Kamis, 26 Februari 2026
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • NasionalNew
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal
Kamis, 26 Februari 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Banten Raya
  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

Jarang Orang Tahu! Berikut 4 Dampak Buruk dari Perkawinan Anak di Bawah Umur

Tim Banten Raya 03 Oleh: Tim Banten Raya 03
6 Desember 2024 | 16:48
Jarang Orang Tahu! Berikut 4 Dampak Buruk dari Perkawinan Anak di Bawah Umur

Ilustrasi dampak negatif pernikahan anak di bawah umur. Pixabay/Qimono

Bagikan Ke WhatsAppBagikan Ke FacebookBagikan Ke TwitterBagikan Ke Telegram

BANTENRAYA.COM – Perkawinan anak di bawah umur adalah pernikahan yang dilakukan oleh individu yang belum mencapai batas usia minimal sesuai peraturan perundang-undangan.

Diketahui, di Indonesia batas minimal usia menikah adalah 19 tahun untuk laki-laki dan 16 tahun untuk perempuan.

Namun, perkawinan di usia dini tidak dianjurkan karena dapat menimbulkan berbagai dampak buruk.

Baca Juga: Gus Miftah Ungkap Alasan Mundur Sebagai Utusan Khusus Presiden, Ada Tekanan dari Istana?

Seperti masalah kesehatan, ketidaksiapan mental, emosi yang belum stabil, masalah ekonomi, hingga risiko ketidakharmonisan rumah tangga dan kemiskinan.

Selain itu, perkawinan anak juga dapat memengaruhi kondisi psikis anak dan menyebabkan berbagai persoalan sosial.

Oleh karena itu, penting untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya perkawinan anak melalui sosialisasi.

Baca Juga: PNM Raih Penghargaan Outstanding Achievement in Public Empowerment, Bukti Nyata Komitmen Pemberdayaan Masyarakat

Berikut adalah 4 dampak buruk dari perkawinan anak di bawah umur, sebagaimana dilansir dari unggahan Instagram @nuonline_id pada Kamis, 5 Desember 2024.

1. Meningkatkan Angka Perceraian

Pernikahan yang melibatkan anak di bawah umur rentan berujung pada perceraian.

Hal ini disebabkan oleh emosi yang belum stabil serta ketidakmampuan pasangan untuk menghadapi masalah dalam rumah tangga.

Baca Juga: Temui Korban Banjir di Pandeglang Selatan, Kapolda Banten Salurkan Bantuan untuk Lansia dan Anak-anak

2. Menurunkan Kualitas Sumber Daya Manusia

Anak yang lahir dari orang tua berusia muda berpotensi mengalami penurunan kualitas hidup.

Hal ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan pengalaman orang tua dalam mendidik anak, yang dapat berdampak pada kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Baca Juga: Helldy Agustian Ucapkan Selamat ke Robinsar Lewat Telepon, Program Keberlanjutan Bakal Segera Dibahas

3. Memicu Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT)

Pasangan yang menikah di usia dini berisiko lebih tinggi mengalami kekerasan dalam rumah tangga.

Ketidaksiapan mental dan emosi yang belum matang membuat konflik rumah tangga sulit diatasi dan dapat berujung pada tindakan kekerasan.

Baca Juga: BEI Banten Buka Suara Soal Pernyataan Prabowo Samakan Investasi Saham dengan Judi

4. Menimbulkan Berbagai Masalah Kesehatan

Perkawinan anak juga berisiko menimbulkan masalah kesehatan, terutama bagi perempuan yang mengandung di usia muda.

Rahim yang belum siap untuk kehamilan dapat meningkatkan risiko komplikasi, baik untuk ibu maupun bayi yang dilahirkan.

BACAJUGA:

Ita Kania

Berawal Dari Hobi, Ita Kania Sukses Jadi Pengrajin Batu Alam

19 Desember 2025 | 17:51
Asep Nugrahajaya

Asep Nugrahajaya, Dari Anak Guru SD Jadi Kadis Pendidikan Hingga Staf Ahli Bupati Serang

1 Desember 2025 | 08:34
lowongan kerja

Siap Berkarir di Bank? Lowongan Kerja Terbaru BTPN Syariah, Terbuka untuk D3

9 September 2025 | 07:29
Fun Run

Muhammadiyah Gelar Fun Run 2025 di Yogyakarta Akhir Pekan Ini, Catat Tanggalnya

8 September 2025 | 20:53

Baca Juga: Info Loker! PT Apotek K24 Indonesia Buka Management Development Program Batch 31

Itulah 4 dampak buruk dari perkawinan anak di bawah umur. Diharapkan masyarakat semakin memahami risiko ini dan berperan aktif dalam mencegah terjadinya perkawinan usia dini. ***

Tags: dampak burukperkawinan anakPerkawinan anak di bawah umur
Previous Post

Gus Miftah Ungkap Alasan Mundur Sebagai Utusan Khusus Presiden, Ada Tekanan dari Istana?

