BANTENRAYA.COM – Muhamad Tohir, jurnalis Banten Raya, berhasil meraih Anugerah Karya Jurnalistik Antikorupsi (AKJA) 2024.
Muhamad Tohir berhasil meraih anugerah untuk kategori Karya Favorit Dampak Peliputan yang diselenggarakan Indonesia Corruption Watch (ICW).
Muhamad Tohir meraih satu dari lima kategori penghargaan yang dilombakan dalam AKJA 2024 ini.
Baca Juga: Formasi Gemuk, Tim Pemenangan Robinsar-Fajar untuk Pilkada Kota Cilegon Dikukuhkan
Penganugerahan AKJA 2024 diberikan saat malam Pengumuman Nominasi Karya Liputan Terbaik dan Terfavorit AKJA 2024 di gedung DNA Art and Creative Hub Denpasar, Bali, Sabtu malam (21/9/2024).
Penghargaan diserahkan langsung oleh Siti Juliantari Rachman dari ICW dan Firmansyah Syamsi, Sahabat ICW dari Internews Media.
Muhamad Tohir dan Tim Klub Jurnalis Investigasi (KJI) Banten dengan karya jurnalistik berjudul “Proyek Amburadul Penyelamatan Badak” berhasil menjadi juara.
Mereka menyingkirkan dua naskah pada kategori Karya Favorit Dampak Peliputan yang ditulis Lidia Radja, Imanuel Lodja & Tim dan Muhammad Al Fatih.
Lidia Radja, Imanuel Lodja & Tim yang merupakan anggota KJI NTT diketahui menulis liputan berjudul “Silang Selimpat Sekolah Merah Putih” yang diterbitkan di ntthits dan dirgantara.
Sementara Muhammad Al Fatih yang merupakan anggota KJI Kaltim menulis liputan berjudul “Perjuangan Warga Kawasan IKN dari Ancaman Penyerobotan Lahan” yang diterbitkan di kaltimkece.id.
Baca Juga: Terheran-heran, Viral Sekumpulan Bule Dibuat Penasaran saat Warga Lokal yang Hobi Main Burung
Selain kategori Karya Favorit Dampak Peliputan, penghargaan juga diberikan kepada karya jurnalistik kategori Karya Favorit Metode Peliputan yang diraih Khaerul Anwar & Tim dari KJI Banten.
Kategori Karya Favorit Pemilihan Isu yang diraih Fitri Wahyuningsih dari KJI Kaltim, dan kategori Karya Favorit Teknik Penulisan yang diraih Irma Hafni, Iskandar, dan Rianza dari KJI Aceh.
Adapun liputan jurnalistik kategori Karya Terbaik AKJA 2024 diraih oleh Ni Ketut Sudiani dan Tim dari KJI Bali yang menulis karya jurnalistik.
Karya itu berjudul “Skandal Korupsi LPD di Bali: Akal Bulus dan Kekuasaan Mainkan Data” yang diterbitkan di balebengong.id.
Naskah jurnalistik yang dibuat Ni Ketut Sudiani dan Tim dari KJI Bali berhasil menyingkirkan dua nominasi lain yaitu Fitri Wahyuningsih dari KJI Kaltim yang menulis “IKN Dikebut, Debu Bikin Semaput (Seri 1)”.
Lalu “Pembangunan IKN Hancurkan Ekosistem Sungai Pemaluan: Air Keruh, Buaya Semakin Mengancam, Nelayan Terpuruk (Seri 2)”.
Serta Mei Leandha dari KJI Sumut yang menulis “Guru Honorer Korban Percaloan di Kabupaten Langkat Mencari Keadilan”.
Dikutip Bantenraya.com dari YouTube @Sahabat ICW, dalam sambutannya, Muhamad Tohir mengaku tidak menyangka akan mendapatkan penghargaan AKJA 2024. Karena itu, dia merasa bahagia ketika akhirnya berhasil meraih penghargaan AKJA 2024.
“Ini benar-benar nggak pernah saya perkirakan,” kata Tohir.
Tohir mengatakan, karena liputan proyek badak jawa di Taman Nasional Ujung Kulon, Pandeglang, Banten, merupakan liputan kolaborasi sesama anggota KJI Banten.
Karena itu, kemenangan tersebut bukan kemenangan dirinya sendiri melainkan kemenangan KJI Banten.
Baca Juga: Tak Ditangkap, Pelaku Pembuat Video Fetish Lakban Serahkan Diri ke Polisi
Dalam kesempatan tersebut, Tohir juga mengucapkan terima kasih kepada sejumlah pihak yang telah membantu mewujudkan liputan tentang proyek penyelamatan badak jawa, seperti ICW, Banten Bersih, KJI Banten, dan jurnalis Tempo Agung Sedayu yang memberikan bimbingan selama melakukan peliputan. ***


















