng juga bisa nambah istri dua,” kata Indra polos saat berbincang dengan Ganjar, Senin 11 Oktober 2021.
Mendengar hal tersebut, Ganjar menjabab jika kawin lagi maka dirinya akan menapat murka dari istrinya. Bahkan nanti bisa dipukul dengan panci.
“Istri dua. Bisa dipukul saya sama panci,” balas Ganjar.
Baca Juga: Ginting Takluk dari Pemain Thailand Jadi Trending Topic, Netizen: Nasib Buruk
Dalam unggahannya, Ganjar juga menyelipkan pesan jika pekerja migran Indonesia itu kerap berbicara secara lepas tapi tetap bisa menyenangkan teman.
“Alhamdulillah berkesempatan ngobrol online dengan mereka. Mau dibilang apapun mereka itu semua saudara,” katanya dalam unggahan.
Ganjar menambahkan, jika pihaknya akan senantiasa memberikan bantuan jika TKI mengalami persoalan meski berada di negeri orang.
Baca Juga: Walikota Cilegon Harap PLTU Jawa 9 dan 10 Jadi Contoh Pembangunan SDM Lokal
“Kalau ada masalah yah harus dibantu. Sehat-sehat terus, jangan lupa berkabar dengan keluarga,” tulisnya. ***



