Next Post

Promosi Judol, Selebgram Usia 17 Tahun Asal Kabupaten Tangerang Diamankan

Related Posts

Ita Kania
Citizen

Berawal Dari Hobi, Ita Kania Sukses Jadi Pengrajin Batu Alam

19 Desember 2025 | 17:51
Asep Nugrahajaya
Citizen

Asep Nugrahajaya, Dari Anak Guru SD Jadi Kadis Pendidikan Hingga Staf Ahli Bupati Serang

1 Desember 2025 | 08:34
lowongan kerja
Citizen

Siap Berkarir di Bank? Lowongan Kerja Terbaru BTPN Syariah, Terbuka untuk D3

9 September 2025 | 07:29
Fun Run
Citizen

Muhammadiyah Gelar Fun Run 2025 di Yogyakarta Akhir Pekan Ini, Catat Tanggalnya

8 September 2025 | 20:53
3 Link Twibbon Peringatan HUT Jalasenastri 2025, Desain Gratis dan Terbaru
Citizen

3 Link Twibbon Peringatan HUT Jalasenastri 2025, Desain Gratis dan Terbaru

26 Agustus 2025 | 17:18
GRATIS! 5 Link Twibbon HUT Jalasenastri ke-79 Tahun 2025, Desain Terbaru dan Palin Keren
Citizen

GRATIS! 5 Link Twibbon HUT Jalasenastri ke-79 Tahun 2025, Desain Terbaru dan Palin Keren

26 Agustus 2025 | 09:21
Load More

Popular

  • Pemprov Banten kembali membuka pendaftaran mudik gratis

    Banyak yang Mengundurkan Diri, Pemprov Banten Buka Ulang Pendaftaran Mudik Gratis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengisian 6 Pejabat Eselon II Pemkot Cilegon Setelah Mutasi Eselon III dan IV

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Terapkan WFA Mudik dan Balik Lebaran 2026, Pegawai Pemkot Cilegon Bisa Mudik 16 Hari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tegakkan SE Bupati, Satpol PP Kabupaten Serang Sisir Rumah Makan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nilai Gaji Guru PPPK Paruh Waktu Pemkab Serang Belum Ada Hasil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Arti Kalimat ‘Nyawit Nih Orang’ yang Banyak Digunakan di Media Sosial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkot Cilegon Siapkan 50 Bus Mudik Gratis, Pendataran Segera Dibuka Via Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tingkatkan Pelayanan, RJI Banten Resmikan Kantor Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dindikbud Kota Serang Segera Bentuk Satgas Perlindungan Guru Kota Serang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tukang Ojek Pangkalan Pandeglang Gugat Pemprov Banten Minta Ganti Rugi Rp 100 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Petugas Dapur SPPG Yayasan Sukaratu 6, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, memperlihatkan selembar surat cinta dari siswa yang terselip dalam ompreng MBG, Rabu 11 Februari 2026. (Dokumentasi Bantenraya.com)

Selipkan Pesan di Ompreng MBG, Peserta Didik di Pandeglang Request Menu: Minta Nasi Goreng hingga Ayam

12 Februari 2026 | 05:00
SMAN 1 Cimarga

Pengakuan Siswi SMAN 1 Cimarga yang Ikut Mogok Sekolah, Bukan Dukung Siswa Merokok tapi……

18 Oktober 2025 | 12:16
Pemprov Banten kembali membuka pendaftaran mudik gratis

Banyak yang Mengundurkan Diri, Pemprov Banten Buka Ulang Pendaftaran Mudik Gratis

24 Februari 2026 | 14:42
Kabupaten serang PT PWI

Sempat Produksi Sepatu di Kabupaten Serang, PT PWI 1 Bakal Bangkit Buka Usaha Baru di Cikande

2 Februari 2026 | 17:11

Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional, Bjb Backup Total Pembiayaan UMKM

Asooooy… Kepala Desa akan Diajak Studi Banding ke Korea dan China

Seluruh Ospek di Kampus Diputuskan Digelar Online, Termasuk di Banten

Mudik Resmi Dilarang, Efektif 24 April

Walikota Serang Budi Rustandi menunjukkan dokumen bukti pembayaran gaji ratusan guru PPPK paruh waktu kepada sejumlah wartawan di Setda, Pemkot Serang, Kamis 26 Februari 2026. (Harir Baldan/Bantenraya.com)

Budi Rustandi Tegaskan Pemkot Serang Tidak Zalim, Gaji Ratusan Guru PPPK Paruh Waktu Telah Dibayar

26 Februari 2026 | 21:32
PT ASDP telah merilis perkiraan puncak arus mudik pada musim mudik Lebaran 2026. (Uri/Bantenraya.com)

Ada WFA, Puncak Arus Mudik di Pelabuhan Merak Diprediksi Terjadi 2 Hari di Tanggal Ini

26 Februari 2026 | 21:00
Petani di Desa Pegadingan, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang sedang memanen sayuran jenis kangkung di lahan miliknya, Kamis 26 Februari 2026. (Andika/Bantenraya.com)

Yuk Mampir ke Desa Pegadingan Kabupaten Serang, Tempatnya Penghasil Sayuran Berkualitas

26 Februari 2026 | 20:30
Ilustrasi Kartu kepesertaan BPJS Kesehatan. (Dokumentasi Dinkes Provinsi Banten)

BPJS Kesehatan PBI Non Aktif Bakal Dicek Ulang

26 Februari 2026 | 20:15

Tag

2022 Andra Soni ASN banjir Banten BRI Brigadir J BRI Super League Cilegon drakor drama Korea Film Harga Tiket Helldy Agustian Indonesia Jadwal jadwal tayang Kabupaten Lebak kabupaten serang Kota Cilegon Kota Serang Lebak link nonton link twibbon lowongan kerja Pandeglang Pemkot Cilegon pemkot serang Pemprov Banten pilkada Preman Pensiun 6 Preman Pensiun 7 profil provinsi banten Ramadhan Robinsar serang sinopsis spoiler spoiler sub indo Timnas Indonesia Twibbon UMKM viral
Banten Raya

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda

Nomor ID Pers : 26666 | Status Pendataan : Terverifikasi Faktual | Sertifikat : 1393/DP-Verifikasi/K/VIII/2025

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Digital Banten Raya
  • Ecommerce Banten Raya
  • Siding Banten Raya
  • Share Banten Raya

Ikuti Kami

  • Daerah
  • Nasional
  • Pendidikan
  • Opini
  • Ekonomi & Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum & Kriminal

© 2026 Banten Raya - Berkualitas dan Berbeda