BANTENRAYA.COM- Kisah perjuangan polisi Desa Adat Baduy, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak dalam menjalankan tugasnya yang tak mudah.
Sebagai seorang polisi Baduy, mereka harus turun naik gunung untuk menjaga hutan dan melestarikan adat.
Bahkan, untuk melaporkan keadaan Baduy ke Polsek Leuwidamar, polisi Baduy harus turun gunung setiap dua pekan sekali dengan berjalan kaki.
Baca Juga: Tingkatkan Literasi, Mobil Belajar Sharp Hadir Kunjungi SD ke Seluruh Pelosok Negeri
Kanit Binmas Polsek Leuwidamar, Aipda Ferry Alamsyah mengatakan, mulai melakukan tugas menjaga Baduy sudah dua tahun lamanya.
“Untuk sampai ke Baduy saya harus berjalan kaki kurang lebih tiga hari, kemudian harus mampir ke rumah-rumah sesepuh Baduy guna memastikan bahwa Baduy dalam kondisi aman,” kata dia kepada Bantenraya.com, Rabu 11 September 2024.
“Jadi setiap dua minggu sekali, saya turun ke Polsek Leuwidamar untuk melaporkan keadaan masyarakat Baduy,” sambungnya.
Baca Juga: Belasan Remaja Asal Ciruas Diamankan Saat Hendak Tawuran, Penyebabnya Tersulut Tantangan Duel
Ia mengungkapkan, dirinya ditugaskan di Baduy karena keterbatasan anggaran sehingga merangkap jabatan sebagai Bhabinkamtibmas Baduy.
“Saya tidak mengharapkan apapun, bahkan ketika dirinya awal bertugas menangis, karena kagum dengan prinsip orang Baduy dalam menjaga adat dan alam,” ucapnya.
Dilanjutkan Ferry, dirinya memiliki visi menjaga adat dan budaya masyarakat adat dari modernisasi serta melestarikan, menjaga dan menghijaukan hutan.
Baca Juga: Sedeng! Dua Pemuda Bawa Sajam Palak Pemilik Warung di Depok untuk Serahkan HP
“Saat bertugas saya tidak pernah meminta barang apapun kepada masyarakat Baduy, karena saya adalah abdi negara dan ingin menjadi polisi yang baik dalam menjaga keamanan Baduy, dan memberantas perambah hutan,” ujarnya.
Menurutnya, selama bertugas menjadi polisi Baduy, Ferry mendapatkan berbagai pelajaran.
“Saya mendapatkan berbagai pelajaran, bagaimana cara menghormati alam, kemudian toleransi akan hukum adat, dan lain sebagainya,” tuturnya.
Baca Juga: Akun Instagram FC Dallas Mendadak Bikin Heboh, Ternyata Gara-gara Ungahan Ini
Ia menambahkan, setiap dua pekan sekali dirinya harus menginap di rumah rumah tokoh Baduy.
“Harus berkeliling di setiap Dess di Baduy, kemudian dalam setiap perjalanan, saya suka berhenti dirumah rumah warga Baduy, cukup lama juga, soalnya sambil memberikan edukasi hukum pidana kepada warga Baduy,” terangnya.
“Kenapa hal itu, saya lakukan karena tidak mau dibilang pencitraan, meskipun saya masih jauh dari kata baik. Tapi saya ingin menjadi polisi yang benar benar berguna bagi masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, Kapolsek Leuwidamar, Iptu Tj Denmark menjelaskan, polisi Baduy sama dengan polisi pada umumnya. Tidak ada yang di istimewa.
Baca Juga: Akun Instagram FC Dallas Mendadak Bikin Heboh, Ternyata Gara-gara Ungahan Ini
Meskipun demikian, polisi Baduy memiliki nilai plus yakni berkeja ikhlas dan bertanggung jawab.
“Memang tidak ada yang istimewa. Tapi berjuangnya sangat berbeda, karena harus berjalan kaki tanpa kendaraan,” tandasnya. ***



















