BANTENRAYA.COM – Pemerintah Desa Kadugenep, Kecamatan Petir gencarkan pembangunan infrastruktur jalan untuk melakukan betonisasi di seluruh jalan.
Pembangunan tersebut untuk meratakan dan memperbaiki jalan di seluruh Desa Kadugenep yang awalnya rusak selama bertahun-tahun sehingga memudahkan warganya untuk menjalani aktifitas.
Kepala Desa Kadugenep Muhammad Aopidi mengatakan, pembangunan jalan tersebut dilakukan untuk meningkatkan perekonomian warganya sebagai perajin tas.
“Kita ratakan infrastruktur terlebih dahulu supaya mereka para pengusaha tas bisa meningkatkan ekonomi di Desa Kadugenep ini,” ujarnya Sabtu (31/8).
Pihaknya memastikan pembangunan infrastruktur di Desa Kadugenep sudah hampir 100 persen rampung dan nantinya tidak ada jalan yang kondisinya rusak parah.
“Kemungkinan sudah hampir semua terbangun dan ini adalah pembangunan infrastruktur jalan yang terakhir di Desa Kadugenep,” katanya.
Ia menjelaskan pembangunan infrastruktur jalan tersebut menyisakan 336 meter lagi di dibangun oleh swakelola masyarakat dengan dana desa tahun 2024.
“Semua yang kita bangun sekarang ini ada 336 meter dan kita akan rampungkan secepatnya agar masyarakat desa bisa segera memanfaatkan apa yang kita bangun,” jelasnya.
Aopidi mengungkapkan pihaknya optimis untuk menggencarkan pembangunan yang ada di desa mulai dari infrastruktur hingga pemberdayaan masyarakat yang mumpuni.
Baca Juga: Nonton Good Partner Episode 10 Sub Indo Lengkap dengan Alur Cerita
“Desa Kadugenep memiliki banyak potensi, sehingga kita bangun infrastruktur terlebih dahulu sebelum membangun pemberdayaan masyarakatnya,” tuturnya.
Pembangunan betonisasi tersebut juga bisa dirasakan oleh desa lain karena bisa menyambungkan ke desa-desa yang ada di sekitar Desa Kadugenep.
“Jalan ini kan perbatasan dengan Desa Kubang Jaya jadi bukan warga sini aja yang terbantu karena desa-desa lain juga ada yang menggunakan jalan ini,” tuturnya.
Baca Juga: Dosen UIN SMH Banten Perkenalkan Seni Tari Kreasi Banten Jawara ke Malaysia
Namun pihaknya menyayangkan pembangunan betonisasi di Desa Kadugenep tersebut diganggu oleh media yang diduga dari media LSM lantaran melakukan pemberitaan yang tidak tepat.
“Ada media online katanya, tapi ini pemberitaan kurang bener bahkan judulnya saja menyudutkan saya frustasi membangun jalan beton,” ungkapnya. ***














