BANTENRAYA.COM – Program makan bergizi gratis membutuhkan kurang lebih anggaran Rp700 miliar per tahun di Kota Cilegon.
Anggaran tersebut sekarang ternyata tidak masuk dalam APBD 2025 mendatang.
Hal itu karena APBD 2025 Kota Cilegon tidak akan mencukupi bahkan hampir 30 persen APBD akan tersedot hanya untuk makan bergizi gratis.
Di Kota Cilegon sendiri ada sebanyak 70 ribu lebih siswa SD dan SMP negeri dan swasta yang akan mendapatkan program tersebut juga direalisasikan.
Baca Juga: Kemenhub dan KBUMN Koordinasi Untuk Efisiensi Biaya Logistik di Sektor Transportasi
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan atau Dindikbud Kota Cilegon Heni Anita Susila menjelaskan, dirinya masih menunggu arahan dari pusat soal program tersebut.
Termasuk, soal anggaran sendiri. Sebab, dalam APBD 2025 tidak ada usulan untuk anggaran makan bergizi gratis.
“Butuh Rp700 miliar per tahun untuk perkiraan 70 ribu siswa SD dan SMP di Kota Cilegon. Itu belum menghitunh untuk TK dan lainnya (pondok pesantren dan madrasah),” katanya, Selasa 29 Oktober 2024.
Tidak adanya anggaran di APBD 2025 tersebut karena secara angka akan menghabiskan APBD Kota Cilegon yang hampir Rp2,3 triliun pada 2025.
Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto Targetkan Pembangunan IKN Selesai dalam 4 Tahun
“Jika dianggarkan dari APBD tidak akan mungkin karena bisa hampir seperempat APBD. Maka tentu harus menggunakan anggaran dari pusat,” ujarnya.
Secara mekanismenya, papar Heni, juga masih menunggu dari pusat, apakah nanti lewat dana tambahan di Bantuan Oprasional Sekolah (Bos), melalui pihak ketiga atau juga UMKM yang ada dilibatkan.
“Untuk mekanisme sampai sekarang belum ada informasi dan pembahasan. Pihak Dindik Kota Cilegon sendiri masih akan menunggu dari pusat bagaimana skemanya,” tegasnya.
Heni menegaskan, pihaknya masih akan tetap menunggu bagaimana kebijakan pusat saja soal tersebut.
Baca Juga: Tim Penyidik Kanwil DJP Banten Sita Dokumen Tindak Pidana Perpajakan di Bekasi
“Kami masih akan menunggu saja apa yang nanti ditentukan pusat,” pungkasnya.***















