BANTENRAYA.COM – Berbahagia bagi para penghafal Al-Quran, atau orangtua yang anak-anaknya menjadi hafidz-hafidzah. Allah SWT menjanjikan kebahagiaan dunia dan akhirat.
Hal itu disampaikan Ustadz Adi Hidayat (UAH) dalam unggahan video berjudul ‘Motivasi UAH bagi Pada Munaqosyah Ahli Quran’, dalam youtube @ Adi Hidayat Official, Rabu, 22 September 2021.
Kata UAH, jaminan kemuliaan para ahli quran dijanjikan oleh Allah SWT dalam Al-Quran dan Al-Hadits.
Baca Juga: Khutbah Jum’at KH. Abdurahman Rasna: Doa Yang Tidak Terijabah
“Ahli Al-Quran kemuliaannya langsung tersebut dalam Al-Quran, dan lugas disampaikan dalam hadits Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam,” kata UAH dalam acara di SD Al-Ihsan Islamic School, ini.
Selain kebagiaan dunia, kata UAH, para penghafal Al-Quran juga diberi jaminan kebahagiaan di akhirat.
“Di Al-Quran itu sampai diberi jaminan oleh Allah bagi ahli Al-quran, yang bahkan (kalau) ada satu keluarga, mungkin anaknya atau ayahnya, ibunya, apalagi kompak seluruhnya (Ayah, ibu dan anak). Itu bukan hanya saja mendapatkan hasil perjuanganya di dunia,” jelasnya.
Baca Juga: Vega Darwanti Mohon Doa Masyarakat untuk Kesembuhan Tukul Arwana
Ia menceritakan, perjuangan atau menghafal Al-Quran itu kadang membuat lelah. Menurutnya, hal tersebut sudah biasa.
Ia mengandaikan, orangtua yang bekerja mencari nafkah untuk keluarganya di rumah juga kadang melelahkan.
“Para ayah juga bekerja lelah. Ada tantangan, kadang macet di jalan, kadang berliku. Tapi semua lelah, penat itu akan sirna, setengahnya, ketika Anda pulang melihat anak-anak kita sedang murajaah,” ungkapnya.
Baca Juga: Ivan Gunawan Kolaborasi dan Bikin Keren Pemain Rans FC
Jaminan surga bagi penghafal A-Quran, kata UAH, terdapat dalam Al-Quran Surat Ar’rad ayat ke 23 dan 24.
“Jannaatu ‘adiny yadkhu luunahaa wa man salaha min aabaaa’ihim wa man salaha min aabaaa’ihim wa azwaajihim wa zurriyyaatihim. Dan ada keluarga besar yang diberikan hadiah oleh Allah satu keluarga ini akan dimasukkan ke surga, ia membawa ayahnya, bundanya, adik-adiknya, kakak-kakaknya, keluarga besarnya,” terangnya.
“Dan sebelum masuk surga itu, ‘walmalaaa’i katu’. Ini yang paling menarik, ‘(walmalaaa’i katu) yadkhuluuna ‘alaihim min kulli baab’. Dan ternyata oleh Allah diperintahkan para malaikat itu menyambut, bahkan mengunjungi dari semua pintu surga, diparadekan. Kalau sekarang (di dunia) diberi mahkota, nanti juga diberikan mahkota,” sambungnya. ***


















