BANTENRAYA.COM – Wakaf yang dahulu hanya berbentuk lahan dan digunakan untuk tempat ibadah hingga sekolah, kini mengalami perubahan yang progresif.
Kini, wakaf tidak hanya berbentuk lahan atau tanah, melainkan bisa juga berbentuk uang. Penggunaan wakaf juga tidak hanya sebatas untuk tempat ibadah dan sekolah melainkan juga rumah sakit.
Salah satu contoh implementasi dari wakaf menajdi rumah sakit adalah Rumah Sakit Mata Achmad Wardi (RSAW) yang merupakan kolaborasi Badan Wakaf Indonesia (BWI) dan Lembaga Amil Zakat Dompet Dhuafa.
Baca Juga: BNN RI dan Pemkot Ajak Santri Wujudkan Kota Cilegon yang Bebas Narkoba
Kini, wakaf Rumah Sakit Mata Achmad Wardi bahkan semakin berkembang dan memberikan lebih banyak manfaat kepada penerima manfaat atau mustahiq.
Salah satu dari manfaat itu adalah Rumah Sakit Mata Achmad Wardi setiap hari bisa memberikan pelayanan katarak gratis untuk warga tidak mampu.
Direktur RSAW dr. Pradipta Suarsyaf mengatakan, RSAW memiliki berbagai layanan unggulan, di antaranya Katarak Center, Retina Center, dan Glaukoma Center, Infeksi, dan Imunologi Center.
Baca Juga: Mahfud MD Sentil Menteri Desa dan PDT yang Diduga Pakai Surat Resmi Pemerintah untuk Acara Pribadi
Tiga layanan terakhir merupakan satu-satunya layanan mata yang ada di Banten.
Dengan memanfaatkan surplus wakaf yang diperoleh, RSAW mampu memberikan pelayanan operasi katarak gratis bagi kaum dhuafa non-BPJS. Rumah sakit ini telah memiliki ragam fasilitas medis terbaik.
“Alhamdulillah, dari sekian tindakan operasi katarak untuk masyarakat secara gratis, mereka mengaku senang dan sangat terbantu. Kami pun berupaya memuliakan para penerima manfaat dengan memberikan layanan kepada mereka yang terbaik,” ujar Pradipta.
Hadirnya Retina Center dan Glaukoma Center di RSAW merupakan hasil dari Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) SW001 pada tahun 2020. Dengan cara itu, masyarakat bisa mewakafkan hartanya meski dalam jumlah yang kecil.
Ya, keunggulan RSAW terletak pada kemampuannya untuk memberikan pelayanan operasi katarak gratis bagi kaum dhuafa yang tidak terdaftar dalam BPJS.
RSAW menyediakan kuota operasi katarak gratis setiap hari, dengan jumlah minimal satu orang, sehingga dalam sebulan bisa melayani 40 hingga 50 pasien dhuafa.
Baca Juga: Laneige Moisturizer Review Varian Water Bank Essence 70ml
Selain itu, RSAW juga aktif mengadakan aksi bakti sosial di daerah pelosok Banten, yang mencakup skrining katarak bagi warga yang memiliki akses terbatas terhadap pelayanan kesehatan.
Setelah skrining, RSAW menyediakan layanan operasi gratis dan menanggung biaya transportasi serta akomodasi pasien.
Kepala Lembaga Pengembangan Investasi Wakaf (LPIW) Dompet Dhuafa Prima Hadi Putra menjelaskan, RSAW adalah rumah sakit mata pertama di Asia berbasis wakaf.
Baca Juga: Menteri Yandri Pakai Kop Surat Resmi Kementrian untuk Acara Pribadi, Disenggol Mahfud MD
Rumah sakit ini dibangun dengan memanfaatkan dana wakaf dari para wakif Dompet Dhuafa dan Badan Wakaf Indonesia (BWI).
Dompet Dhuafa mengelola wakaf dengan dua pendekatan, yaitu sosial dan komersial secara produktif agar pahalanya terus mengalir bahkan semakin membesar.
“Walaupun dengan nominal yang kecil, mungkin hanya seharga segelas kopi, namun manfaatnya sangat besar dan terus mengalir abadi,” ujar Prima.
Baca Juga: Telkom Banten Dorong Industri Manufaktur Penuhi Layanan Inovatif di PT Jmtech Busana Global
Dompet Dhuafa juga banyak menggabungkan instrumen-instrumen dana yang saling dihubungkan, termasuk dana sosial. Dari situlah, maka RSAW mampu semakin banyak menjangkau para pasien yang tidak mampu. ***



















