BANTENRAYA.COM – Kondisi keramik trotoar Kota Cilegon yang menjadi display barang, parkir kedaraan dan bengkel motor rusak dan pecah.
Pecahnya keramik trotoar di Kota Cilegon tentu saja sangat disayangkan.
Terlebih akibat dari tidak tertibnya para pedagang dan pemilik toko membuat aset yang dibangun pemerintah rusak.
Bahkan yang paling membuat rusak yakni dijadikannya trotoar menjadi lahan parkir.
Bahkan, kondisi tersebut terus berulang seolah ada pembiaran karena tidak adanya penertiban dari petugas Satuan Polisi Pamong Praja atau Satpol PP Kota Cilegon.
Kepala DPUTR Kota Cilegon Tubagus Dendi Rudiatna menjelaskan, pihaknya menyangkan tidak tertibnya para penjual pertokoan yang tidak tertib, sehingga akhirnya membuat kramik trotoar pecah.
“Iya sayang dan akhirnya keramik menjadi rusak dan pecah,” jelasnya, Senin 17 Juni 2024.
Dendi menjelaskan, pihaknya berharap para pemilik toko untuk bisa tertib, selain agar tidak mengganggu pengguna jalan juga kramik tidak rusak.
Baca Juga: Ruko di Kota Serang Kebakaran Jelang Sholat Idul Adha
“Kami harap agar tertib. Ini masyarakat terganggu dan fasilitas umum juga membuat tidak nyaman,” tegasnya.
Sebelumnya, Plt Kepala Dinas Satpol PP Kota Cilegon Ahmad Mafruh menyatakan, pihaknya bersama para anggota sebenarnya terus melakukan patroli setiap hari untuk menegur dan memberikan imbauan.
“Kami setiap hari ada patroli yang selalu menegur menghimbau,” singkatnya, Sabtu 15 Juni 2024.
Selanjutnya, papar Mafruh, untuk lebih jelas teknis meminta agar ditanyakan langsung kepada Penyidik Pegawai Negeri Sipil soal kondisi protokol yang masih dipenuhi barang-barang dan mengganggu pengguna jalan.
Baca Juga: The Daddies Gagal Juara Australian Open 2024, Hendra Setiawan Catat Rekor Spesial di Usia 39 Tahun
“Untuk lebih lanjut secara teknisnya ke PPNS Satpol PP,” pungkasnya.
Warga melintasi trotoar yang separuhnya sudah tertutup barang-barang. Bahkan pedestrian untuk difabel juga tertutup.***

















