BANTENRAYA.COM – Terlahir dari keluarga yang berlatar belakang mencintai seni dan budaya, membuat Rohaendi memilih untuk berkarir sebagai seorang penggiat seni dan budaya Provinsi Banten sejak tahun 2002.
Saat ini dia masih aktif untuk terus mengembangkan seni dan budaya Banten dengan menjabat sebagai Plt Bidang Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Provinsi Banten.
Sebagai seorang budayawan dan sosok yang mencintai seni, bagaimana Rohaendi melihat nilai budaya Banten saat ini? Apa saja yang perlu dibenahi untuk mengembangkan budaya dan seni di Banten?
Baca Juga: Nonton Drakor Cinderella at 2 AM Episode 2 Sub Indo, Beserta Spoiler dan Jadwal Tayang
Serta nilai budaya dan seni dari Banten apa yang bisa mengharumkan nama Banten untuk mendongkrak perekonomian dari sektor pariwisata? Berikut ini kutipan Raden Warna dengan Rohaendi belum lama ini.
Sejak kapan terjun dalam dunia seni dan budaya?
Alasan saya tertarik dalam dunia seni dan budaya ialah karena latar belakang keluarga saya adalah pelaku dari seni dan budaya.
Baca Juga: Golkar Cabut Dukungan, Airin Rachmi Diany Maju di Pilgub Banten 2024 Lewat PDIP
Sejak saya kecil sudah dikenalkan dengan berbagai macam tradisi oleh orang tua, bahkan sampai masuk sekolah pun saya fokus mempelajari pendidikan kesenian.
Setelah menyelesaikan pendidikan tingkat SMA sederajat, saya sekolah di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Bandung mengambil jurusan kesenian, dan melanjutkan pendidikan S2 di Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Trisakti.
Artinya saya sudah mulai terjun sejak dari saya kecil sampai saat ini diberikan amanah untuk bekerja di Dinas Pariwisata Banten.
Baca Juga: Dituding Hamil Duluan, Aaliyah Massaid dan Thariq Halilintar Laporkan Akun Medsos Ini ke Polisi
Sebelumnya saya merupakan SK PNS guru pendidikan seni pada tahun 1998 dan mengajar di SMP 1 Cadasari Pandeglang, kemudian ditarik ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pandeglang, sempat menjadi kepala bidang pemuda, sekertaris camat, dan kepala bidang kebudayaan juga sebelumnya.
Menurut anda, apa itu budaya dan pariwisata?
Dimata saya kebudayaan pada puncak estetisnya ialah menarik banyak orang untuk datang menyaksikan, dan ketika orang banyak orang yang datang, itulah yang dinamakan pariwisata. Dan itu menjadi keterikatan budaya sebagai atraksi dari aktivitas pariwisata.
Baca Juga: Inspiratif! Ini Kisah Seorang Wanita yang Naik Jabatan Setelah Sedekah Nasi Ayam ke Pengemis
Kalau terjun untuk mengaitkan antara budaya dan pariwisata di Banten sudah saya lakukan sejak tahun 2002, sebelumnya saya ditugaskan di Dinas Pariwisata Kabupaten Pandeglang 2003, dan kemudian provinsi Banten pada tahun 2013. Ini yang menarik menurut saya bagaimana dengan budaya tersebut bisa membuat orang mau datang ke Banten.
Lantas, budaya dan kesenian apa yang ada di Banten?
Kalau di Provinsi Banten secara administrasi ada tiga pembagian wilayah untuk kebudayaan dan kesenian ditarik dari sejarahnya itu terdiri dari Banten Selatan ada Lebak dan Pandeglang kaitannya dengankerjaan sunda, kedua ada Serang yang identik dengan kesultanan dan sudah masuk unsur islami, dan ketiga ada Tangerang ini dipenuhi dengan corak perpaduan dari China Benteng atau betawi karena merapa beranak pinak disana.
