BANTENRAYA.COM – Halaman Gedung Balai Budaya Kabupaten Pandeglang digunakan sebagai pengajian oleh anak muda pada Sabtu, 28 September 2024, malam.
Kegiatan pengajian ini bernama Majelis Risalah Cinta untuk para kaum muda, dengan tema, ‘Menyambut Risalah Cinta Sang Nabi untuk Dapatkan Cinta Ilahi’.
Gedung Balai Budaya Pandeglang awalnya adalah Bangunan Pendopo Kewedanaan Pandeglang yang bangun sekitar pada tahun 1848.
Gedung ini beralamat di Jalan Kiyai Haji Abdul Halim, Kelurahan Pandeglang, Kecamatan Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.
Majelis Risalah Cinta yang merupakan kegiatan pengajian untuk para kaula muda bakal digelar di Gedung Balai Budaya Pandeglang pada Sabtu, 28 September 2024.
Kegiatan Majelis Risalah Cinta merupakan kegiatan rutin yang di gagas oleh tiga putera almarhum Abuya Wasi Fauzan bin Syeikh Ahmad Busyro Kadumerenah.
Ketiga penggagas Majelis Risalah Cinta tersebut diantaranya, KH Sofiyullah Muhajir, KH Mumu Mubarok, KH Ayif Amin Habibi.
Kegiatan Majelis Risalah Cinta di Balai Budaya Pandeglang nanti merupakan kegiatan ke tiga yang dilaksanakan dari jadwal roadshow majelis risalah cinta di Provinsi Banten.
Baca Juga: Bukan dari Pelatnas PBSI, Dua Wakil Indonesia Tembus Final Macau Open 2024
“Majelis Risalah Cinta di Balai Budaya ini merupakan kegiatan kita ke tiga dari roadshow Majelis Risalah Cinta di Banten,” ujar KH Sofiyullah Muhajir.
KH Sofiyullah Muhajir menjelaskan, Majelis Risalah Cinta merupakan wadah bagi anak muda dari berbagai kalangan untuk belajar agama islam.
Menurutnya, majelis risalah cinta hadir untuk menghilangkan sekat anggapan bahwa mengaji tidak melulu harus santri.
“Semoga dengan kehadiran majelis risalah cinta ini dapat menjadi ruang untuk anak muda generasi milenial atau gen z untuk belajar agama islam dengan cara yang santai dan asik,” katanya.
Baca Juga: TNI Gadungan Ditangkap Saat Gladi Upcara HUT TNI ke 79 di Monas
Katanya, kegiatan tersebut juga menghadirkan Special Performance dari Lagoon Band dan Wayang Nganjor dengan dalang Kang Tirta.
“Kita juga memberikan ruang untuk para anak muda dan para pelaku ekonomi kreatif untuk berkolaborasi bersama dalam acara majelis risalah cinta,” terangnya.
Dalang Wayang Ngajor Kang Tirta mengataan, dalam acara Majelis Risalah Cinta membawakan cerita lakon kesultanan Banten.
“Karena kita ketahui bersama religi dan budaya di Banten, dan Pandeglang sangat berkaitan erat, semoga majelis risalah cinta ini bisa menjadi warna baru dalam memberikan ruang mengaji untuk para anak muda di Pandeglang,” harapnya.***
















