BANTENRAYA.COM– Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lebak periode 2019-2024, Muhamad Agil Zulfikar bakal tergeser oleh Ketua Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Junaedi Ibnu Jarta.
Jabatan Muhamad Agil Zulfikar akan digeser, sebab PDIP memperoleh 7 kursi, sedangkan Gerindra hanya memperoleh 6 kursi.
Diketahui, berdasarkan MD 3 penentuan Ketua DPRD dilakukan dengan cara melihat perolehan kursi terbanyak, apabila perolehan sama maka diambil dengan perolehan suara partai politik.
Baca Juga: Peserta Kang Nong Kabupaten Serang 2024 Unjuk Gigi di Depan Juri, Ada yang Ahli Debus Hingga Qori
Ketua DPC Gerindra Lebak, Bangbag mengatakan, ada tiga partai politik yang mendapatkan kursi terbanyak yakni, pertama PDIP memperolah 7 kursi, kedua NasDem 7 kursi, ketiga PKB 7 kursi.
“Berdasarkan regulasi (MD 3-red), apabila memang kursi sama, maka diambil suara tertinggi yakni dimenangkan oleh PDIP. Maka jatah Ketua DPRD Lebak bakal di oper alih kepada PDIP, dan suara terbesar di PDIP secara perorangan adalah Ketua DPC-nya,” kata dia kepada Bantenraya.com, Selasa 5 Maret 2024.
“Wakil 1 dari NasDem, dan Wakil 2 dari PKB. Untuk data pastinya saya harus liat ya, lagi dijalan dulu,” sambungnya.
Baca Juga: Pemkab Serang Bingung dan Masih Cari Solusi Atasi Masalah Pembuangan Sampah
Ia mengungkapkan, sudah dipastikan Ketua DPRD Lebak tidak akan dipegang oleh kader Gerindra.
“Tahun lalu kami 9 kursi, sekarang menurun menjadi 6 kursi, tahun ini kami mendapatkan posisi Wakil 3 saja,” papar Bangbang.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Nasdem Lebak Dedi Jubaedi membenarkan partainya finis di posisi kedua di bawah PDIP dengan meraih 7 kursi di DPRD Lebak.
Baca Juga: Pemkab Serang Sudah Turunkan 134 Ton, Harga Beras Masih Tetap Tinggi
“Ya, kalah 4 ribuan suara dari PDIP yang sama-sama meraih 7 kursi di DPRD Lebak. Tapi, perolehan ini meningkat signifikan dari tahun 2019 yang meraih 5 kursi,” jelasnya.
Dedi mengatakan, perolehan kursi yang cukup signifikan di DPRD Lebak berkat kerja sama para caleg di setiap dapil.
“Sudah sesuai target, di DPRD Lebak kami meraih 7 kursi, DPRD Banten kami juga meraih suara maksimal dua kursi dan DPR RI kita juga meraih 1 kursi,” terangnya.
Baca Juga: Waduh Pohon Tumbang Timpa 3 Mini Bus di Bonakarta Cilegon, Beruntung Tak Ada Korban Jiwa
Terpisah, Ketua DPC PDIP Lebak, Junaedi Ibnu Jarta mengucapkan, terimakasih kepada seluruh masyarakat Lebak karena telah mempercai PDIP untuk memegang palu Ketua DPRD Lebak.
“Betul, kami memperolah 7 kursi, ada juga dibawah kami. Namun, berdasarkan hitung-hitungan, sudah dipastikan PDIP kembali berjaya,” ujarnya.
Ia menuturkan, PDIP memperoleh 118.000 suara total keseluruhan di 28 Kecamatan. Sedangkan Gerindra hanya mendapatkan 113.000 suara.
Baca Juga: WOW! Investor Amerika Ini Minati Kota Serang, Bakal Gelontorkan Investasi Rp 100 Triliun
“Saya selalu bertanya kepada pak Agil, dan Gerindra apakah ikhlas melepas jabatan Ketua DPRD Lebak. Kemudian, mereka (Agil serta partainya-red) sudah legowo, sebagian dari taat aturan,” tandasnya.
Sekedar informasi, berdasarkan hasil rekapitulasi tingkat Kabupaten, total perolehan suara Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPRD Lebak, Mubamad Agil Zulfikar dari Partai Gerindra sebanyak 13.895 suara.
Selanjutnya, perolehan suara tertinggi kedua diraih Junaedi Ibnu Jarta dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) daerah pemilihan (Dapil) Lebak 3 dengan 11.893 suara. Terbanyak ketiga ditempati Regen Abdul Haris dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dari Dapil Lebak 1 dengan meraih 11.178 suara.
Kemudian, peraih suara terbanyak keempat, yakni Yanto dari Partai Nasdem dari Dapil Lebak 2 dengan meraih 10.171 suara. Posisi kelima ditempati politisi muda Azis Abdul Rohman dari Partai Demokrat Dapil Lebak VI dengan raihan 8.036 suara.
Namun, suara perorangan tidak bisa menentukan caleg tersebut menjadi Ketua DPRD Lebak.****