Baca Juga: Bikin Ngeri! Alat Kelamin Pria di Thailand Digigit Ular Saat di Toilet
Hebatnya Banten itu sejak masa kejayaan dulu sangat toleran sekali walaupun agama Islam mendominasi, sebab kesultanan juga bercorak Islam sangat kuat. Hal ini juga menjadikan para sultan dahulu untuk menjalin hubungan baik dengan negara luar maka sultan amat toleransi dengan berbagai budaya di Banten hari ini sampi hidup rukun.
Beberapa ciri khas budaya di Banten semua ada, banyak orang dari daerah lain menilai kalau Banten ini wilayah jawara, banyak aulia atau orang soleh, suku kanekes baduy dan lainnya sebagainya. Namun jarang diberitakan misalnya cimande, terumbu, bandrong, ulin abu itu padepokan jawara mengalami bentrok kan.
Apa tujuan anda mendalami budaya dan seni di Banten?
Baca Juga: Ini Lirik Lagu Party In Bali oleh Agnez Mo Sedang Trending di YouTube Musik
Banten itu kan punya berbagai destinasi wisata baik alam seperti gunung, pantai, laut, hutan maupun wisata buatan lainnya. Dan itu tidak membedakan Banten dengan daerah lain karena di tempat lain juga ada, yang membuat berbeda adalah budaya dan seni yang dimiliki.
Dan apabila pengunjung datang ke daerah itu kan yang di cari pasti kesenian dan budayanya bukan? , artinya kalau masyarakat Banten akan dikunjungi oleh banyak orang itu bukan dari industrialnya yang akan orang lain ingat itu bahwa Banten itu erat kaitannya dengan ilmu teluh atau pelet, jampe yang juga merupakan budaya, makan khasnya apa, misal pecak bandeng, emping dan lain sebagainya itu yang akan mereka ingat.
Dengan background saya sebagai seorang yang memang terjun dalam bidang tersebut diharapkan mampu memberikan warna baru untuk mencuatkan budaya dan seni Banten ke kancah yang lebih tinggi lagi.
Baca Juga: Kebakaran Tempat Percetakan di Pondok Aren, Rugikan Ratusan Juta Rupiah
Dan selama saya menjalankan tugas sebagai seorang seniman atau budayawan di Banten saya sangat senang sekali menjalaninya tidak ada duka yang saya alami, malah saya ikut happy menjalankan tugas ini dengan sebaik-baiknya.
Apa saja yang perlu dibenahi pada bidang budaya dan kesenian di Banten supaya lebih baik?
Menurut saya, kesenian dan budaya di Banten ini amat perlu di benahi secara nasional, Banten belum memiliki lembaga pendidikan yang konsen terhadap kesenian untuk mencetak bibit yang akan mewarisi nilai-nilai tersebut. Kalau di daerah lain kan sudah ada misal di Bandung, atau di Yogyakarta itu ada Akademi Seni Jogja.
Kedua, Banten juga belum memiliki gedung kesenian, bagaimana punya anak-anak mau mementaskan kesednian dan budaya sementara mereka juga butuh wahana yang ideal untuk melangsungkan pertunjukan.
Hal ini juga mendorong kreativitas dan inovasi misalnya untuk menampilkan rampak bedug atau debus dengan kemasan yang berbeda.
Yang ketiga, perlu adanya pembinaan terutama dari sisi aksesoris dan atribut yang digunakan oleh para penggiat budaya dan kesenian. Baju dan peralatan juga harus bagus.
Baca Juga: Jadwal Tayang Drakor Queen Woo Episode 1, Lengkap dengan Daftar Pemeran
Perlu ada maintenance, terkadang padepokan debus misalnya peralatan yang mereka miliki sudah rusak. Kita contoh saja Ridwan Kamil di Jawa Barat, hampir di setiap kecamatan mereka membangun titik-titik kebudayaan dan kesenian, jadi pemerintah juga perlu hadir jika memang mau budaya dan kesenian di Banten ini benar-benar optimal.***
















