BANTENRAYA.COM – Tugu Romusha di Jalan Nasional III, Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah yang dibangun oleh Tan Malaka pada 1946 hancur.
Tugu Romusha tersebut mengalami kerusakan pasca dilanda hujan deras disertai angin kencang, pada Jumat 19 Januari 2024.
Diketahui, Tugu Romusha tersebut merupakan tugu satu-satunya di Indonesia dan berada di Kabupaten Lebak.
Kepala Museum Multatuli Ubaidillah Muchtar mengatakan, baru mendapatkan informasi terkait kerusakan terhadap cagar budaya yang memiliki nilai tinggi tersebut.
“Sampai hari ini saja kami baru mendapatkan informasi seperti ini,” ujarnya.
“Belum mendapatkan laporan dari Pemerintah Desa terkait Tugu Romusa di Bayah rusak,” kata dia kepada Bantenraya.com, Senin 22 Januari 2024.
Namun, saat ini Tugu Romusha belum masuk bangunan cagar budaya serta pihaknya masih menindaklanjuti terkait keberadaan bangunan tersebut.
“Nah, khusus untuk Tugu Romusha sepengetahuan saya di tahun 2022 itu ada surat permohonan kajian dari Kepala Desa Bayah Barat,” ungkapnya.
“Lalu saat itu pihak Disbudpar sudah memberikan formulir kepada desa untuk didaftarkan menjadi objek cagar budaya,” paparnya.
Baca Juga: Sinopsis dan Jadwal Tayang Marry My Husband Episode 7 Sub Indo: Yoo Ji Hyeok Ungkap Tanda Misterius
Ubaidillah mengungkapkan, untuk perbaikan bisa dilakukan oleh beberapa instasi antara lain, Kelurahan, Desa, Dinas, Pemerintah Kabupaten Lebak, dan BPK (Balai Pelestarian Kebudayaan) Wilayah VIII.
“Disbudpar juga bersurat ke BPK Wilayah VIII, karena ini menjadi kewenangannya terkait benda fisik atau non fisik tentang kebudayaan,” tutunrya.
“Saya tidak tahu, apakah sudah ada hasil kajiannya terkait Tugu Romusa,” terang dia.
Baca Juga: 25 Kode Voucher Shopee Hari Ini 22 Januari 2024, Belanja Hemat di Tanggal Tua!
Sementara itu, Founder Komunitas Sejarah Menjejak Lebak, Acep Nazmudin berharap bisa ada perbaikan. Sebab, Tugu Romusha memiliki nilai sejarah yang sangat penting di Lebak.
“Tugu ini menjadi monumen penting dan peninggalan sejarah, karena menjadi saksi bisu perjuangan para warga yang tewas menjadi romusa atau pekerja paksa pada zaman penjajahan Jepang,” ujarnya.
Acep menambahkan, Tugu Romusha merupakan monumen peninggalan yang menjadi titik sejarah yang di Lebak Selatan, tepatnya di Kecamatan Bayah.
“Bangunan tugu ini penting, sehingga memiliki nilai sejarah yang amat berharga untuk diketahui oleh banyak orang,” pungkasnya. ***



















