BANTENRAYA.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terus melakukan upaya pemerataan pembangunan di semua wilayah Provinsi Banten.
Pemerataan itu dilakukan agar tingkat ekonomi di Provinsi Banten juga bisa ikut tumbuh secara merata.
Hal itu disampaikan oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Provinsi Banten Virgojanti. Ia mengungkapkan bahwa pemerataan pembangunan sangat diperlukan.
Baca Juga: Warga Cilograng dan Bayah Kecewa, Pembangunan Jalan Cibiyawak-Ciawi Kabupaten Lebak Mangkrak
Dan untuk mencapai hal tersebut, Virgojanti menyampaikan bahwa perlu adanya keselarasan antara masyarakat dengan pemerintah daerah (Pemda).
“Pemerintah Provinsi Banten bersama-sama masyarakat mendorong wilayah Banten selatan agar dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi sehingga dapat sejalan dengan Banten bagian utara,” kata Virgojanti, Selasa 2 April 2024.
Ia menuturkan, saat ini Pemprov Banten tengah mendorong percepatan pembangunan wilayah perdesaan melalui dana bantuan desa sebesar Rp 100 juta per desa yang ada di seluruh wilayah Provinsi Banten.
Baca Juga: Naik Rp 15 Ribu, Segini Tarif Bus AKAP Kalideres-Labuan untuk Mudik Lebaran Idul Fitri 2024
Ia berharap, dengan adanya dana bantuan tersebut, diharapkan efeknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Virgojanti juga menyampaikan bahwa, Pemprov Banten terus menggiatkan sejumlah agenda pembangunan infrastruktur maupun sarana dan prasarana untuk layanan pendidikan, kesehatan hingga menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat.
Hal tersebut bertujuan dalam rangka percepatan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga: Ribuan Kades dan Prades di Lebak Batalkan Demo, Usai Dana Desa Bakal Dicairkan
“Kami berharap, dengan adanya bantuan sosial yang digulirkan bisa benar-benar tepat sasaran dan dapat dirasakan oleh masyarakat penerima manfaat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Virgojanti menyampaikan bahwa, kegiatan seperti Safari Ramadan, selain menjadi ajang silaturahmi antara jajaran Pemprov Banten dengan masyarakat, kegiatan tersebut juga menjadi wadah dalam menyerap aspirasi dari masyarakat, tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Sehingga, bentuk apa yang menjadi keluhan dan masukan dari masyarakat bisa didengar langsung oleh pemerintah.
Baca Juga: ASDP Siapkan Delaying System, Atasi Macet dan Penumpukan Kendaraan saat Mudik Lebaran 2024
“Giat rutin Safari Ramadan juga menjadi suatu rangkaian ibadah kita di bulan suci Ramadan dan merupakan suatu sarana untuk menjalin ukhuwah islamiyah atau berbagi kasih sayang dengan semua pihak,” tuturnya.***


















