BANTENRAYA.COM – Baru-baru ini media sosial dihebohkan dengan parodi logo NU Nahdlatul Ulama menjadi UN alias Ulama Nambang.
Parodi logo NU tersebut merupakan buntut dari dukungan pemberian izin tambang kepada organisasi keagamaan.
Hal ini menuai pro dan kontra di tengah masyarakat hingga akhirnya muncul sebuah sindiran melalui parodi logo NU.
Baca Juga: Kuliah Sambil Usaha Buket, Mahasiswi di Kota Serang Ini Raup Omzet 3 Kali Lipat UMR di Banten
Dari logo parodi yang beredar di media sosial X, logo parodi secara pola penggambaran memiliki kesamaan dengan logo NU.
Meski demikian dari parodi logo mengambil warna dasar merah lengkap dengan tulisan bahasa Arab dan bintang.
Adapun yang membedakannya lagi, gambar Indonesia diganti menjadi sebuah beko dan huruf NU diganti menjadi Ulama Nambang.
Baca Juga: JANGAN PANIK! 10 Cara Mengatasi WhatsApp yang Sering Logout Sendiri, Nomor 6 Sering Diabaikan
Viralnya perubahan vlogo NU mendapat tanggapan beragam di media sosial X.
Salah satunya Gusdurian, Rumail Abbas dalam akun X miliknya, @stakof mengaku tidak terima logo NU diparodikan.
Dia menilai, keputusan PBNU terkait tambang tidak ada hubungannya dengan logo NU.
Baca Juga: 7 Link Twibbon HUT Jakarta ke497 Gratis dengan Desain Paling Kece dan Elegan
“Saya juga tidak setuju dengan izin tambang yang disetujui negara untuk PBNU. Tapi, saya tetap tidak terima jika logo NU diedit sebrengsek itu. Demikianlah nurani kami yang dididik sebagai gusdurian,” katanya.
Respons terkait parodi logo NU ini juga diungkapkan oleh sejumlah warganet yang meyakini pelakunya bisa mudah ditangkap jika ada unsur pidana.
“Gw yakin 1000%, pemilik akun @/pasifisstate bakal lebih cepat tertangkap daripada pemberantasan judol,” ucap @edwin*****, Jumat 21 Juni 2024.
Baca Juga: Viral Usai Disangka Pengangguran, Papi Abe Cekut Ternyata Seorang Direktur Utama Perusahaan Logistik
Parodi logo NU menjadi pusat perhatian lantaran warga NU di Indonesia ini memang sangat banyak.
Namun bukan berarti NU otomatis mendapat dukungan terkait sikapnya izin tambang dari pemerintah.
“Rezim Gus Yahya luput tidak disorot persoalan logo lebih substansial daripada kooptasi politik PBNU oleh rezim niretika” Kata @as****. ***



















